Bodyguard I Love You

Bodyguard I Love You
Dare


__ADS_3

Destia memutar botolnya hingga berhenti pada arah Nesya. "Ayo Nesya sayang katakan maumu!" perintah Destia begitu bahagia.


"Dare." jawab Nesya tenang.


"Dare? Nyanyikan lagu balonku dengan huruf vokal 'O'." perintah Destia membuat Nesya meggeleng.


"Sungguh konyol." kesal Nesya.


"Ayolah lekas bernyanyi." desak ketiganya.


"Ok. Dengar baik-baik. Aku pasti benar." jawab Nesya percaya diri. Nesya mulai mengambil nafas panjang dan mulai bernyanyi. "Bolonko odo lomo ropo-ropo wornonyo. Hojoo, konong, kolobo, moroh modo, don boro. Molotos bolon hojoo dor hotoko songot kocoo. bolonko tonggol ompot ko pogong orot-orot. Finish." semuanya melongo lalu tertawa bersama tak terkecuali Nesya sendiri.


Nesya berganti yang memutar botolnya dan akhirnya berhenti pada Micky.


"Sayang, Turth or Dare?" tanya Ratu manja.


"Dare!"


"Ok. Nesya sayang, beri dia tantangan!" perintah Destia.


"Aku?"


"Ya. Kamu yang tadi memutar botolnya." jawab Destia.


"Tantangan ya? Baik. Micky nyanyikan lagu yang sangat lucu atau genre romantis untuk Queen mu!" tutur Nesya.


"Lagu lucu atau romantis? Apa itu, sayang?" tanya Micky pada Ratu.


"Kamu bahkan belum pernah bernyanyi untukku, sayang."


"Baik, aku rasa lagu ini cukup romantis. Dengar baik-baik liriknya!" ucap Micky yang siap untuk bernyanyi.


"I wanna hold you close, under the rain. I wanna kiss your smile, and feel the pain. I know what`s beautiful, looking at you. In a world of lies, you are the truth."


( When You Tell Me That You Love Me - Diana Ross )


"Kamu tahu lagi ini?" tanya Nesya heran.


"Ya. Aku pernah mendengarnya di radio."


"Di radio?" tanya Ratu mengernyitkan dahi.


"Mungkin." jawab Micky tak percaya.


"Lupakan dari mana aku mendengar lagu itu. Ayo lanjut!" ucap Micky yang mulai memutar botol.


"Sayang, apa aku yang harus memberimu tantangan juga?" tanya Micky yang membuat Ratu kaget karena botol mengarah padanya.


"Bahkan aku belum mengatakan Turth or Dare!" kata Ratu kesal.


"Lalu?" tanya Destia.


"Dare!"


"Jika tadi Micky sudah romantis, maka tantangan untuk Ratu adalah tarian panas!"


"Apa kak Destia? Bahkan aku tidak bisa mencium lututku. Bagaimana aku akan menari? Dan lagi harusnya kak Micky yang menentukannya karena ia yang memutar botolnya."


"Justru karena itu, tidak diberlakukan."


"Curang sekali kak Destia."

__ADS_1


"Ayolah Queen tunjukan bakatmu!" seru Nesya.


"Kak Nesya?"


"Ayolah kamu bisa!" teriak Destia. Ratu berdiri dan bingung sendiri menggaruk rambut panjangnya. Micky berdiri dan mengajaknya berdansa bersamanya.


"Tarian yang bagus, tapi karena Micky membantumu kamu harus mendapat hukuman tambahan." ucap Destia yang menyodorkan segelas wine. Dengan terpaksa Ratu meneguknya habis tak tersisa.


Permainan terus saja berlanjut hingga giliran Nesya kini tiba untuk yang kesekian kalinya. Ratu dan Destia terus saja bersorak gembira.


"Yeyyyy! Nesya kamu pilih jujur atau tantangan?" tanya Destia.


"Truth or Dare? Kak Nesya ayo cepat jawab!" Nesya terlihat bingung memilih yang mana, dia takut terjebak dalam permainan yang Destia buat.


"Dare." ucap Nesya ragu, dan Ratu terlihat begitu kecewa.


'Aku ingin tahu, apa kak Nesya masih mencintai kak Micky atau tidak? Tapi, bagaimana aku akan memberinya tantangan?' gumam Ratu dalam hati.


"Baik, aku akan memberimu tantangan!" ucap Destia dengan senyum licik.


"Tidak kak Destia! Aku yang akan memberinya tantangan!" sahut Ratu.


"Aku saja Ratu."


"Tapi, aku juga ingin kak Destia!"


"Kenapa kalian berdua begitu ingin memberiku tantangan?" ucap Nesya penuh selidik.


"Nesya, kamu lebih baik terima kedua tantangan mereka! Kamu tidak mungkin meminum wine kan?" Micky ikut angkat bicara tanpa tahu apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian.


"Benar, sayang. Kak Nesya harus menerima tantangan kami berdua." ucap Ratu setuju.


'Bukankah ini hanya sebuah tantangan? Apa salahnya? Ini hanya permainan bodoh!' ucap Nesya dalam hati.


"Baik, aku terima keduanya." jawab Nesya kemudian.


"Tantangan dariku adalah kamu harus menyatakan cinta pada Kak Ravindra!" ucap Destia.


"Apa? Kamu yang benar saja Destia?"


"Ini sangat seru. Tapi bagaimana caranya?" gumam Ratu.


"Aku tidak bisa! Lagi pula dia tidak berada disini bukan?"


"Kak Nesya tidak boleh menolaknya! Atau kakak harus menghabiskan dua gelas wine?" ucap Ratu mengedipkan salah satu matanya.


"Queen?"


"Ayolah, Nesya sayang!"


"Bagaimana aku akan menyatakan cinta padanya?" tanya Nesya bingung menatap Destia masam.


"Bicaralah! Aku akan merekam dan mengirimkannya pada kak Ravindra."


"Oh. Baiklah." Nesya membuang nafas kesal dan mulai berucap dengan malas.


"Kenzie Ravind . . .."


"Nesya, yang tegas, jelas dan tersenyumlah sedikit saja!" sahut Destia yang mulai merekamnya.


"Destia! Mungkin setelah ini kamu tidak perlu lagi bekerja denganku!" gerutu Nesya.

__ADS_1


"Apa? Ayo cepat, Nesya sayang!"


"Menyebalkan!" gerutu Nesya.


"Kenzie Ravindra Adinata. Aku, Nesya Adriana Faranisa Arora, mencintaimu. Ya, aku mencintaimu, Ravindra. Sangat. Mencintaimu. Bodyguard, i love you. Really. Love. You. And only you." ucap Nesya sama seperti saat Ravindra sedang memberi laporan pada Jendral Rico. Semua orang kaget mendengar ucapan Nesya tak terkecuali Ratu.


"Wah, Nesya? Kata-katanya sangat indah." puji Destia.


"Kamu sungguh-sungguh mencintainya, Nesya? Itu tadi sungguhan?" ucap Micky meragu.


"Sayang, tentu kak Nesya bersungguh-sungguh! Apa kamu tidak mendengar kata-kata yang begitu dalam diucapkannya tadi?"


"Baiklah. Aku telah mengirimnya, tinggal tunggu jawaban dari sang Bodyguard nona Nesya, sayang." ucap Destia senang.


"Tapi, sepertinya sedang tidak ada sinyal." imbuh Destia kecewa.


"Baik itu bukan masalah kak Destia, sekarang giliran aku!" ucap Ratu.


'Ratu? Kamu yakin melakukan ini? Apa cara ini akan berhasil mengungkap isi hati kak Nesya yang sesungguhnya?' umpat Ratu dalam hati.


"Apalagi Queen? Sudah cukup! Aku tidak mau lagi!" tolak Nesya.


"Tapi, kak Nesya sudah menerimanya tadi."


"Jangan aneh-aneh!" tolak Nesya memberi peringatan.


"Tidak, tapi kak Nesya jangan marah!" ucap Ratu.


"Cepatlah Ratu!" desak Destia.


"Aku mau kak Nesya mencium kak Micky!" ucap Ratu pelan. Semua mata tertuju pada Ratu yang kini tertunduk dan suasana terlihat tegang.


"Destia, apa aku tidak salah dengar?" tanya Nesya yang meragukan pendengarannya.


"Dia minta kamu untuk mencium pacarnya! This is crazy, Nesya! Pacar meminta wanita lain mencium pacarnya sendiri? " jawab Destia gusar.


"Micky? Kenapa kamu hanya diam saja? Katakan sesuatu!" teriak Nesya yang melihat Micky diam mematung bagai manekin.


"Queen! Apa kamu sudah benar-benar gila? Apa tujuanmu melakukan ini padaku?" ucap Nesya yang mulai berderai air mata.


"Destia, kenapa mereka berdua jadi diam?" ucap Nesya bingung sendiri.


"Sudahlah Nesya, kamu tidak perlu melakukan yang ini! Ayo kita pergi ke kamar saja!"


"Destia, apa yang Queen inginkan sebenarnya? Ini salah! Tapi, kenapa juga Micky hanya diam? Seharusnya dia marah, sama sepertiku sekarang!" Destia tak menjawab karena memang dia tak mengerti. Destia membawa Nesya ke salah satu kamar yang ada di kapal itu.


.


.


.


.


.


.


.


...Adakah yang rindu bang Ravindra?...

__ADS_1


__ADS_2