Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 54 : Akhir Quest


__ADS_3

"Airnya sangat segar nyan."


"Nisa berhentilah membuat keributan, bagaimana jika seseorang melihat kita telanjang seperti ini."


"Ini sudah sore dan kita di dalam hutan jadi tidak ada orang yang muncul nyan... lihat Tiffany bahkan terang-terangan menunjukkan tubuhnya... dadanya besar, boleh aku pegang nyan."


"Tentu saja."


"Hore."


"Pelan-pelan."


"Tiffany bisa berbicara feminim juga."


Sementara keduanya melakukan tindakan yang tidak senonoh, Yumi tampak kesal di bandingkan siapapun, dirinya mungkin yang paling tumbuh sedikit lambat dari semuanya khususnya tinggi badan.


Mery menepuk bahunya selagi berkata pelan.


"Masih ada kesempatan, jangan menyerah."


"Jangan mengasihaniku," protesnya demikian.


Setelah mandi mereka kembali ke tempat berkemah dan melihat bahwa ketiga pria yang bertugas menyiapkan makanan telah selesai.


Mereka membuat sup kentang daging yang mudah dibuat di dalam hutan, bahkan di dalamnya juga terdapat beberapa potongan jamur dan sebagainya.

__ADS_1


"Kalian sudah selesai, duduklah... aku akan segera menyajikannya dalam mangkuk," suara itu berasal dari Ardhi.


"Di mana Yugo?" tanya Yumi dan Roy menunjuk ke arah tenda di mana dia duduk dengan suram.


"Kenapa dia?"


"Dia sedikit kesal karena Ardhi-chan lebih pandai memasak dibanding dirinya."


"Yugo bisa seperti itu, dengan kata lain Ardhi jauh lebih pandai memasak."


"Yumi-chan akan tahu setelah mencoba masakannya."


Ketika dia menyuapkan sendok ke dalam mulutnya, wajahnya tampak berbinar.


"Memang sangat enak."


"Yugo-chan lebih baik kau cepat bergabung dengan kami atau tidak ada makanan untukmu."


"Apa!"


Dia buru-buru bergabung.


Pagi berikutnya jumlah goblin yang tersebar di hutan semakin bertambah, kini satu kelompok tidak hanya ada satu Hobgoblin melainkan ada 2-3 ekor yang lainnya.


"Mereka jelas memiliki kecerdasan untuk beradaptasi dengan kondisi saat mereka diserang," ucap Latifa.

__ADS_1


"Seberapa pintar mereka kita hanya harus menghabisinya saja, bergerak," atas pernyataan Ardhi mereka semua kembali berburu.


Beberapa hari berlalu dengan singkat dan ketika memasuki dua Minggu, rencana mereka sesungguhnya siap dilakukan. Tidak seperti biasanya mereka kini melakukannya pada malam hari.


Roy melemparkan tali dengan ujung pengait, setelah memastikan semuanya aman dia memanjat ke atas dan Nisa mengikuti dari belakang.


Roy menarik sebuah busur dan panah dengan ujung tali dilesatkan jauh menancap di depan bangunan rumah dan kemudian keduanya meluncur dengan baik.


Berbeda dari kelompok Ardhi, kelompok Yumi memiliki tas penyimpanan yang mana di dalamnya terdapat banyak cairan terbakar.


"Mari lakukan."


"Siap nyan."


Selagi menghindari para penjaga cairan itu disebar ke segala arah, pemukiman ini sangat luas hingga mereka memerlukan waktu yang sangat lama.


Ketika itu siap, Nisa menggunakan mantera api sederhana dan salam sekejap api tercipta, tak hanya satu tempat di tempat lainnya secara serempak ikut terbakar.


Nisa dan Roy berhasil keluar dari sana, dan ketika mereka berbalik asap telah mengepul ke udara hingga keesokan paginya semua orang bisa memastikan seluruh goblin telah pergi dari tempat tinggal mereka.


"Kerja bagus, ini bayaran kalian."


Di guild Crimson Opera, Eve memberikan secara langsung upah mereka yang mana mereka bagi dua.


"Menyenangkan sekali kita bisa berkelompok dengan kelompok Ardhi, kalau ada kesempatan lain kali mari lakukan lagi."

__ADS_1


"Tentu saja."


Yumi dan Ardhi saling berjabat tangan di luar guild sebelum akhirnya berpisah. Kedua kelompok ini telah diakui memiliki kemampuan yang setara.


__ADS_2