
"Ratu? Aku harus menghubunginya. Apa benar dia yang bersama Nesya saat ini?" ucap Ravindra merogoh ponselnya dan berusaha menelpon.
“Hallo Ratu. Apa Nesya sudah kembali?”
“Kak Nesya? Sudah kembali? Apa maksud kak Ken? Kak Nesya sedang kesal karena tidak diperbolehkan keluar rumah tanpamu, dan sekarang aku rasa dia sedang mengurung diri dikamar."
"Ratu! Nesya pergi dari rumah, saat aku mencarinya ternyata mobilnya mengalami kecelakaan dan seseorang mengatakan padaku bahwa dia telah dibawa ke Rumah Sakit oleh saudaranya, yang aku pikir itu adalah kamu."
"Apa? Tidak kak Ken, aku sedari tadi berada dirumah bersama tante Renata, bahkan aku baru saja kembali ke kamarku. Kak Ken, aku takut kalau sampai tante Renata dan om Rico mengetahui hal ini. Kak Nesya sedang dalam masalah besar saat ini, kak.”
“Kamu tenang Ra, aku akan berusaha untuk membawanya kembali, sebelum pak Rico pulang dan suasana semakin kacau. Jika dia telah tiba dirumah tolong segera hubungi aku. Dan jangan sampai orang rumah tahu masalah ini.”
“Baik. Aku percaya, kak Ken pasti akan berhasil menemukan kak Nesya dan membawanya kembali segera.”
“Sudah dulu Ra, aku harus melanjutkan pencarian Nesya.”
“Iya hati-hati kak Ken. Tolong bawa kak Nesya pulang, bersamamu.”
“Pasti!” ucap Ravindra lalu memutuskan telepon.
•••
"Permisi. Maaf suster, apa tadi ada pasien kecelakaan yang bernama Nesya?” tanya Ravindra saat telah sampai Rumah Sakit terdekat dan bertanya pada resepsionis.
__ADS_1
“Tunggu sebentar pak, saya cek dulu.”
“Maaf pak, tidak ada pasien yang bernama Nesya disini.”
“Suster yang benar? Coba di cek ulang, sus!”
“Maaf pak, tapi tidak ada pasien kecelakaan yang bernama Nesya disini.”
“Baik. Terimakasih, sus.” ucap Ravindra menjauh dari meja resepsionis.
“Bagaimana aku bisa menemukanmu, Nesya? Dimana kamu sekarang? Apa yang harus aku lakukan, agar bisa membawamu kembali bersamaku?”
•••
Dikediaman Jendral Rico, saat ini Ratu dan mama Renata sedang makan siang, keduanya hanya saling memandang satu sama lain, saat melihat kursi Nesya yang masih kosong.
“Baik nyonya.”
“T-tunggu!” teriak Ratu gagap saat melihat pelayan yang hendak menuju kamar kakaknya dan tentunya hal itu membuat mama Renata curiga dan si pelayan mengurungkan niatnya.
“Ada apa Ratu?”
“Tante, mungkin kak Nesya sedang istirahat. Biarkan saja dia berada di kamarnya, aku akan mengantar makan siang untuknya nanti.”
__ADS_1
“Ada apa sebenarnya Ratu? Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari tante?”
“Eemmm, t-tidak tante. Ratu hanya tidak ingin kak Nesya semakin marah, jika sampai ada yang berani mengganggunya.”
“Sungguh?” ucap mama Renata ragu.
“Iya tante. Ayo kita mulai makan siangnya, tante!” ucap Ratu, membuat keduanya mulai menyantap makan siangnya dengan khidmat, sebab tanpa ada sepatah kata pun yang keluar setelahnya.
•••
Ravindra terus melajukan mobilnya menyusuri jalan yang tanpa arah dan tujuan. Ya, mau bagaimana lagi Nesya menghilang dengan kebodohannya, dia meninggalkan handphone benda satu-satunya yang sangat penting dalam keadaan seperti ini.
“Oh! Ya Tuhan. Aku melupakan sesuatu.” Ucap Ravindra merasa bodoh karena baru menyadari suatu hal penting itu. Ia segera merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Hallo Tigger. Aku minta kalian segera cek lokasi GPS yang terhubung pada laptopku diruang markas.”
“Siap pak.”
“Secepatnya beritahu aku!”
“Pak. GPS-nya berjalan menuju arah ke luar kota.” ucap Tiger setelah diam beberapa menit.
“Apa? Luar kota? Terjunkan beberapa prajurit sekarang, ikuti dan awasi mereka! Jangan sampai Nesya terluka atau tergores sedikitpun!”
__ADS_1
"Siap laksanakan pak." balasnya sebelum panggilan terputus.
'Siapa dalang dibalik ini semua? Apa motifnya? Dan untuk apa dia membawa Nesya ke luar kota?' batin Ravindra terus bertanya-tanya. Ia melajukan mobilnya mengikuti pergerakan gps Nesya yang ada pada gelang kaki pemberian Ravindra.