Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 52 : Sebuah Rencana Dari Petualang Rank-C


__ADS_3

Ardhi sedikit tersenyum masam namun, jika semua orang berpikir bahwa dia harus memimpin maka tidak ada jalan untuk menolak.


Menjadi pemimpin memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi anggotanya, jika harus memilih Ardhi tidak keberatan sesekali mengikuti perintah orang lain, selagi menatap bangunan tinggi yang menjadi menara pengawas goblin Ardhi meminta untuk memberikan informasi singkat tentang kemampuan kelompok Yumi.


Untuk Yumi sendiri ia telah mengetahuinya dengan baik, yang tersisa adalah anggotanya.


Roy merupakan thief sama dengan Nisa yang mana keduanya ahli dalam penggunaan belati, untuk Yugo dia seorang penyihir yang bisa menggunakan sihir penyembuh dan serangan, sebuah kombinasi yang jarang dimiliki kebanyakan orang dan untuk Tiffany dia seorang warrior yang bisa menangkis dan bertahan layaknya tank mirip Mery.


Ini hanya sebuah kelompok standar.


Jika harus digolongkan maka Yumi berada di kelompok penyihir. Ardhi menyusun lawan yang harus mereka hadapi, sebelumnya dia pernah datang kemari jadi dia tahu bagaimana musuh beroperasi.


Ada beberapa jenis goblin, pertama goblin pemanah yang bertugas sebagai pengawas. goblin penjaga yang kerap berjaga di sekeliling pemukiman dan selalu terlihat bersama Hobgoblin sebagai pemimpin serta goblin penyihir yang bisa menggunakan sihir api.


Dengan keseluruhan informasi yang diberikan Ardhi semua orang mengangguk kecil.


"Tak kusangka Ardhi-chan lebih berpotensi dari Yumi-chan kami."


"Aku juga tidak kalah dengan Ardhi."


"Kurasa ini bukan waktunya bertengkar."

__ADS_1


"Pertengkaran akan membuat hubungan jadi akrab."


Mereka memang kelompok yang bebas.


"Jadi apa yang akan kita lakukan Ardhi?" tanya Yumi.


"Kita tidak bisa masuk sebelum gerbangnya terbuka kita akan mengirim dua orang dari kota untuk lebih dulu masuk dan membuka gerbangnya."


"Dengan dinding setinggi itu, akan sulit untuk melakukannya tanpa ketahuan dan juga kita bisa disergap dengan mudah."


Menyerang pada siang hari memang memiliki kerugian besar tapi menyerang malam hari juga bukan berarti mereka diuntungkan, monster memiliki penglihatan baik saat bertarung malam hari.


"Aku punya ide yang berbeda tapi mungkin akan memakan waktu yang lama... pertama kita hanya menyerang dengan jumlah kecil dan kita belum tahu seberapa banyak goblin yang berada di sana, dalam kasus terburuk mungkin di dalamnya ada sekitar 100.000 goblin."


"Aku tidak ingin mengatakannya tapi dengan seberapa lama mereka bermukim dan jumlah yang seiring bertambah banyak, aku yakin bahwa jumlahnya sebanyak itu atau lebih."


"Benar-benar parah, ini semua karena petualang kuat kita malah pergi sedangkan petualang bawah tidak ingin mengambil resiko dengan Hobgoblin," tambah Latifa kemudian disusul Mery.


"Ini benar-benar sebuah pembantaian."


"Singkatnya manusia atau goblin yang akan hidup di kerajaan ini."

__ADS_1


Tiffany mengatakan hal yang sebenarnya.


"Bagaimana rencananya?"


"Kita akan terus berburu di luar pemukiman goblin, ketika mereka merasa ada yang salah mereka akan terus mengirimkan jumlah yang besar untuk mengalahkan kita dan saat waktunya tepat aku ingin Nisa dan Roy masuk ke dalam pemukiman goblin."


"Ardhi-chan ingin membuat kami melawan 100 ribu goblin hanya berdua."


"Benar sekali tapi kurang tepat disebut melawan... aku ingin kalian berdua membakar semuanya, memang benar hal seperti itu tidak akan membunuh mereka namun paling tidak itu bisa mengusir mereka untuk pergi dari sini. Aku yakin mereka akan pergi ke pemukiman monster yang tidak memiliki penduduk manusia di dalamnya."


"Jadi begitu, membuat kerusuhan di luar kemudian menyerang diam-diam."


Atas perkataan Yumi, Ardhi mengangguk mengiyakan.


"Suatu hari goblin memang akan datang kemari lagi namun saat itu kita pasti sudah memiliki banyak petualang hebat, dari awal hal yang diminta dari guild master bukanlah sesuatu yang masuk akal, seberapa kuat kita selalu memiliki batasan jika harus melawan monster dalam jumlah besar atau sejujurnya aku ingin menggunakan cara mudah tanpa memberikan resiko tinggi."


"Ardhi-chan lebih rasional dari orang-orang yang aku kenal, aku jelas akan ikut."


"Apa maksudmu itu? Apa kau bilang aku tidak rasional."


Semua orang menjatuhkan bahu atas pernyataan Yumi dan Tiffany mengangkat jempolnya.

__ADS_1


"Apapun itu, selagi aku bisa bertarung oke."


Selanjutnya mereka pun bergerak.


__ADS_2