Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 33 : Bertemu Penjual Budak


__ADS_3

Ardhi bertemu dengan seorang pemilik tempat ini yaitu pria gemuk dengan kumis panjang serta pakaian mewah.


"Halo, halo, namaku Doris, senang bahwa Anda ingin membeli budak di tempat kami."


Ketika dia menjulurkan tangan untuk berjabat tangan kepalanya bersinar.


Efek rumah kaca kah, ucap Ardhi dalam hati sebelum menerima jabat tangannya dan duduk, Elf yang tadi, telah menaruh minuman untuk keduanya.


"Jadi budak seperti apa yang tuan inginkan, kami tak terbatas dengan wanita, ada pria juga tapi kebanyakan orang lebih membeli wanita untuk kebutuhan malam mereka."


Ardhi bukan orang seperti itu karenanya dia tidak berfikir hal-hal kotor di dalam kepalanya, yang dia inginkan hanya bisa bekerja kembali sebagai petualang.


Mira dengan santai melayang di dekat Doris dan melihat kepalanya yang bersinar.


"Ini pasti faktor stress."


Tentu saja hanya Ardhi yang bisa melihat itu.


"Aku ingin membeli tiga orang, pertama budak yang paling mahal dan budak paling murah."


"Boleh aku tahu alasannya?" Doris sedikit khawatir.


"Kudengar budak paling mahal sangat piawai dalam segala hal dan budak paling murah tidak terlalu, jika aku membeli yang mahal aku bisa memintanya untuk mengajari yang lain."

__ADS_1


"Itu logika yang bagus, yang paling mahal di sini adalah Lynn."


Dia menunjuk ke arah elf sebelumnya.


"Banyak orang yang berusaha menawarnya tapi aku masih ragu memberikannya karena mereka benar-benar memiliki tatapan mesum padanya, tapi aku akan memberikannya jika Anda bisa membelinya dengan 50 koin emas."


"Kau yakin?"


"Tentu saja, sepertinya Lynn juga tidak keberatan.. dia sudah lama di sini, aku pikir ia akan senang jika bersama majikan yang baru, dan untuk yang murah... tolong panggil mereka."


"Baik."


Lynn pergi dan kembali lagi bersama seorang ibu dan putrinya yang masih 5 tahun, keduanya memiliki rambut oranye dan warna mata yang selaras.


"Bagaimana, Anda bisa langsung membawa mereka?"


"Kalau begitu aku menerimanya."


"Datang lagi kemari jika tuan butuh sesuatu, aku akan dengan senang menyambut kedatangan Anda."


Dia membungkuk dengan kepala bersinar.


"Ah, oke."

__ADS_1


Dia mengatakannya seolah aku ini penggemar budak atau semacamnya.


"Mulai sekarang kalian akan bekerja untukku, mohon bantuannya."


Ketiganya kebingungan.


"Yah, kalian akan dapat bayaran saat bekerja di rumahku dan juga hari libur."


"Bukannya itu terlalu berlebihan untuk kami?" tanya Lynn.


"Benarkah, malah aku bersalah belum bisa membayar kalian dengan harga semestinya dan mungkin untuk sementara kalian harus tidur di ruangan yang sama, aku perlu memperbesar rumah.. walaupun sebenarnya aku tidak punya uang lagi untuk melakukannya secepat mungkin."


"Tidak, malah kami sangat berterima kasih jika Anda memikirkan kami."


Carmen tampak menangis selagi memeluk putrinya.


"Ugh, apa aku mengatakan hal salah?"


"Sebenarnya Carmen dan putrinya kehilangan suami dan sosok ayah baru-baru ini karena serangan monster, keduanya datang ke penjual budak karena tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka, dan sepertinya mereka senang karena Anda yang membeli mereka."


"Ah begitu."


Dimana pun kau berada dunia memang sedikit kejam untuk beberapa orang, Mira menunjukan wujudnya di depan semua orang saat sesi pengenalan berlangsung. Mereka terkejut namun sebenarnya dari awal dia sudah ikut dengan Ardhi.

__ADS_1


Kuharap mereka bisa akrab satu sama lain.


__ADS_2