
Ravindra baru saja tiba dirumah, mbok Narti telah pergi sejak pekerjaannya selesai. Jadi, wajar saja jika rumahnya selalu terlihat gelap ketika dirinya baru kembali. Ravindra masuk dan menyalakan lampunya. Ia pergi ke kamarnya dan hendak mandi.
"Aku akan sangat merindukan kebodohanmu, Nesya!" ucap Ravindra saat melihat kemeja putih yang dikenakan Nesya beberapa hari lalu masih tergantung dikamar mandi. Ia pun melanjutkan aktifitasnya kembali.
•••
Dikamar, Nesya sedang berbaring di kasurnya bersama Ratu dan Destia. Mereka membicarakan masalah pekerjaan Nesya sambil memainkan ponsel masing-masing. Tiba-tiba ponsel Ratu berdering.
"Hallo! Selamat malam Ratu sayang." ucap seorang dibalik ponsel.
"Hallo, good night baby! Ada apa kak Micky sayang?" balas Ratu manja.
"Lagi apa?"
"Lagi rebahan, sama kak Nesya dan temannya."
"Apa kamu tidak merindukanku?"
"Tentu aku sangat merindukanmu. Aku juga merasa bosan saat sedang sendirian."
"Terkadang aku sangat merindukan mama juga." imbuh Ratu.
"Kamu ingin berkunjung ke makamnya?"
"Aku tidak mungkin pergi ke sana sendirian."
"Aku akan mengantar dan menemanimu."
__ADS_1
"Serius?" kegirangan Ratu membuat Nesya dan Destia kaget dan memandangnya heran.
"Tentu. Besok aku ke rumah Nesya untuk menjemputmu!"
"Apa?" Ratu memandang Nesya beberapa detik dan membuat Nesya benar-benar bingung dibuatnya.
"Baiklah. Tunggu! Apa kamu sedang berada di Jakarta?"
"Iya sayang. Bye, sampai jumpa!" Micky menutup telponnya. Sementara Nesya dan Destia memandangnya tajam tak sabar ingin mendengarkan penjelasannya.
"Katakan ada apa?" tanya Nesya penuh selidik.
"Kak Nesya, itu tadi kak Micky."
"Ya, kak Nesya juga sudah tau kalau yang meneleponmu Micky. Lalu?"
"Dia di Jakarta sekarang dan besok akan kemari menjemputku dan mengantarku ke Surabaya."
"Kak Nesya bantu Ratu dong! Ratu hanya ingin ziarah ke makam mama."
"Nesya? Apa Micky yang dia maksud adalah Micky Adriansyah Adinata teman SMA kita dulu?" Nesya hanya menganggukkan kepalanya dengan malas.
"Serius?" ucap Destia memelototkan matanya seolah tak percaya.
"Ada apa memangnya?" tanya Ratu kepo.
"Kamu tahu Ratu, Micky itu adalah orang yang Nesya . . .." dengan segera Nesya menutup mulut ember sahabatnya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Ratu bingung.
"Tidak Queen. Tadi maksud Destia adalah Micky orang yang baik menurut kak Nesya. Bukan begitu Destia?" tanya Nesya meyakinkan Ratu. Namun Destia hanya diam menatapnya.
"Oh. Kirain ada hal yang penting. Terus kenapa kak Nesya masih menutup mulutnya seperti itu?" Nesya segera melepaskan tangannya dan membiarkan sahabatnya itu menggerutu tak jelas.
"Baiklah, aku akan pergi mengambil charger di kamarku sebentar dan segera kembali." pamit Ratu meninggalkan kamar Nesya. Nesya dan Destia saling memandang satu sama lain.
"Destia apa yang akan kamu lakukan? Mereka saling mencintai. Tidak ada gunanya mengungkapkan masalah itu padanya."
"Tapi aku hanya ingin memberitahunya bahwa kamu menyukainya sejak di bangku SMA."
"Destia jangan bodoh. Micky bahkan tak pernah tau perasaanku dan aku tidak ingin membahas masa lalu. Lagipula aku hanya mengidolakannya saja. Bukan mencintainya!"
'Apa? Jadi, kak Nesya pernah menaruh hati pada kak Micky?' tanya Ratu dalam hati yang tak sengaja mendengar ucapan Nesya dari luar pintu kamar yang masih terbuka. Ya, sewaktu keluar tadi Ratu tidak menutup rapat pintu kamar Nesya.
"Kalian membahas apa?" tanya Ratu seolah tak mendengar dan tahu apapun.
"Tidak, ayo kita tidur! Aku sudah lelah dan mengantuk." ujar Nesya.
"Kak Nesya janji, harus membantuku bicara pada om dan tante. Aku hanya ingin mengunjungi makam mama saja." ucap Ratu yang tak mendapat respon. Mereka membaringkan tubuh mereka. Nesya berada ditengah, sementara Ratu dan Destia berada disisi kanan dan kiri Nesya. Ratu memandang Nesya yang kini telah terpejam.
'Apa kak Nesya masih menyimpan rasa itu hingga sekarang? Tidak-tidak. Ratu, ingat! Kak Nesya sudah punya kak Ken sekarang, mana mungkin dia mencintai dua lelaki? Tunggu! Tapi, kak Nesya belum memiliki hubungan yang jelas dengan kak Ken. Aaaa tidak!' ucap dalam hati Ratu, mencoba tetap berfikiran positif dengan saudaranya.
.
.
__ADS_1
.
.