
Ravindra lelah mencari Nesya, berulang kali memutari beberapa wahana, warung, hingga menyusuri tepi pantai dan kini hari sudah mulai gelap, menambah sulit pencariannya.
"Nesya dimana kamu? Aku sudah melakukan semuanya yang aku bisa termasuk menginformasikan ke satgas, agar menerjunkan timnya segera untuk membantu mencari kamu secara langsung, namun belum juga ada hasil." gerutu Ravindra.
•••
"Aku lelah, lebih baik cari minum dulu!" ucap Nesya melirik warung disekitar.
"Bu, Poca*i Sw**t dingin satu ya." ucap Nesya pada si penjual.
"Mbak yang tadi dicari suami mbak kan ya?" tanya sang penjual mengamati wajah Nesya.
"Suami?" tanya Nesya ulang, ia berfikir apa mungkin itu Ravindra.
"Iya, tadi suaminya cari mbak, nanya sama saya sambil menunjukkan foto mbak dari hpnya, suami mbak tampan dan gagah ya, cocok sama mbaknya yang cantik." ucap pemilik warung.
"Ehm, ya sudah buk ini uangnya. Terimakasih." ucap Nesya lalu melangkah pergi.
•••
"Pak tampan! Kemari!" ucap seorang penjual.
"Saya?" tanya Ravindra menunjuk diri sendiri pada si penjual dan mendekat ke arahnya.
"Baru saja istri pak tampan beli minum disini, tapi baru saja pergi juga." ucap penjual dengan nada penyesalan karena tidak menahannya tinggal dulu.
'Istri? Apa maksudnya adalah Nesya?' gumam Ravindra dalam hati.
"Pergi kemana buk?" jawab Ravindra bertanya.
"Kearah sana!"jawabnya menunjuk arah utara.
__ADS_1
"Terimakasih buk, saya permisi, takut kalau tidak kekejar lagi." ucap Ravindra berlalu tak ingin kehilangan jejak Nesya. Ravindra berlari saat melihat sosok Nesya didepannya.
"Nesya!" teriaknya keras membuat sosok itu menghentikan langkahnya. Namun, saat ia berbalik ternyata sosok itu bukan orang yang sedang dia cari.
"Maaf." ucap Ravindra lemas, lalu sosok tadi menghilang dari bayangan matanya.
"Nesya kamu dimana? Kamu membuatku panik hari ini, apa yang akan aku katakan pada papa, kalau sampai tidak membawamu pulang bersamaku?" ucap Ravindra menundukkan kepala merasa putus asa.
"Ravindra!" teriak seseorang yang sukses membuat Ravindra terperanjat mencari sumber suara itu, namun ia tidak menemukan sosok itu meski terus saja memutar tubuhnya berulang kali mencari suara itu.
"Ravindra aku disini!" bisiknya tepat ditelinga Ravindra setelah berhasil memeluk pria itu dari belakang.
"Nesya? Kamu tahu aku sangat mencemaskan kamu! Kamu dari mana saja? Aku hampir putus asa mencari kamu, kamu benar-benar membuatku panik hari ini!" ucap Ravindra setelah membalikkan badan lalu memeluk Nesya erat.
"Maafkan aku, telah membuatmu khawatir. Ayo kita pulang, aku sudah sangat lelah!" ucap Nesya lemah, melepaskan diri dari pelukannya.
"Tidak apa Nesya, tapi kamu baik-baik saja kan?" tanya Ravindra memegang kedua pipi Nesya.
"Dia menunggu di mobil, ayo kita kembali!" ajak Ravindra menggenggam tangan Nesya. Sebelum kembali ke mobil Ravindra terlebih dulu menuju ke pos satgas, memberi tau bahwa Nesya telah ia temukan dan tak lupa mengucapkan terima kasihnya.
•••
"Kak Nesya! Kakak dari mana saja?" tanya Ratu dengan hebohnya.
"Ratu, kakakmu kelelahan ayo kita pulang!" ucap Ravindra membawa Nesya ke kursi samping kemudi lalu menutupnya, Ratu yang sedari tadi menunggu di kursi belakang dengan pintu terbuka langsung menutup pintu mobilnya.
"Apa kak Nesya baik-baik saja?" ucap Ratu takut.
"Aku baik-baik saja Queen, hanya sedikit lelah. Maaf sudah mengacaukan acara piknikmu!" jawab Nesya lurus, tanpa melihat Ratu ataupun Ravindra yang telah duduk di kursi kemudi, Ravindra mulai menghidupkan mesin lalu melihat Nesya sekilas sedang memejamkan mata, dan Ravindra berinisiatif untuk mengatur kursi Nesya, agar dia bisa tidur dengan nyaman.
"Kak Ken! Mau apa?" teriak Ratu mengejutkan Ravindra dan membangunkan Nesya yang memang belum tertidur.
__ADS_1
"Aku hanya ingin mengatur kursinya, Ra. Agar kamu tidur dengan nyaman, Nesya." ucap Ravindra menatap Ratu lalu berpindah menatap Nesya yang kini telah menatapnya tajam.
"Aku bisa melakukannya sendiri, bila aku mau." ucap Nesya lalu memasang seatbelt. Ravindra mulai menjalankan mobil, meninggalkan area parkir.
•••
"Malam om Rico, tante Renata." ucap Ratu menyapa mama Renata dan papa Rico yang telah duduk di sofa ruang tengah.
"Nesya, mau kemana?" teriak mama Renata saat melihat Nesya berlalu tanpa menyapa dan melihatnya, dan Nesya tak menghiraukannya.
"Nesya lelah tante, biarkan dia istirahat." ucap Ravindra tiba-tiba masuk.
"Nesya, Nesya!" gerutu papa Rico menggelengkan kepala pelan.
"Maaf saya izin permisi pak Rico, bu Renata." ucap Ravindra pamit.
"Kenapa buru-buru nak, menginap disini saja lagi!" ucap mama Renata.
"Iya, Kak Ken nginep lagi aja!" ucap Ratu bahagia.
"Tidak, terimakasih. Mari pak Rico, bu Renata, Ratu." ucapnya bersalaman.
"Hati-hati nak Ravindra!" ucap mama Renata sebelum Ravindra menghilang dari pandangannya.
"Om, tante, Ratu ke kamar dulu ya." ucap Ratu pamit, lalu diangguki oleh keduanya dan segera pergi.
...klik ❤ terus tinggalkan 👍dan 💬...
... ...
__ADS_1
...Happy reading...