Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 50 : Kembali Ke Guild


__ADS_3

Satu hari setelah ujian petualang selesai, di dalam guild Crimson Opera semua orang mengangkat bir mereka selagi berkata 'Bersulang' untuk merayakan terselesaikan ujian.


Kelompok Ardhi berada di sana bergabung dengan Yugo, Roy dan juga Tiffany. Untuk Yumi dia hanya duduk berseiza dengan beton di pahanya.


"Berat sekali, aku menyesal... bisakah aku dibebaskan dari hukuman."


"Kau berbuat seenaknya Yumi, ini pantas untukmu... setelah sore kau baru bebas."


"Dasar nenek lampir."


"Mau aku tambahkan hukumannya."


"Tidak."


Yumi hanya mengembungkan pipinya dengan berlinang air mata saat Eve dengan tegas menunjukkan kesalahannya.


Ujian tidak berjalan semestinya karena gara-gara Yumi meski begitu ujiannya tetap dianggap berlaku sehingga hanya kelompok Ardhi saja yang naik tiga peringkat dari F ke C.


Roy merangkul pundak Ardhi.


"Ardhi-chan memang hebat, kau bisa mengalahkan Yumi-chan."

__ADS_1


"Aku bisa melakukannya berkat bantuan semua orang."


"Yare, yare, Ardhi-chan selalu merendahkan diri. Tak apa untuk sedikit sombong seperti Tiffany-chan."


"Aku tidak bersikap sombong, aku hanya suka menantang siapapun untuk melihat siapa yang lebih kuat, ngomong-ngomong Ardhi lawan aku nanti."


"Aku tidak mau."


"Jika kau menang kau bisa bersenang-senang dengan tubuhku, aku punya dada besar yang bisa kau mainkan."


Latifa hendak bangkit namun Nisa segera menghentikannya.


"Dia hanya mencoba memprovokasimu."


Mery tetap diam dengan mulut penuh makanan sementara di sisi lain Yugo telah mengambil gelas bir-nya yang ke lima.


"Fuah, setelah bekerja keras minum memang terasa enak."


"Yugo-chan kau sudah terlalu banyak minum, dan Tiffany-chan meski kau menawarkan tubuhmu Ardhi tidak akan terpancing dia pria dengan kekuatan iman tingkat atas yang disebut pria alim."


"Oi, jangan seenaknya memberikanku julukan aneh."

__ADS_1


"Pokoknya mari makan sepuasnya, kita harus membuat Yumi-chan menyesali perbuatannya."


Ardhi melirik ke arah Yumi yang tampak menatap dengan berlinang air mata. Dia mirip seperti kucing yang meminta untuk dipelihara dan jelas bahwa dia ingin ikut bergabung.


"Saat itu Yumi benar-benar telah kehilangan kendalinya, kami juga dipukul dengan keras," suara pengakuan itu berasal dari Tiffany yang memperjelas bahwa mereka juga menjadi korbannya.


"Meski begitu aku cukup terhibur saat melawannya, dia tetap saja kuat seperti dulu."


Ardhi memotong.


"Jika sekuat itu bukannya Yumi seharusnya berada di peringkat lebih tinggi dari sekarang."


"Ia melakukannya demi kami semua."


Sementara kelompok Ardhi kebingungan, Roy yang melanjutkannya.


"Begini Ardhi-chan, quest itu ditentukan dengan peringkat petualang kan. Misal jika salah satu dari anggotamu salah satunya tidak sesuai maka mereka yang tidak berada diperingkat tersebut tidak boleh ikut... misal jika Mery-chan, Nisa-chan dan juga Latifa-chan berada di Mithril sementara Ardhi-chan berada di perak maka saat kelompok kalian mengambil quest Ardhi-chan tidak boleh ikut berpatisipasi, karena itulah paling penting untuk semua anggota memiliki peringkat sama ataupun hanya terpaut satu peringkat.. guild melakukannya untuk keamanan. Terkadang salah satu yang tidak kompeten bisa membuat yang lain terbunuh."


Kelompok Ardhi bisa mengerti hal itu, namun dalam kasus Yumi dia hanya tidak ingin sendirian. Tidak ada yang bisa cocok dengannya jika dilihat lebih dalam kelompok Yumi jelas kelompok paling aneh di tempat ini.


"Sekarang lebih baik lupakan soal pekerjaan, mari minum lagi," teriak Yugo.

__ADS_1


Setelah perayaan kelompok Ardhi kembali ke penginapan, perlu seminggu lagi sampai rumah mereka selesai dibangun, dan itu jelas waktu yang singkat bagi seseorang membangun.


Tidur di penginapan jelas tidak senyaman tidur di rumah sendiri, pikir Ardhi dalam hati.


__ADS_2