
Setelah selesai mengobrol di Cafe mereka menuju pantai, dan kini Nesya hanya berdua satu mobil dengan Ravindra, karena Ratu naik mobil Micky. Sesampainya di pantai Nesya dan Ravindra hanya duduk ditepi, enggan bergabung dengan mereka berdua yang sibuk main air dan menciptakan dunia mereka sendiri.
"Ayo ikut denganku!" ajak Ravindra.
"Kemana?" tanya Nesya menatap matanya.
"Sudah ikuti saja, dari pada bengong ditempat seindah dan ramai ini." ucap Ravindra menarik tangan Nesya dengan lembut, Ravindra membawanya ke bibir pantai dan berjalan menyusuri pantai hingga sedikit menjauh dari ramainya pengunjung.
"Apa kamu mencintainya?" tanya Ravindra tiba-tiba.
"Siapa?"
"Dia!" jawab Ravindra menunjuk pada sepasang kekasih yang tengah asik menikmati kebersamaannya.
"Dia? Micky, pacar sekaligus calon suami Queen? Bagaimana mungkin?" jawab Nesya dengan nada bertanya.
"Ya. Kelihatan benar begitu, aku melihat tatapan yang tak biasa dari matamu untuknya. Apa kamu menyukainya?"
"Ravindra, tolong jangan bahas masalah ini! Kamu terlalu dalam masuk kehidupanku."
'Kamu juga terlalu dalam singgah di hati, pikiran dan hidupku, Nesya.' batin Ravindra.
"Ok. Ayo kemari!" perintah Ravindra melepas tangan Nesya begitu saja, membuat hati gadis itu merasa kecewa untuk beberapa detik.
"Apa yang kamu akan laku Ravindra?" Nesya heran saat melihat bodyguardnya itu menjatuhkan diri diatas hamparan pasir dan duduk tanpa menghiraukan celana dan kemejanya yang kotor tertempel pasir pantai.
"Kita akan membuat istana!" imbuh Ravindra tersenyum menatap Nesya.
"Apa masa kecilmu kurang bahagia?" tanya Nesya meledek.
"Tentu ini adalah saat yang paling bahagia dimasa kecilku. Apa kamu tidak pernah bermimpi ingin mempunyai istana saat dewasa, dengan pangeran setampan Micky itu didalamnya? Oh tidak! Sesungguhnya aku lebih tampan darinya, bukan?" ucap Ravindra menggoda, yang sudah mulai membangunan istana pasir.
"Apa kamu pernah mempunyai mimpi dimasa kecilmu?" imbuh Ravindra bertanya.
"Tentu. Aku ingin membuat orangtuaku bangga terhadapku."
__ADS_1
"Itu adalah tujuan dari semua seorang anak di dunia, Nesya?"
"Lalu apa mimpimu?" tanya Nesya dengan penasaran.
"Tinggal disini. Bersamamu dan anak-anak kita nanti." jawab Ravindra menunjuk pada istana pasir yang telah selesai dibuatnya lalu tersenyum menatap Nesya dalam, hingga ia mengalihkan pandangannya pada istana dihadapan mereka.
"Secepat ini kamu membuatnya? Bagaimana bisa?" puji Nesya kagum. Tak merespon perkataan Ravindra sebelumnya.
"Karena kamu tidak memperhatikanku, Nesya!"
"Ravindra! Awas, ombaknya akan segera datang, Ravindra!" teriak Nesya sambil berlari menjauh dari bibir pantai dengan menarik Ravindra.
"Hei, kamu kenapa Nesya? Kenapa berlari sejauh ini?" tanya Ravindra mendekat pada Nesya.
"Aku takut terseret ombak." Nesya menatap air laut, dengan cepat Ravindra berlari membopong tubuh ramping Nesya bak menggendong karung beras membawanya mendekat ke air.
"Ravindra turunkan aku! Apa yang kamu lakukan? Aku takut Ravindra!" teriak Nesya yang diabaikan Ranvindra, Nesya memang senang menikmati air pantai dari kejauhan tapi tidak untuk dekat apalagi sampai bermain air laut, itu sangat menakutkan baginya.
"Turunkan aku, Rav!" teriak Nesya memukul punggung Ravindra berulang kali.
"Aku takut!" ucap Nesya yang memang ketakutan.
"Buka matamu! Kamu harus belajar menikmati keindahan alam yang Dia berikan." ucap Ravindra menatap langit, ombak datang kembali Nesya hendak lari namun Ravindra menahannya, alhasil Nesya jatuh di pelukan sang bodyguard.
'Kenapa selalu ada yang bergejolak di hatiku saat aku dekat denganmu, Rav?' bisik Nesya dalam hati.
"Nesya, ada Hiu." bisik Ravindra ditelinga Nesya.
"Jangan bercanda!" kesal Nesya.
"Sungguh. Nesya, lihatlah di belakangmu!" ucap Ravindra meyakinkan, Nesya memutar kepala dan tak melihat ada apapun di sana, sementara Ravindra sudah lolos dari pelukan gadisnya dan berlari meninggalkannya ditengah genangan ombak laut yang menerjang.
"Ravindra!" teriak Nesya berlari mengejarnya hingga keduanya jadi kejar-kejaran, tak peduli lagi dengan ombak yang berulang kali terus menerjang. Nesya terus mengejar Ravindra dan sekali dua kali menyiratkan air laut kearahnya, hingga mereka tidak sadar sudah hampir basah kuyup.
"Ravindra! Kamu berbohong padaku!"
__ADS_1
"Apa kamu bahagia?" tanya Ravindra pada Nesya saat Nesya berhasil menangkapnya.
"Bukannya aku selalu bahagia." ucap Nesya tersenyum, karena jujur Nesya sangat bahagia hari ini.
Ravindra menarik pinggang Nesya. "Aku tidak yakin?" protes Ravindra.
"Terserah!" jawab Nesya menjauh dari pria yang membuat jantungnya ingin lepas jika terlalu lama berdekatan dengannya. "Ravindra, lihat bajuku jadi basah karena ulahmu!" alibi Nesya mengeluh, sementara Ravindra hanya tersenyum dan mengusap kepala Nesya pelan.
'Laper. Upsss baper.' batin Nesya.
•••
"Hey? Dimana kak Ken dan kak Nesya, kak?" tanya Ratu pada kekasihnya.
"Sayang! Biarkan saja mereka berdua menikmati waktu berdua, kita nikmati saja kebersamaan kita sendiri." jawab Micky acuh.
"Udahan yuk! Kita harus segera pulang, takutnya kemalaman nanti sampai rumah." pinta Ratu.
"Baiklah, sayang."
...( ini orang berdua beneran sukses bikin gemes author, Readers maaf ye gambar babang Ravindra buram begitu, abis gak ada yang kinclong pas lagi ngePantai )...
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
'