Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 30 : Membeli Rumah


__ADS_3

Eve sebagai guild master, baru saja turun dari lantai dua, beberapa orang terlempar kepadanya namun dia bisa menghindarinya dengan santai.


"Kalian semua malah merusak properti guild, aku pastikan kalian akan menggantinya nanti," katanya selagi meniup asap dari mulutnya dan berjalan ke kelompok Ardhi selagi melemparkan kantung berisi 300 koin emas yang ditangkap baik oleh Nisa.


"Whoa! semuanya emas... ini sudah cukup untuk membeli rumah untuk kita."


Ardhi tersenyum masam.


"Apa ini?"


"Tentu saja bayaranmu, kau telah menyelamatkan kota ini jadi ambillah semuanya."


"Bukannya semua orang juga?"


"Semua orang di guild sudah mendapatkan bagiannya, itu jumlah yang layak untuk kalian, bahkan aku merasa masih kurang untuk berterima kasih."


Yumi memukul punggung Ardhi.


"Terima saja, harusnya seseorang bisa mati karena serangan monster sebanyak itu tapi dengan usaha kalian tidak terjadi, kita memiliki petualang atas tapi mereka tidak berada di sini, sungguh konyol bukan."


Pada akhirnya Ardhi memilih menerimanya lalu keluar dari guild, dia singgah untuk memperbaiki pedangnya di pandai besi sebelum memutuskan untuk mengunjungi agen jual beli rumah.


Mereka memutuskan membeli sebuah rumah sederhana berlantai dua, dengan empat kamar tidur, dapur, kamar mandi serta ruangan tamu.


Yang terbaik dari tempat ini mereka mempunyai halaman luas yang dipenuhi rerumputan.


"Mereka tidak berniat membersihkan tempat ini nyan."


"Dari yang kudengar di sini ada hantu karena itulah kita bisa mendapatkannya dengan harga 200 koin emas, tapi tak masalah... jika dia muncul aku akan segera memurnikannya."

__ADS_1


"Hantu kah? Mungkin saja dia hantu baik."


Ardhi pikir anggotanya sama sekali tidak takut hantu, apa gadis-gadis sekarang tidak terlalu memikirkannya? Kurasa begitu.


Latifa berdiri di depan yang lain dengan selembar kertas yang berisi pekerjaan semua orang.


"Ardhi akan membersihkan perkarangan rumah, untuk sisanya di dalam, kita perlu menyapu, membersihkan lantai dan juga jendela. Apa ada yang keberatan?"


"Tidak, mari lakukan nyan."


"Hoh."


Mereka bergerak secepatnya.


Ardhi mengambil gunting rumput dan mulai memotong rumput, dia harus berjongkok dan melindungi kepalanya dengan anyaman topi agar tidak kepanasan.


"Begitulah."


Ardhi berbalik dan melihat sepotong kain berwarna putih di atasnya, tepatnya itu adalah pakaian dalam dari seorang gadis yang melayang di udara.


"Ugh, semuanya terlihat."


"Uwah.. kau mengintip rokku."


Dia buru-buru menutupinya.


Yang melayang itu adalah gadis dengan rambut pirang panjang dengan pita biru di belakangnya, mengenakan gaun terusan berwarna serupa dengan perpaduan biru dan putih serta mata hijau jade yang mempesona.


Ardhi memucat.

__ADS_1


Hantunya muncul, di siang hari lagi.


"Kamu baik-baik saja, yah bukannya aku marah lagipula barusan memang kesalahanku. Aku tidak memikirkan hal itu... biasanya orang-orang yang melihatku langsung lari, aku senang bahwa kau tidak melakukannya terlebih kamu juga bisa melihatku dengan jelas."


Ardhi mengalihkan pandangannya.


"Sepertinya ada seseorang yang berbicara barusan."


"Kejam sekali, kamu pura-pura tidak melihatku."


Ardhi pikir sudah terlambat untuk melakukannya.


"Jadi siapa kau?" tanyanya.


"Namaku Mira, aku... penjaga rumah ini."


Ada jeda di perkataannya seolah dia tidak ingin disebut hantu, Ardhi juga memperkenalkan dirinya dan mengatakan mulai hari ini akan tinggal bersama temannya hingga ia menangis.


"Akhirnya ada yang mau tinggal di sini juga, aku sangat kesepian... Ueeee."


"Tolong jangan menangis."


"Baik."


"Jadi Mira kamu akan mengutuk kami."


"Mana mungkin aku melakukannya, aku selalu ingin memberikan kebahagiaan ke setiap orang.. tadi Ardhi sangat bahagia melihat pakaian dalamku, apa aku harus menunjukannya lagi?"


"Tolong jangan lakukan itu," kata Ardhi menyelesaikan kesalahpahaman ini.

__ADS_1


__ADS_2