Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 57 : Rahasia Dari Kerajaan


__ADS_3

Di dalam hutan yang rimbun kelompok Ardhi sedang bersembunyi di balik pohon, mereka tidak mengincar monster melainkan manusia yang tergabung dalam organisasi yang disebut sebagai sekte serigala hitam.


Mereka adalah salah satu sekte gelap yang bertujuan untuk membangkitkan raja iblis, konon di masa lalu raja iblis telah memberikan ketakutan luar biasa dia bahkan dengan kekuatannya mampu membelah satu benua dengan mudah.


Jika demikian, tidak ada orang-orang normal yang menginginkan dia untuk dibangkit lagi.


"Jadi di sana tempat persembunyian mereka, apa harus kita bunuh?"


"Tidak ada jalan lagi, jika kita membiarkan mereka hidup akan ada orang yang tidak berdosa yang akan mati karenanya, mari lakukan."


Ardhi kini hidup di dunia di mana hal seperti pembunuhan sering terjadi, jika dia ragu dia tidak akan bisa melindungi siapapun.


Enam pedang dari pinggangnya terangkat ke udara kemudian melesat maju menembus setiap penjaga musuh.


Nisa berkata.


"Ada beberapa dari mereka di dalam hutan aku yang akan mengatasinya nyan."


"Dimengerti."


Latifa, Mery dan Ardhi mengangguk kemudian menerjang ke depan. Para bawahan sekte serigala mulai keluar dari rumah persembunyian mereka dan dengan cekatan mereka menghabisi mereka.

__ADS_1


Latifa menggunakan sihir cahaya untuk membuat pisau-pisau yang menembus setiap musuh, dan Mery menerbangkan mereka layaknya sebuah kapas.


Hanya menunggu waktu sebentar mereka bisa masuk ke dalam.


"Mereka tidak terlalu kuat dari yang kita bayangkan, apa mereka benar-benar dari sekte itu."


Jika mengingat serangan ke kota waktu itu, jelas terasa mustahil.


"Ada sesuatu di sini?"


Ardhi dan Latifa mendekat ke arah Mery yang menemukan tubuh gadis yang terikat dan wajahnya tertutup kain.


Saat dia terbuka, Latifa terkejut hingga dia kehilangan keseimbangannya.


Jika disebut kurus tidak sepenuhnya tepat, karena dia memiliki dada yang cukup besar untuk menopang kesempurnaan penampilannya.


"Tuan putri Asenola?"


"Kau pasti bercanda, tuan putri mana mungkin berada di tempat seperti ini."


"Tidak, itu benar dia... aku sangat mengenalnya karena kami tumbuh bersama di kerajaan, jika ia di sini lalu yang kutemui di istana."

__ADS_1


Tak perlu berfikir untuk menembak apa yang terjadi.


"Yang ada di kerajaan putri palsu," perkataan Ardhi sangatlah tepat, Mery memeriksa denyut nadinya dan dia bilang bahwa dia baik-baik saja walaupun sekarang sudah tak sadarkan diri.


"Dengan kata lain orang yang mencoba membunuh Latifa sejak lama adalah putri palsu."


"Tidak salah lagi, untuk berjaga-jaga aku akan sedikit menyembuhkannya dengan sihir suci," tepat ia mengatakannya, seseorang dilemparkan ke udara kemudian menabrak jendela dan meledak setelah menghantam tembok.


Dia adalah Nisa yang memuntahkan darah dari mulutnya.


"Maaf Ardhi, sepertinya aku tidak bisa mengatasi yang satu itu," katanya.


Ardhi melirik ke arah luar dan melihat seorang pria berambut merah sedang bermain dengan bola api raksasa.


"Ada tikus di sini, maka matilah!" teriaknya dan seluruh bangunan itu diledakan dengan kobaran api merah yang membumbung tinggi.


Pria itu mendecapkan lidahnya melihat bagaimana kelompok Ardhi masih bertahan, itu adalah kemampuan Mery di mana ia menggunakan perisainya untuk menciptakan lingkaran pelindung yang melindungi semua orang di dekatnya.


"Syukurlah aku tidak terlambat mengaktifkan Absolute Shield-ku."


"Kerja bagus Mery."

__ADS_1


Pria itu membalas.


"Kurasa kalian cukup kuat juga."


__ADS_2