Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 68 : Acara Pantai


__ADS_3

Saat ini kota Georginia sedang disibukkan untuk mendekorasi seluruh tempat dengan warna merah muda, semuanya diakibatkan karena kedatangan seorang penyihir terkenal bernama Purin.


Jika berbicara penampilannya ia memiliki rambut merah muda panjang dengan mata berwarna serupa, memiliki tubuh sexy terbuka dengan gaun bunga yang nyaris menunjukkan pakaian dalamnya serta membawa tongkat mirip seperti sebuah mikrofon.


Dia adalah seorang petualang yang paling terkenal di benua ini, fakta yang Ardhi temukan bahwa tingginya sama dengan Yumi.


"Dunia ini banyak loli," gumamnya demikian.


Sementara semua orang jatuh dalam kebahagiaan, hanya Ardhi yang memasang wajah pahit Bagaimanapun sekarang para pria yang dikenalnya berpenampilan seperti penyihir Purin.


"Yo Ardhi, kenapa kau tidak mengenakan pakaian seperti kami, kau harus memakainya"


Sebuah tinju menghantam wajah pria malang itu.


"Brengsek, jangan bawa-bawa Ardhi," yang mengumpat itu adalah Latifa.


"Kau kehilangan kendali lagi nyan"


"Ah, ya ampun."


Berkat itu seluruh guild kembali berkelahi, hal seperti ini telah terjadi setiap saat jadi semua orang tidak mempermasalahkannya.


"Menurutmu bagaimana penampilan pria dengan gaun Purin nyan?" tanya Nisa pada Mery yang diam memikirkannya dengan serius.


"Itu menarik, apa aku harus mencoba memakainya?"


"Kudengar gaun itu hanya akan cocok dengan sebangsa Yumi, kita tidak akan pantas mengenakannya."


Sebangsa apanya? Apa kalian kini menganggap Yumi spesies langka atau sebagainya, pikir Ardhi dalam hati dan kembali memakan makanannya.


Sesekali mereka juga sarapan di bar yang dikelola guild ini juga, Cathy turut duduk bersama mereka dengan wajah lesu.


"Sebaiknya kita abaikan dia?"

__ADS_1


"Itu kejam, cepat tanya aku atau sebagainya?"


Semua orang sepakat untuk bertanya.


"Kenapa nona Cathy tampak murung?"


"Sebenarnya setiap Purin datang ke kota ini, orang-orang yang sangat perhatian padaku akan beralih melihatnya, itu sangat menyebalkan.


Dengan kata lain dia bukan hanya sekali datang kemari.


Semua orang pikir itu bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan.


"Kalau begini penghasilan malamku akan berkurang."


"Maaf? Apa kau mengatakan sesuatu yang berbahaya barusan."


"Seharusnya aku tidak mengatakan hal ini, sebenarnya setiap malam aku menjual foto-fotoku sebagai uang tambahan, mau lihat."


Apa dia ini mencoba untuk menjadi seorang model?


"Untuk Ardhi, kamu boleh mengambil satu yang kau suka."


"Tidak usah."


"Jangan malu-malu, apa kau suka foto ini.. aku yang mengenakan pakaian renang."


"Kau baru menumbuhkan kebencian di tempat ini nyan."


Latifa tersenyum mengerikan.


"Sepertinya itu ide bagus, mari pergi ke pantai agar kita bisa menunjukan pakaian renang kita pada Ardhi dan juga menjauh dari makhluk bernama Purin-purin itu."


Semua orang mengangkat tangannya kecuali Ardhi yang kebingungan kemana arah pembicaraan ini sesungguhnya, meski demikian acara pantai tak terelakkan.

__ADS_1


Keempat pelayan Ardhi juga ikut dengan pakaian renang gaya Maid, semuanya boing-boing kecuali Lila yang cemberut.


"Sekarang tuan Ardhi tolong oleskan kami tabur surya, silahkan?"


"Kalian masih sempat-sempatnya menggoda Ardhi, cepat pergi rubah betina."


"Ywaw, ada pendeta galak."


Pantai ini semakin ramai dengan keberadaan mereka. Untuk Eve ataupun Cathy mereka tengah membeli es krim di tempat berbeda.


"Ardhi bagaimana dengan pakaianku nyan?"


"Pakaian garis-garis cocok denganmu."


"Fufu."


"Mery juga."


"Kerja kerasku membuahkan hasil."


"Untuk sekarang mari lakukan pemanasan sebelum berenang."


"Baik."


Ketika semua orang telah berada di dalam air, sebuah perlombaan diadakan.


"Siapa yang bisa berenang sampai ke batu itu dialah pemenangnya dan yang menang bisa makan tanpa perlu membantu apapun."


"Kedengarannya menarik nyan."


"Aku tidak akan kalah."


Mereka sangat tertarik untuk bermalas-malasan.

__ADS_1


__ADS_2