
Nesya tengah berada di mobil, duduk bersampingan dengan Ratu disebelahnya yang sibuk sendiri dengan ponselnya.
"Kenapa aku harus ikut denganmu Queen? Sedari tadi kamu hanya sibuk dengan ponselmu dan terus mengabaikan aku."
"Ahhh, lihatlah! Calon istrimu ini kak Ken! Dia cemburu dengan sebuah ponsel." ucap Ratu mengadu pada Ravindra yang sedang fokus menyetir.
"Queen! Tidak lucu."
"Lihatlah! Kakakku yang cantik luar biasa nampak jelek saat marah!"
"Queen!" ucap Nesya menaikkan suara.
"Kak Ken! Mending married sama Ratu aja deh!" ucap Ratu yang membuat Nesya kesal, namun justru membuat Ravindra tersenyum bahagia didepan sana.
...( *I**ni orangnya yang tersenyum bahagia, melihat calon istrinya diledekin* )...
•••
Setelah memarkirkan mobil dengan mulus, Ravindra mulai mematikan mesin mobil dan ketiganya turun, lalu masuk sebuah Cafe.
"Dimana dia?" gumam Ratu memutar mata, celingukan mencari seseorang.
"Kamu cari siapa sih Queen? Mungkin dia belum datang. Duduk saja disini!" ucap Nesya hendak mendudukkan diri.
"Ah itu dia orangnya . . .. Kak Micky!" teriak Ratu yang sukses membuat Nesya tegap kembali dan menolehkan kepalanya.
"Micky? . . .. Dia benar-benar Micky?" ucap Nesya tak percaya.
"Hallo sayang. Apa kabar?" ucapnya mencium kening Ratu.
'Hah? Sayang? Cium? Lelaki idaman semasa SMA aku kini jadi pacar Queen? Oh tidak.' gerutu Nesya dalam hati, Ravindra hanya melirik kearahnya sebentar lalu kembali menatap sepasang kekasih itu.
__ADS_1
"Hey! Nesya? Kamu Nesya kan?" ucap Micky lalu memeluk Nesya.
'OMG! Dia memelukku? Dihadapan pacarnya?' pikir Nesya tak percaya.
"Kak Micky! Kalian sudah saling kenal?" tanya Ratu membuat Micky melepaskan pelukannya.
"Tentu, kami adalah teman semasa SMA." jawab Micky jujur. Tentu dia hanya teman, karena Nesya tidak terlalu dekat dengan teman-temannya semasa sekolah apalagi dekat dengan cowok, Nesya hanya bisa mengidolakannya saja.
"Ayo duduk!" perintah Ratu. Mereka berempat mulai duduk dan memesan minuman juga makanan. Ravindra menatap Micky dengan pandangan misterius, entah apa yang ada di otak pengawalnya itu.
"Nesya dia pacar kamu?" tanya Micky menatap Ravindra risih.
"Dia Ravindra dan di . . .."
"Kak Micky, kakak Kenzie ini calon suaminya kak Nesya." saut Ratu menyela perkataan Nesya yang belum selesai.
"Kenzie, Ravindra? ucap Micky terlihat kebingungan.
"Perkenalkan Kenzie Ravindra Adinata." ucap Ravindra menyalami Micky dan memperkenalkan diri.
"Senang bisa bertemu dengan anda." ucap Ravindra yang mulai paham.
"Tidak perlu seformal itu, panggil saja Micky!" balas Micky hanya dijawab senyum manis Ravindra.
"Ky, kamu tinggal di Jakarta sekarang?" tanya Nesya yang terus menatap Micky.
"Tidak, sebenarnya aku kemari hanya karena ingin menemui Ratu, karena aku sibuk dengan pekerjaanku."
"Sekarang kamu kerja dimana?" tanya Nesya lagi.
"Di kantor milik ayahku."
"Bukannya mereka telah meninggal?" ucap Nesya lirih, karena setahunya kedua orangtua Micky sudah meninggal sejak lama.
__ADS_1
"Iya, dulu perusahaan ayah diambil alih pamanku lalu saat aku dewasa dia menyerahkannya kembali padaku." Nesya mengangguk.
"Jadi, kapan kalian akan menikah?" tanya Micky membuat Nesya tersedak saat baru minum minuman yang diantar pelayan.
"Uhkkk... Uhkkk!"
"Kalau minum pelan-pelan." ucap Ravindra menepuk punggung Nesya sambil menatapnya.
'Dia pikir aku tersedak karena apa?' gumam Nesya dalam hati menatap Ravindra tajam.
"Sayang, nanti kita jalan-jalan dulu ya habis ini, aku masih ingin berduaan sama kamu." ucap Micky manja pada Ratu.
"Kemana? Tapi, om Rico meminta kami agar tidak lama-lama diluar."
"Memangnya kenapa?"
"Papaku kan memang seperti itu."
"Jadi, om Ratu itu papa Nesya? Jadi, Ratu keponakan kamu, Nesya?" tanya Micky tak percaya.
"Iya, lalu menurutmu dari tadi dia memanggilku kakak, kamu pikir siapa aku?"
"Ya, aku kira kakak kandungnya." jawabnya merangkul bahu Ratu.
"Kamu kan tahu aku ini anak tunggal." jawab Nesya dan Ratu bersamaan, karena memang mereka berdua anak tunggal.
"Aku tak melupakannya, sayang." goda Micky mencubit sebelah pipi Ratu.
'Membuatku panas saja kamu Micky!' batin Nesya, tersenyum canggung menatap keduanya mesra didepan mata.
'Dia benar-benar lelaki idaman, tampan, lembut, penyayang, pengusaha muda semua yang ada padanya adalah kriteriaku.' teriak Nesya dalam hati.
•••
__ADS_1
Setelah selesai mengobrol di Cafe, mereka menuju pantai, dan kini Nesya hanya berdua satu mobil dengan Ravindra, karena Ratu naik mobil Micky. Sesampainya di pantai Nesya dan Ravindra hanya duduk ditepi, enggan bergabung dengan mereka berdua yang sibuk main air dan menciptakan dunia mereka sendiri.