
Ardhi yang telah bangkit kembali, melompat untuk menebaskan pedangnya secara diagonal, itu menciptakan semburan darah ke udara.
"Roooaaaagh."
Hobgoblin berbalik untuk menyerang keberadaanya, tentu Nisa juga tidak tinggal diam dia menikam punggungnya lagi sayangnya itu tetap masih belum terasa mematikan.
Hobgoblin memutar tubuhnya 360 derajat membuat keduanya terlempar sekaligus di waktu bersamaan, Ardhi akan menyebutnya sebagai Spin.
Mery telah kembali dalam pertempuran dan sekarang dia turut serta mengepung monster yang sama.
Ardhi menarik pedang satu lagi dan dia akhirnya menggunakan pedang ganda, dia bisa saja menggunakan seluruh pedangnya namun dia berfikir untuk melatih dirinya seperti ini, ada beberapa kejadian di mana dia tidak sepenuhnya bisa mengandalkan pedang terbang.
Ardhi memberikan kode mata pada Nisa, tepat saat dia mengangguk. Nisa melemparkan sebuah mantera Fire Bolt, ketika konsentrasi Hobgoblin pecah Mery melangkah maju. Karena Latifa sudah dipastikan aman dia berubah posisi menyerang.
Tubuh Hobgoblin diterjang oleh sebuah perisai besar, dentuman keras terjadi di sana dan Ardhi mengambil titik buta untuk menyerangnya.
Lagi-lagi Hobgoblin menggunakan spin dan sekali lagi mereka terlempar. Sebelum mereka bangkit Hobgoblin menyerang ke arah Mery, dia menghujaninya dengan tebasan bertubi-tubi hingga Ardhi melesat padanya.
Tentu saja itu sebuah jebakan, saat Ardhi tepat di depannya sebuah tebasan terarah padanya, dia menyilangkan pedang untuk menahannya dan lagi-lagi pedangnya hancur.
__ADS_1
"Kau pasti bercanda."
Darah menyembur dari mulutnya saat dia diterbangkan dengan tebasan lain, Mery bangkit dan dia tidak menggunakan perisainya melainkan pisau di tangannya, itu menyayat leher Hobgoblin tapi tidak cukup dalam, hingga akhirnya dia ditendang menjauh.
Nisa yang telah mendapatkan celah menggunakan teknik spesialnya, dia melewati bagian kaki Hobgoblin untuk menyerang kakinya hingga lumpuh, saat dia hendak membacok, Nisa menghindarinya dengan lompatan ke samping.
Karena kakinya terluka dia tidak bisa menggunakan Spin, dengan sekali tusukan dia menikam jantungnya sampai berubah menjadi mayat.
Nisa terduduk lemas karena kelelahan.
Tadinya mereka ingin kembali dulu ke kota hal seperti ini memang terkadang terjadi begitu saja.
"Ardhi kamu baik-baik saja."
"Heal."
Cahaya yang begitu nyaman telah dirasakan Ardhi sekarang, dia mulai merasa bahwa dia tidak bisa mengandalkan senjatanya lagi. Dia perlu pedang lebih kuat dan tajam untuk melakukan misi-misi seberbahaya seperti ini.
Setelah Ardhi disembuhkan, giliran Nisa dan juga Mery.
__ADS_1
Mereka benar-benar babak belur karena satu ekor Hobgoblin, jika itu dua atau tiga, pastilah lebih menyulitkan bahkan Ardhi tidak ingin membayangkan apa yang terjadi setelahnya.
Mereka berhasil menyelesaikan quest tapi memilih untuk tidak langsung kembali ke kota melainkan tinggal di dalam gua untuk bermalam. Mereka mendapatkan banyak koin perunggu serta golok yang besar untuk dijual nanti.
Paling tidak mereka tidak berakhir dengan sia-sia.
"Aku benar-benar perlu mandi sekarang Nyan, mari kita keluar."
"Kurasa begitu, aku penuh darah," tambah Mery dan Latifa mengangguk sebagai konfirmasi bahwa dia juga dalam situasi yang sama.
"Jangan terlalu jauh," kata Ardhi yang sedang membuat sup sederhana.
"Bukannya ini waktunya yang bagus untuk mengintip Ardhi, aku tidak akan seperti wanita yang munafik yang bilang jangan mengitip padahal dia ingin diintip nyan."
"Kau mengatakan hal berbahaya di sana? Pokoknya aku akan tinggal di sini sampai supnya matang."
"Dasar pria lemah nyan."
"Kau mengatakan sesuatu?"
__ADS_1
"Tidak juga."
Karena ada Mery di sana keduanya akan terlindungi meski ada hewan buas.