
Setelah memikirkannya mereka memilih quest untuk mengalahkan goblin, di dekat sini ada sebuah pemukiman desa yang menjadi tempat tinggal mereka, terkadang para goblin akan menyisir daerah hutan untuk berburu dan sekarang kelompok Ardhi yang akan melakukannya.
Quest ini selesai jika mereka membunuh 20 goblin tanpa harus terlibat dengan hal merepotkan, alih-alih menyerang pemukimannya mereka lebih mengincar para penjaganya yang berada di luar pemukiman.
Ardhi dan rekannya bersembunyi di balik pohon untuk mengendap-endap mangsanya, membunuh mereka mungkin pekerjaan mudah, yang mereka khawatirkan adalah cara agar mengelabui para goblin pengawas.
Pemukiman goblin sama seperti pemukiman manusia, mereka membentuk sebuah benteng serta menara-menara pengawas untuk melihat keadaan di luar, saat mereka melihat pergerakan mencurigakan mereka akan menyembunyikan lonceng sebagai tanda dan pada akhirnya goblin pemanah akan segera menembaki mereka dengan hujan panah.
Nisa menunjukkan dua belati di tangannya.
"Aku sangat bersemangat sekarang nyan."
"Kita hanya akan membunuh 20 ekor saja, setelahnya kita lari."
"Kita tidak akan menghancurkan pemukiman ini?" tanya Mery.
"Kita tidak mungkin melakukannya, sejak lama seluruh petualang ingin menghancurkan mereka namun sampai sekarang mereka tidak bisa melakukannya."
"Dengan kata lain mereka sangat kuat."
"Iya, seluruh desa di dekat sini lebih memilih untuk pergi dibandingkan hidup berdekatan dengan mereka... dan satu hal lagi yang kupikirkan?"
Semua orang menunggu Ardhi untuk melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Aku yakin di kota Georginia tidak ada petualang atas."
"Bukannya mereka bilang bahwa mereka sedang melakukan misi?" ucap Latifa.
"Tidak, itu semuanya bohong... jika ada petualang atas sudah sepatutnya goblin di sini dimusnahkan, mereka terlihat diam namun sebenarnya para goblin ini kerap menyerang manusia untuk memakan daging mereka."
"Itu buruk."
"Iya, quest ini hanya berfungsi mengatur jumlah mereka agar tidak terjadi lonjakan signifikan."
"Jadi begitu."
Nisa memotong.
"Kita akan menyerangnya, bersiaplah."
Ardhi mengambil kerikil di bawah kakinya lalu melemparkannya sedikit jauh dari mereka agar menara pengawas tidak bisa memperhatikan mereka.
Tepat saat keduanya pergi memeriksanya, Ardhi dan Nisa menikam mereka dari belakang tepat di jantung hingga keduanya roboh.
Latifa bertugas untuk memotong telinga mereka sebagai bukti untuk ditunjukan ke guild, mereka hanya membawa pedang berkarat serta beberapa koin perunggu.
Anggap saja itu bonus.
__ADS_1
Ardhi pikir ingin mengubur kedua goblin ini tapi itu mustahil jadi dia hanya menyembunyikannya di semak-semak hingga pada akhirnya akan ada monster lain yang akan memakannya.
Mereka melakukan hal yang sama dan sekitar 15 goblin dibunuh secara sama, sayangnya mereka tertangkap basah oleh para goblin pemburu sehingga pertarungan tidak bisa terelakan.
Ardhi melawan dua goblin yang bergiliran menyerangnya dengan pisau pendek, Mery melindungi Latifa di belakang dari serangan tiga goblin sekaligus dan Nisa harus berhadapan dengan goblin yang cukup besar, dia disebut sebagai Hobgoblin jadi kekuatannya cukup mengerikan.
Setelah menumbangkan dua goblin yang berurusan dengan Ardhi, dia kemudian membantu Nisa. Hobgoblin itu menggunakan sebuah golok besar dan ketika menghantam lawannya sulit untuk tidak terlempar.
"Ardhi?" teriak Nisa.
"Aku tak apa, tetap fokus."
"Baik."
Mery telah menghabisi goblin di dekatnya meski begitu dia terduduk. Apa senjata goblin diracuni?
Latifa segera menggunakan sihirnya untuk menyembuhkannya.
"Dewi Cahaya Herina lindungi kami, Cure."
Dia bisa berdiri kembali.
Heal untuk luka.
__ADS_1
Cure untuk racun, mantera itu sangat berguna.