Bodyguard I Love You

Bodyguard I Love You
Tidak Pergi Berdua


__ADS_3

Pagi harinya Ketiga gadis itu bangun pagi dan melakukan joging di suatu taman. Ketiganya duduk di kursi taman saat merasa telah lelah.


"Kak Nesya, ayo kita segera pulang! Bantu aku untuk berbicara dengan om Rico dan tante Renata." ucap Ratu.


"Tenang Ra, kakakmu pasti akan membantumu nanti."


"Nesya? Lihatlah! Bukankah itu kak Ravindra?" ucap Destia ragu.


"Mana? Mana kak Ken? Kenapa aku tidak melihatnya!" ucap Ratu heboh sendiri.


"Dia tidak mungkin disini! Ayo kita pulang!" ajak Nesya. Benar saja, saat Nesya telah melangkahkan kaki beberapa meter ia berpapasan dengannya.


"Nesya?" ucap Ravindra nampak kaget melihatnya.


"Kamu disini? Bukankah kamu akan pergi? Apa tanganmu sudah pulih?" tanya Nesya. Sementara Ratu dan Destia memberi mereka berdua waktu untuk berbicara dan tetap duduk di kursi mereka yang belum sempat mereka tinggalkan.


"Iya. Aku akan terbang siang ini!" jawab Ravindra dengan melanjutkan lari kecilnya dan Nesya berdampingan, mengikuti langkahnya.


"Kenapa mengikutiku? Aku akan segera kembali ke rumah dan berkemas."


"Ravindra? Apa aku ada salah denganmu?"


"Tidak."


"Kenapa kamu mau menjauh dariku?"


"Nesya, kita sudah membicarakan masalah ini ditelepon bukan?"


"Kenapa selalu marah? Aku hanya mengkhawatirkanmu. Aku takut kamu akan pergi dariku dan tak akan pernah kembali."


"Percayalah padaku, kamu orang pertama yang akan aku temui setelah aku kembali dari tugasku."


"Bagaimana aku bisa mempercayai ucapanmu?"


'Aku telah berjanji untuk selalu bersamamu dan kini kenyataan mengharuskanku untuk pergi dan jauh darimu, tapi percayalah Nesya, bahwa kepergianku hanya untuk sementara dan aku pasti akan segera kembali lagi untukmu.' ucap Ravindra dalam hati.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kamu tetap menungguku, Nesya. Aku pergi, jaga dirimu baik-baik!"


"Ravindra, tunggu!" Teriakan Nesya membuat langkah kaki lelaki itu terhenti."


"Aku akan menunggumu! Tetaplah berkomunikasi dan memberiku kabar! Aku akan menunggu setiap pesan darimu. Jaga dirimu untukku!" Ravindra tersenyum bahagia mendengar kalimat Nesya.


'Apa aku harus mengatakannya?' tanya Nesya dalam hati. Ravindra telah menghilang dari pandangannya. Nesya juga kembali pada Ratu dan Destia. Mereka bertiga kembali ke rumah.


•••


Dimeja makan kediaman Jendral Rico


Nesya, Ratu, dan Destia mendudukkan tubuh mereka dimeja makan. Dan mereka mulai menikmati makanan yang tersaji diatas meja. Setelah merasa semua orang selesai makan Ratu menginjak kaki Nesya.


"Awwww!"


"Kenapa Nesya?"


"Tidak apa, ma." Keduanya saling beradu pandang.


"Pa, ma, hari ini Ratu akan berkunjung ke makam bu de Nita. Papa dan mama akan memberinya izin kan?"


"Tante Renata, om Rico, Ratu akan pergi bersama seseorang, tante dan om tidak perlu cemas, dia orang baik bahkan mama Nita telah mengenal baik kak Micky."


"Siapa Micky? Mamamu belum pernah menyebut namanya didepan om!"


"Papa, Micky pacar Ratu dan dia dulu juga teman SMA Nesya dan dia memang pemuda yang baik."


"Bagaimana kalian menilai orang itu baik atau tidak?"


"Pa, kami sudah mengenalnya cukup lama." Tiba-tiba saja Nesya teringat Aldo.


'Tidak-tidak! Dia pysico! Sementara Micky dia orang yang normal, baik, sopan, semua hal baik ada pada dirinya.' ucap Nesya dalam hati.


"Om Rico, Ratu sangat merindukan mama Nita. Selama ini Ratu hanya memiliki mama dan Ratu hanya bisa berbagi kepadanya. Ratu mohon om dan tante tolong izinin Ratu pergi."

__ADS_1


"Baiklah tapi kalian tidak boleh hanya pergi berdua!" ucapan Jendral Rico berhasil mengalihkan perhatian semua orang.


"Maksud papa?" tanya Nesya.


"Tentu papa tidak akan mengizinkan laki-laki dan perempuan pergi hanya berdua, apalagi pergi jauh! No!"


"Papa akan mengirim dua prajurit untuk Ratu!" imbuh Jendral Rico.


"Apa?" jawab mereka hampir bersamaan.


"Om untuk apa? Ratu bukan kak Nesya yang perlu dijaga."


"Tapi, mamamu telah menitipkan dan mempercayai kami untuk menjagamu! Dan Ratu, om harap kamu paham, bahaya bisa datang kapan saja dan darimana saja. Termasuk dari orang terdekat kita sendiri!" Ratu hanya bisa pasrah menerima keputusan yang telah diberikan padanya.


"Baiklah om, terimakasih."


"Destia? Apa tiga sampai empat hari kita ada jadwal?" tanya Nesya tiba-tiba.


"Tidak Nes, kita free." jawab Destia.


"Bagaimana jika kita berdua saja yang menemani mereka, pa?" usul Nesya.


"Tidak Nesya! Jika kamu memang benar inginpun, kalian akan tetap bersama bodyguardmu! Kalian paham? Papa pergi!"


"Pa, tunggu!" Jendral Rico mengurungkan niatnya untuk beranjak dari kursinya.


"Ada apalagi?"


"Pa, kenapa penjaga pintu utama ganti orang juga? Kemana mereka?"


"Mereka pergi tugas bersama Ravindra!"


"Kemana mereka akan bertugas? Di negara mana, pa?" Tak ada jawaban dari Jendral Rico.


"Nesya, papamu sudah kesiangan. Ayo pa, mama antar ke depan!"

__ADS_1


"Ingat! Jika kalian jadi pergi, kalian harus dengan para bodyguard!" Jendral Rico dan mama Renata telah berlalu.


"Kak Nesya?" keluh Ratu.


__ADS_2