Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 18 : Yang Terjadi


__ADS_3

"Masuklah, jika terjadi sesuatu aku pikir aku akan meminta kamu bertanggung jawab."


Ardhi jelas tidak akan melakukan hal aneh, jika pun terjadi karir sebagai petualangan akan berakhir di sini tanpa ia tahu siapa yang telah mengirimnya ke dunia ini, hal itulah yang ingin dia jaga.


Gloria berjalan di depan memunggungi lalu berdiri di dekat jendela, sementara Ardhi menjaga ketenangannya, dia telah melepaskan pakaiannya menunjukan setengah tubuh telanjangnya.


Yap, itu benar putih dan mulus, pikir Ardhi tapi ratu ini tidak datang untuk mengundangnya melakukan itu, hanya saja dia sengaja menunjukkan sebuah bekas luka mengerikan yang berada di punggungnya.


Itu terlihat menyakitkan dimana menyerupai bekas cakar yang cukup dalam.


"Itu?"


"Aku tidak bisa menunjukkan hal ini pada semua orang aku harap kau bisa mengerti."


"Aku bisa mengerti itu, yang tidak bisa aku mengerti adalah tolong kembalikan pakaianmu dulu saat Anda berbalik."


"Aw, kamu melihat semuanya."


Ardhi menghela nafas panjang, dia dengan cepat mengabaikan hal yang barusan yang dilihatnya dan melanjutkan.


"Jadi bisa Anda ceritakan semuanya padaku?"

__ADS_1


"Itulah kenapa aku membawamu datang kemari."


Gloria duduk di ranjang, ia menepuk-nepuk tempat di sebelahnya mengisyaratkan bahwa Ardhi untuk duduk di sana.


"Sebenarnya bukan kali pertama monster laut itu menyerang kami, hal ini telah terjadi 100 tahun yang lalu, tidak seperti sekarang kami sebelumnya tinggal di sebuah pulau bernama Island, di sana kami hidup sebagaimana manusia pada umumnya sampai para monster laut datang dan menyerang kami. Ada segelintir orang yang bisa meloloskan diri termasuk aku di dalamnya, kami memutuskan untuk tinggal di dalam air seperti yang kalian lihat sekarang... hal seperti konsep kota aku sendiri yang membuatnya."


Itulah cerita singkat dari yang terjadi di tempat ini.


"Dengan kata lain Anda berumur lebih dari 100 tahun."


"Kamu seharusnya tidak boleh mengatakan umur seorang gadis."


Ardhi segera meminta maaf dan Gloria melanjutkan.


Dia sedikit melirik belahan dada miliknya sebelum mengalihkan pandangan dengan canggung.


"Kami memerlukan bola kristalnya jadi aku akan membantu."


"Aku berterima kasih, kalau tidak keberatan tolong panggil aku Gloria saja.. itu agar kita sedikit kau tahu."


"Lebih akrab."

__ADS_1


"Benar, meski aku ratu sebenarnya aku tidak terlalu suka berkata formal."


Ardhi pikir dia mirip dengan Latifa, setelah pembicaraan itu Gloria menyambut semua orang dalam jamuan makan malam.


"Silahkan, makan sepuasnya."


"Kami tidak akan menahan diri," balas Jenifer mengambil udang raksasa di kedua tangannya.


Tidak ada pelayan ataupun penjaga hanya mereka saja, bahkan sekarang Latifa menatap tajam pada Gloria begitu juga sebaliknya


Ada kilatan petir yang saling terpancar di antara keduanya dan mereka bergumam hal sama.


"Saingan cinta."


Jenifer tertawa dan berbisik pada Ardhi.


"Kau yakin tidak terjadi apapun di antara kau dan ratu ini."


"Sudah jelas kan, mana mungkin aku melakukan hal tidak-tidak."


Makan malam mereka lebih terasa canggung dengan kedua orang ini yang terang-terangan saling menggoda Ardhi dengan menyuapi makanan ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi di sini?" pertanyaan Ardhi tidak pernah terjawab bahkan saat pagi tiba dan saat ini semua pria dewasa telah dikumpulkan untuk menyerang pulau Island, sejak kemunculan mereka tidak ada yang berani keluar dari pelindung ini, karena itulah jika mereka berhasil membasminya maka mereka akan bisa hidup seperti sedia kala.


__ADS_2