
Malam harinya di kamar Nesya. Setelah selesai mandi Nesya berdiri didepan cermin melihat pantulan tubuh dan kebahagiaan yang sedang dia rasakan. Ia merasakan kembali kebahagiaan saat seorang Ravindra memberinya kejutan super manis, apalagi saat pria itu menyanyikan lagu janji suci membuat Nesya salting untuk sesaat, hingga tak disadari kini Ratu telah berdiri mematung dengan pose cantiknya didalam kamar Nesya dan memperhatikan setiap gerak-geriknya.
"Queen?" ucap Nesya seolah bertanya kapan Ratu datang.
"Apa harus syok seperti itu?"
"Kenapa? Kapan kamu kemari? Dan tanpa mengetuk pintu terlebih dulu."
"Kenapa? Kenapa kak Nesya mendadak gila dan sedikit aneh hari ini?"
"Queen!"
"Apa kak Nesya? Apa yang telah terjadi padamu sebenarnya? Katakan padaku! Kakak baik-baik saja kan? Tidak sungguh sedang kesetanan, kan?" Ratu mendudukkan diri ditepi kasur yang tak lama kemudian disusul Nesya.
"Omong apa sih? Aku baik-baik saja, Queen. Hanya saja aku sangat bahagia hari ini." ucap Nesya santai.
"Ada apa?" tanya Ratu begitu antusias. Nesya segera menunjukan cincin berlian indah yang melingkar dijari manisnya. Ratu yang melihatnya malah jadi bingung sendiri.
"Jadi, kak Nesya bahagia hanya karena cincin berlian baru yang terlihat indah dan mahal ini? Ya Tuhan, aku kira kakakku kemasukan jin atau jenis lainnya." mendengar ucapan Ratu, Nesya segera meraih bantal dan melemparnya tepat di wajah Ratu.
"Bodoh!" teriak Nesya.
"Aku memang bisa beli cincin berlian dengan harga berapapun dengan menggunakan uangku, Queen. Tapi, lain lagi jika seseorang yang memberinya padaku dengan tulus! Bahkan dengan hatinya juga." imbuh Nesya memandangi cincin berliannya.
"Maksud kak Nesya?"
"Ya ampun Queen, kamu memang benar-benar bodoh atau hanya sedang tidak fokus saja? Cincin ini pemberian dari Ravindra dan dia sudah melamarku tadi siang." Ratu yang kaget segera beranjak dan berdiri dengan tegak.
"Sungguh? Kalian berdua? Aaaa! Akhirnya kakakku akan segera menikah! Dan aku? Aku juga akan menikah dengan kak Micky setelah kalian berdua dapat label Halal." ucap Ratu kegirangan. Nesya yang juga bahagia harus menghentikan Ratu saat ia mendengar suara ponselnya berbunyi.
"Itu pasti kak Ken. Aku akan berterimakasih padanya dan meminta traktiran." ucap Ratu yang segera meraih ponsel yang terletak diatas nakas.
"Hallo kak Ken! Cie yang tidak sabar mau ngobrol sama istri, padahal baru saja pulang sudah kangen aja. Kak Ken, kenapa diam? Marah ya, karena Ratu yang angkat? Hey-lo?" ucap Ratu tanpa memberi waktu sang penelpon menjawab. Nesya dengan cepat merampas ponselnya dari tangan Ratu.
"Apa yang kamu lakukan, Queen? Ini bukan telpon dari Ravindra!" bisik Nesya setelah melihat layar ponselnya.
"Lalu siapa jika bukan kak Ken? Maafkan aku kak Nesya! Baik. Aku akan pergi saja! Bye, kak Nesya." Ratu melambaikan tangannya dan memilih untuk segera pergi dari kamar Nesya.
"Nomor baru? Siapa yang menelpon?" gerutu Nesya saat melihat panggilan telah berakhir. Namun tak sampai satu detik kemudian ponsel kembali berdering.
"Hallo Nesya sayang. Lama tidak bertemu, jangan banyak tanya karena aku hanya mau mengingatkan kalau lusa kita ada jadwal pemotretan. Sampai jumpa, maaf aku masih sibuk mengurus ibu. See you Nesya." ucap Destia sebelum menutup telpon tanpa menunggu sepatah pun jawaban dari sahabat sekaligus majikannya itu.
"Ok Destia. Aku harus menahan untuk tidak bercerita mengenai kejadian hari ini dan hubunganku dengan Ravindra sekarang padamu, Destia sayang." ucap Nesya yang akhirnya memilih untuk segera tidur. Namun, terlebih dahulu dia mengirimkan pesan singkat pada Ravindra.
💌 My Husband
Good night and sweet dreams of husband. See you tomorrow morning!
^^^Selamat malam dan mimpi indah kembali gadis bodohku.^^^
Sayang, apa tidak bisa manis sedikit padaku? Aku bahkan telah memanggilmu 'suami' 😯
^^^Baiklah 'istri cantikku'.^^^
^^^Lekas pergi tidur atau aku tidak akan menemuimu besok, sayang.^^^
Siap, kapten!
^^^Kapten?^^^
Calon kapten, rumah tangga! Hahaha.
__ADS_1
^^^Lupakan dan cepatlah tidur, jangan banyak begadang.^^^
Baik, suami.
Kiss me!
^^^Jangan nakal.^^^
Sungguh tidak ingin menciumku? Meski hanya lewat pesan singkat sekalipun?
Please!
^^^No.^^^
Â
"Sungguh?" tanya Nesya menatap pada ponselnya.
"Dia benar-benar tidak akan memberikannya?" imbuh Nesya meletakan ponsel dan menutup matanya dengan kesal. Ia kembali membuka mata setelah beberapa detik kemudian dengan cepat menarik selimut dan mematikan lampu utama, memejamkan matanya kembali dengan paksa.
Ting
Ting
Nesya segera meraih ponselnya dan membuka mata lebar-lebar setelah mengetahui siapa sang pengirim pesan.
💌 My Husband
Â
^^^😗😗 for cheeks^^^
^^^😚 for the forehead^^^
Â
"Sungguh menggemaskan! Kamu berani bermain-main denganku? Membuatku menunggu lama? Kita lihat besok!"
"Selamat malam! Aku mencintaimu, Ravindra." ucap Nesya mencium layar ponselnya. Nesya tersenyum geli merasa konyol dengan dirinya sendiri. Ia kembali menaruh ponselnya dan memejamkan mata dengan begitu damainya.
•••
Dilain tempat, terlihat seseorang yang tengah melempar dan membanting semua barang yang ada dihadapannya. Ia bangkit dari duduknya dan meninju wajah seseorang.
Bugh!
Bugh!
"Bodoh! Apa yang kalian lakukan selama ini? Kalian bilang bodyguard itu telah meninggalkan Nesya-ku? Lalu siapa yang kini menjadi suaminya? Ayo katakan!"
"Ampun bos! Maaf." ucap salah satu dari keduanya.
"Sungguh. Selama ini nona Nesya terus dikawal dua bodyguard saat keluar rumah dan itu bodyguard yang jauh lebih tua dari nona Nesya yang jelas bukan bodyguard tampannya itu, bos." ucap yang lainnya.
"Aku tidak ingin Nesya dimiliki siapapun! Jika aku tidak bisa memilikinya maka orang lain juga tidak ada yang boleh memilikinya!" tegas Aldo.
"Singkirkan bodyguard itu! Dan siapapun yang berani mendekati apalagi menyentuh Nesya-ku! Cepat pergi!" perintah Aldo.
"Hanya Aldo Adijaya yang akan memilikimu seutuhnya, Nesya-ku sayang!" ucap Aldo menatap tajam foto Nesya.
•••
Pukul 00.15 WIB Ravindra baru saja tiba dirumahnya. Ia segera masuk dan membersihkan diri. Berbaring di kasur setelahnya. Ia tertawa saat melihat layar ponselnya. Ya, Ravindra membaca kembali obrolan dirinya dan Nesya malam ini via pesan singkat tadi.
💌 Gadis Bodoh
__ADS_1
Â
^^^Good night and sweet dreams of husband. See you tomorrow morning!^^^
Selamat malam dan mimpi indah kembali gadis bodohku.
^^^Sayang, apa tidak bisa manis sedikit padaku? Aku bahkan telah memanggilmu 'suami' 😯^^^
Baiklah 'istri cantiku'.
Lekas pergi tidur atau aku tidak akan menemuimu besok, sayang.
^^^Siap, kapten!^^^
Kapten?
^^^Calon kapten, rumah tangga! Hahaha.^^^
Lupakan dan cepatlah tidur, jangan banyak begadang.
^^^Baik, suami.^^^
^^^Kiss me!^^^
Jangan nakal.
^^^Sungguh tidak ingin menciumku? Meski hanya lewat pesan singkat sekalipun?^^^
^^^Please!^^^
No.
Â
Â
😗😗 for cheeks
😚 for the forehead
^^^And 💋 for my husband.^^^
Â
"Aku mencintaimu, akan selalu mencintaimu." ucap Ravindra dengan senyuman termanisnya.
"Mungkin aku perlu mengganti namamu, sayang. Gadis bodoh sudah tak lagi cocok untukmu." gumam Ravindra lalu mengotak-atik ponselnya. Setelah merasa telah selesai Ravindra segera menaruh ponselnya dan menutup mata.
"Selamat malam Nesya sayang, my wife." gumamnya dengan mata telah terpejam, namun masih belum juga tidur.
.
.
.
.
.
.
Happy reading para readers kuh!
Luph you.
__ADS_1