
Apa ini benar-benar terjadi?
Beberapa hari setelah misi gabungan bersama kelompok Yumi selesai, Ardhi sedang bertanya-tanya tentang perubahan hidupnya yang terjadi. Kini dia hidup dengan banyak wanita di kediaman mewah yang direnovasi dengan uang Eve dan sekarang dia dilayani layaknya raja.
Berdiri di belakangnya adalah Lynn yang memijat bahunya, di samping kirinya adalah Carmen dan di sisi berbeda adalah Lila, keduanya sedang memijat tangannya.
"Bukannya kalian terlalu memanjakanku."
"Tidak, ini tugas pelayan untuk membuat majikannya merasa nyaman setiap berada di rumah. Jangan menahan diri, tuan bisa meminta apapun pada kami... Apapun itu maksudnya apapun, iya apapun."
Carmen jelas sangat agresif.
"Kalau begitu bisakah kalian berhenti menyelinap ke kamarku."
"Di tolak." x3
Ketiganya berkata dengan serempak yang mana menunjukan wajah bermasalah Ardhi, semenjak ia membeli ketiganya di pasar budak mereka terlalu lengket padanya.
Awalnya Ardhi pikir mereka hanya mencoba berterima kasih namun lama-kelamaan ia berpikir mereka melakukannya terlalu berlebihan.
Tak lama kemudian Nisa, Mery dan juga Latifa muncul setelah menuruni tangga. Rumah ini sudah diperbesar namun hanya sampai lantai dua agar tidak terlalu lelah saat harus naik ke atas.
Mereka bertiga mengenakan pakaian kasual yang jarang mereka kenakan.
"Kalian mau kemana dengan pakaian seperti itu?"
"Ardhi penasaran, ini adalah waktunya untuk para gadis memanjakan dirinya juga, Mery dan Nisa juga berfikiran sama."
"Tentu saja, terjebak di hutan sangat membosankan aku ingin beli pakaian, makanan, merawat kuku dan juga mengunjungi pemandian umum nyan."
Ekornya bergoyang menunjukan rasa senang.
"Aku juga berniat merawat tubuhku mulai sekarang," tambah Mery.
"Jangan terlalu larut pulangnya."
__ADS_1
"Baik."
Ardhi melihat kepergian ketiganya.
"Kupikir sudah waktunya kalian berhenti memijatku, sekarang aku ingin mengajari kalian cara membuat cokelat."
Lynn membalas dengan memiringkan kepalanya.
"Apa itu cokelat?"
"Semacam makanan manis, aku pikir aku sudah membuat beberapa persiapan."
Ketiganya menatap Ardhi dengan mata berbinar, tidak ada wanita yang menolak makanan manis mereka jelas selalu antusias dengan hal seperti itu.
Setelah memasang apron, Ardhi menjelaskan sedikit tentang cokelat serta cara mengolahnya, biasanya di dunianya sebelumnya ada sebuah event bernama Valentine namun di dunia ini sama sekali tidak ada meski demikian untuk bahan pembuatan cokelatnya sendiri tetap ada seperti pohon kakao yang tubuh subur di dalam hutan.
Ketiga pelayan mulai melarutkan batangan cokelat menjadi cair sampai Eve muncul dengan gaun lingerie-nya, dia jelas baru bangun tidur.
"Pagi-pagi ini kalian sudah bersemangat, apa yang sedang kalian buat?"
"Aku lebih nyaman menggunakan pakaian seperti ini saat di rumah."
Itu jelas kelakuan aneh.
Eve memeluk Ardhi dari belakang dan itu sedikit membuatnya terlihat malu.
"Dada besarmu menempel."
"Memang sengaja."
Ketiga pelayannya menunjukkan wajah ketidak senangan namun mereka memilih untuk fokus mengaduk dan mulai mencetak lelehan cokelat ke dalam cetakan berbagai bentuk. Mira yang merupakan hantu baru saja muncul setelah menembus langit-langit.
"Aromanya enak."
"Mira apa kau mau mencoba membuatnya juga."
__ADS_1
"Terlihat menyenangkan, aku ingin mencobanya."
Mira melakukannya dengan kekuatan Poltergeist.
"Sebaiknya kau juga ikut."
"Malas ah, aku tidak ingin melakukan apapun... ini adalah hari libur berharga untukku."
Ardhi pikir sampai kapan dia memeluknya dia lebih cocok disebut koala sekarang. Di dunia ini ada benda yang menyerupai kulkas hanya saja itu dibuat dari kayu tertentu, walau demikian hasil kerjanya tetap sama.
Seluruh cetakan cokelat dimasukan ke dalamnya dan setelah menunggu beberapa jam mereka mengambilnya untuk dihidangkan ke atas piring.
Ketika mereka menggigitnya seketika rasa manis terasa di mulut mereka.
"Ini sangat enak," ucap Carmen di susul Lynn dan Lila.
"Aku sangat menyukainya."
"Aku juga."
Eve juga berkomentar.
"Ini mengagumkan, jika kau menjualnya kau bisa untung besar Ardhi."
Mira memotong.
"Aku ingin mencobanya, biarkan aku merasuki dirimu Lynn."
"Hanya sebentar."
"Aku mengerti, aaah... Ini sangat enak."
Ardhi memikirkannya.
Kurasa tidak buruk untuk membuat sebuah toko kecil sebagai pemasukan tambahan.
__ADS_1