Bodyguard I Love You

Bodyguard I Love You
Pergi Tanpa Ravindra


__ADS_3

Ravindra membuka matanya, bangkit dari tidur. Ia bersiap untuk pergi kekantor sesuai dengan apa yang diperintahkan Jendral Rico. Setelah berada di mobil dan mulai berjalan, Ia menghubungi salah satu orangnya.


"Kumpulkan semua team ke markas!" ucap Ravindra padanya. Kemudian ia memutuskan telpon dan menambah laju mobilnya melesat menuju ke Kantor.


•••


Diruang tengah, Nesya mendudukkan diri, tak jarang matanya menoleh kearah pintu masuk, namun tak mendapat sosok yang sedari tadi ia tunggu kedatangannya.


"Kenapa Nesya sayang?" tanya mama Renata yang baru kembali setelah mengantar papa Rico sampai pintu depan.


"Tidak, ma."


"Tante Renata, apa om Rico benar-benar memecat kak Ken?" tanya Ratu, mewakili pertanyaan Nesya sedari tadi.


"Tidak nak, nak Ravindra sedang ada urusan. Mungkin hari ini dia akan datang siang hari atau mungkin tidak akan datang, begitu kata papa tadi. Jadi, untuk sementara kalian berdua dilarang keluar rumah tanpanya." jelas mama Renata.


"What?" ucap Nesya dan Ratu hampir bersamaan.


"Mama, tapi Nesya harus ke Salon, besok ada pemotretan, ma!"


"Ratu juga bosan tante kalau harus tinggal dirumah terus!"


"Kalian kan bisa melakukannya lain hari, sekarang tinggallah dirumah dulu dan tunggu sampai Ravindra datang!"


"Mama, dulu sebelum ada Ravindra, Nesya selalu bepergian sendiri kemana-mana, bahkan juga membawa mobil sendiri!"


"Ratu juga sama, tante."


"Itu dulu sayang, sekarang berbeda. Pokoknya kalian berdua dilarang keluar rumah tanpa Ravindra. Begitu kata papa dan jika kalian melanggar apa kata papa, sudah bisa kalian tebak sendiri kan? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Ya sudah, mama mau ke kamar dulu."


"Tapi, . . .. Mama!"


"Tante!"


Teriak Nesya dan Ratu bersamaan.

__ADS_1


"Kak Nesya? Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Entahlah, Queen."


•••


Nesya mendudukkan tubuhnya diatas sofa yang ada di dekat kolam renang. Ia berusaha menghubungi Destia dan Ravindra bergantian berulang kali.


"Kak Nesya telepon siapa?" tanya Ratu yang baru saja datang dengan membawa segelas jus ditangannya.


"Diam!"


"Hallo Nesya sayang." ucap seseorang dibalik ponselnya.


"Kamu dimana? Temani aku keluar sekarang juga!"


"Maaf Nes, aku sedang ada urusan sekarang. Apa kak Ravindra tidak bersamamu? Kenapa tidak mengajaknya saja?"


"Destia, kamu menyebalkan!" ucap Nesya lalu memutuskan telepon.


"Queen!"


"Baik. Aku akan pergi!" ucap Ratu lalu berjalan cepat menjauhi Nesya yang sedang dalam mode senggol bacok.


"Semua orang menyebalkan! Kemana sebenarnya orang ini? Kenapa tidak mengangkat telpon dariku?" gerutu Nesya terus mencoba menghubungi Ravindra.


"Hallo Nes."


"Kenapa lama mengangkat telpon dariku? Apa kau sedang bersama kekasihmu?"


"Nesya ada apa denganmu? Kenapa marah-marah begitu?"


"Ini semua salahmu. Kenapa masih bertanya padaku? Aku besok ada pemotretan, Ravindra. Dan sekarang aku tidak bisa keluar rumah hanya karenamu."


"Nesya maaf, aku sedang ada urusan penting saat ini. Tapi, aku janji setelah selesai aku akan segera menjemput dan mengantarmu kemanapun kamu mau."

__ADS_1


"Bagus. Bodyguardku sudah mulai berani mengaturku sekarang."


"Nesya, apa kamu melupakan persahabatan kita? Bukankah kamu temanku? Nesya tolonglah aku kali ini saja! Mengertilah."


"Baik aku tidak akan menganggumu. Aku akan pergi kemanapun dan kapanpun sesuka hatiku dan atau tanpa izin bahkan kehadiran dirimu!"


"Nesya!"


"Kenapa? Kenapa kamu marah? Aku dulu juga melakukan segalanya sendiri saat kamu belum ada dihidupku."


"Nesya jangan nekat. Papamu pasti akan marah padamu nanti kalau kamu menentang kata-katanya."


"Biar saja! Sudah biasa papa bersikap begitu padaku. Lanjutkan saja urusanmu bersama kekasihmu. Aku sudah sangat terlambat, Ravindra."


"Nesya tunggu! dengar dulu . . .."


"Tut." suara bahwa panggilan telah berakhir. Setelah mengakhiri panggilannya Nesya segera berlari ke kamar mengambil tas dan juga kunci mobil.


"Nona Nesya mau kemana?" tanya penjaga yang berdiri didepan pintu utama. Ya, papa memang menaruh dua penjaga didepan rumah dan dua satpam di pos gerbang. Tentu ini akan membuatnya semakin kesulitan untuk keluar.


"Urus saja pekerjaanmu. Aku juga memiliki pekerjaan, sama dengan kalian!"


"Tapi nona, tuan Rico sudah memberi perintah agar tidak membiarkan nona pergi tanpa pak Ravindra."


'Pak Ravindra? Bahkan mereka sama-sama seorang bodyguard, kenapa mereka harus memanggilnya pak?' ucap Nesya dalam hati.


"Sudahlah! Jangan menahanku lagi! Aku hanya pergi sebentar. Singkirkan tanganmu!"


"Tapi non . . .."


"Menyingkirlah! Aku akan tetap pergi tanpa Ravindra! Dia pikir dia siapa?" gerutu Nesya berjalan kearah mobilnya. Mengabaikan dua penjaga yang berusaha mencegahnya.


"Cepat minta satpam depan menghentikannya! Atau kita dalam masalah besar, nanti." ucap salah satunya saat melihat mobil majikannya melesat.


"Baiklah." ucap salah satunya sambil menekan handy talky (HT).

__ADS_1


__ADS_2