Bodyguard I Love You

Bodyguard I Love You
Segera Kembali


__ADS_3

Kini Nesya dan yang lain telah berada di rumah milik Ratu. Mereka tengah menunggu makanan yang dipesan via online.


"Destia, apa kak Ken sudah membalas vidio itu?" tanya Ratu yang hanya mendapat gelengan dari Destia.


"Bagaimana bisa? Ini sudah terlalu lama." ucap Micky.


"Mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaan barunya." jawab Nesya malas.


"Nesya, sebenarnya tugas apa yang sedang dia lakukan dan diluar negeri? Dimana tepatnya? Apa di London, New York, Paris atau dimana?" tanya Destia.


'Bahkan aku tidak pernah mengetahui perihal apapun tentangnya.' ucap Nesya dalam hati.


"Dimana pun dia berada, aku hanya ingin dia selalu baik-baik saja dan bisa segera kembali lagi kemari."


"Apa kak Nesya merindukannya?" tanya Ratu menatap kedua bola mata Nesya.


"Sangat. Entah sejak kapan rasa rindu ini mulai tumbuh aku sendiri tidak mengetahuinya."


"Apa kakak akan benar-benar menikah dengan kak Ken dan menjadi istrinya?" tanya Ratu lagi.


"Aku belum memikirkan itu Queen. Bahkan dia belum mengatakan apapun padaku."


"Tapi, aku lihat dia sangat mencintaimu Nes." ucap Micky dengan yakin.


"Benar kata Micky, aku juga melihat cinta dimatanya untukmu Nesya, jadi kamu jangan khawatir. Dia tidak mungkin menolakmu." kata Destia penuh keyakinan.


"Menolak? Apa aku benar-benar telah mengungkapkan cinta padanya?" ucap Nesya tak yakin.


"Oh kak Nesya, kakak sudah melakukan yang terbaik. Kita hanya perlu bersabar menunggu hasilnya."

__ADS_1


"Terimakasih, Queen." Mereka saling berpelukan, Destia tak mau membuang waktu segera hanyut dalam moment indah itu.


"Hallo? Apa aku juga boleh ikut berpelukan?" tanya Micky.


"Tidak sayang. Kamu hanya boleh memelukku." jawab Ratu yang mulai mendekat dan memeluk Micky.


"Destia, mereka berdua membuatku iri." keluh Nesya yang masih memeluk Destia.


"Tenang Nesya sayang, semua akan indah pada waktunya. Waktu indahmu juga akan segera tiba, bersamaan dengan datangnya kak Ravindra, sang bodyguard pujaan hatimu." Nesya tersipu malu mendengar perkataan Destia. Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Mereka menikmati makanan masing-masing dan istirahat setelahnya.


•••


Pagi harinya mereka berempat jogging di sekitar rumah Ratu, Mereka masih membahas tentang Ravindra yang sampai detik ini belum juga membalas vidio dari Destia. Terlihat jelas kekecewaan di wajah Nesya.


"Kak Nesya, pagi ini ingin makan apa?" tanya Ratu berusaha mencairkan suasana.


"Terserah kalian saja, aku masuk duluan ya? Aku ingin ke toilet." ucap Nesya berbohong. Nesya segera masuk kamar dan mengambil ponselnya.


"Aku hanya ingin mendengar suaramu, Ravindra. Kenapa sangat sulit untuk bisa berbicara denganmu sekarang. Aku sangat menghawatirkan dirimu." Nesya menyerah saat telah berulang kali mencoba menghubungi Ravindra. Ia begitu kecewa kepada bodyguardnya itu. Nesya keluar kamar dengan wajah murung. Ia duduk di sofa dan menyalakan tv, namun pandangannya entah jauh kemana. Ia bahkan tak mendengar keributan Ratu dan yang lain yang mulai duduk disebelahnya.


"Nesya!" teriak Destia untuk kesekian kalinya saat Nesya masih setia dengan lamunannya.


"Kenapa berteriak? Aku tidak tuli, Destia!"


"Kak Nesya, bahkan kak Destia telah memanggilmu berulang kali.


"Benarkah? I'am sorry!"


"Are you ok, Nesya?" tanya Micky.

__ADS_1


"Tentu dia sedang tidak baik-baik saja, Micky!" sahut Destia.


"Queen, bisa sore ini kita segera berziarah ke makam bu de Nita dan segera kembali ke Jakarta?" ucap Nesya memohon.


"Kenapa terburu-buru pulang? Kita baru saja tiba dan belum berkeliling Surabaya. Dan lagipula kita free tidak ada jadwal pemotretan, Nesya sayang." protes Destia.


"Aku ada perlu yang lain Destia. Bagaimana Queen? Micky? Apa bisa pesan tiket pesawat untuk sore ini?"


"Baik. Serahkan urusan tiket pada kak Micky. Kita semua akan kembali segera, sore ini juga." ucap Ratu menuruti kemauan sang kakak.


"Terimakasih Queen." Nesya memeluk Ratu begitu erat.


•••


Sore hari mereka pergi ke makam mendiang mama Ratu, mereka menabur bunga dan mengirimkan do'a untuk mendiang Nita.


"Mama, Ratu sangat merindukan mama. Ratu kangen ngobrol dan bercanda sama mama. Om Rico dan tante Renata sangat baik padaku. Kak Nesya juga. Selama beberapa malam terakhir aku terus saja melihat mama didalam tidurku. Beruntung mereka mau menemaniku kemari menengok mama. Mama bahagia di sana? Pasti mama sudah bertemu papa di sana." ucap Ratu mencium batu nisan yang terukir nama mendiang mamanya.


'Bu de Nita, maaf Nesya baru bisa datang sekarang. Nesya janji akan menjadi teman dan kakak yang baik untuk Ratu mulai sekarang hingga kita bertemu kembali nanti.' ucap Nesya dalam hati. Mereka kembali ke rumah Ratu untuk bersiap pulang ke Jakarta.


.


.


.


.


...Kira-kira apa yang akan Nesya perbuat?...

__ADS_1


...Yang mau nebak-nebak silahkan, yang pasti tunggu jawabannya di episode selanjutnya....


__ADS_2