Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 34 : Kembali Berpetualang


__ADS_3

Selama rumah belum diperbesar Ardhi memilih tidur di ruang tamu, dia menarik selimut untuk dirinya dan terkejut saat sosok tiba-tiba muncul di depan matanya.


"Nisa?"


"Aku hanya mejahilimu nyan~"


"Tolong jangan lakukan itu... apa kau tidak bisa tidur?"


"Ah iya."


"Mau minum teh."


"Kalau tidak keberatan aku mau."


Sejujurnya Ardhi juga tidak terlalu mengantuk, dia membawa Nisa ke perkarangan rumah setelah memberikannya teh hangat.


Pemandangan langit malam berbintang adalah hal yang mereka lihat saat ini.


"Nyaman sekali, tehnya juga sangat manis nyan~"


"Senang jika kau menyukainya."


Ardhi pikir dia ingin melakukan pembicaraan yang lebih serius dengan Nisa.


"Nah Nisa, kau bilang ada seseorang yang ingin kau bunuh? Siapakah dia?"


"Soal itu?"


"Tak masalah untuk tidak mengatakannya kalau tidak ingin."

__ADS_1


"Tidak, kurasa aku harus mengatakannya kita sekarang anggota yang sama. Aku tidak mungkin terus menyembunyikannya.. jika dibilang seseorang aku pikir perkataan pantas untuk menggambarkannya bahwa dia seekor monster."


"Monster?"


"Iya, ada monster bernama harimau bertaring pedang, makhluk ini kerap menyerang desa dan membunuh siapapun yang dia lihat.. suatu malam dia muncul dan menghancurkan desaku hanya aku yang selamat dan semua orang yang kukenal telah meninggal.. Aku menjadi petualang juga karena ingin membunuhnya sendiri. Carmen dan putrinya juga adalah orang yang memiliki nasib yang sama denganku."


Itu mengejutkan Ardhi.


Sepertinya Nisa telah bertanya lebih dulu padanya.


"Apa menurutmu kita bisa mengalahkannya dengan kemampuan yang sekarang?" atas pernyataan Ardhi, Nisa menggelengkan kepalanya.


"Ia terlalu kuat, paling tidak kita harus berada di peringkat A."


Ardhi merasa kesal tapi memang begitulah keadaannya, mereka hanya petualang rendah meski begitu Ardhi berdiri dengan sebuah harapan.


"Hoh, Ardhi kau menjadi bersemangat nyan."


"Tentu saja, kita akan melakukannya."


"Iya hehe rasanya aku senang bahwa aku sudah mengenalmu Ardhi."


Dia memalingkan wajahnya.


"Jangan mengatakan hal seperti itu, aku merasa malu."


"Haha ternyata kau bisa bersikap seperti itu nyan."


"Berisik."

__ADS_1


Orang-orang yang mengintip sejak tadi dari kejauhan juga tersenyum lembut ke arah keduanya.


Pagi berikutnya Ardhi, Latifa, Mery dan juga Nisa telah berkunjung ke guild seperti biasanya. Mereka berdiri di papan permintaan untuk mengambil pekerjaan berikutnya.


Dalam dua Minggu mereka sudah harus menyelesaikan 10 quest agar bisa ikut ujian kenaikan peringkat.


Sementara mereka memilih Cathy mengawasi dari tempatnya bersama Yumi yang duduk di depannya.


"Mereka terlihat bersemangat."


"Seperti itulah, aku senang mereka di sini.. dibandingkan para petualang peringkat atas mereka jauh lebih baik."


"Kamu benar, apa kau belum memberitahukan pada mereka?"


"Belum, aku pikir lebih baik nanti saja... guild master juga berfikiran sama. Menunggu waktu yang tepat."


"Peringkat atas kita bukannya sedang mengerjakan misi mereka sebenarnya telah keluar dari guild ini selamanya."


"Iya, mereka benar-benar lupa tentang guild ini... padahal kita tumbuh bersama di sini. Hanya dengan sedikit keuntungan yang menggiurkan mereka malah mengkhianati guild master."


"Aku juga sangat membenci mereka terutama guild Lost Carnival itu, jika ada kesempatan aku ingin menghancurkan guild tersebut."


"Itu mungkin sebuah keinginan sama dengan guild lainnya."


"Kalau begitu aku juga harus bekerja.. terima kasih untuk minumannya."


"Semoga beruntung."


Begitulah mereka berpisah.

__ADS_1


__ADS_2