Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 56 : Membeli Budak Kembali


__ADS_3

Itu adalah rumah perdagangan budak yang dikelola oleh pria gemuk bernama Doris, menyadari bahwa Ardhi datang dia tersenyum selagi menyambutnya.


"Alamak, ini pelanggan VIP kita, bagaimana keadaan tuan muda?"


"Aku baik. Kau memanggilku tuan muda?"


"Tentu saja, di kota ini tidak ada yang tidak tahu Anda... silahkan duduk, dan nona Wang, tolong buatkan teh termahal untuk tuan muda."


"Baik."


Nona Wang adalah seorang pelayan di usia 50 tahun yang menggantikan tugas Lynn sebelumnya di kediaman ini.


Setelah Ardhi menerima minumannya dia menjelaskan kedatangannya.


"Aku memerlukan banyak budak, apa kau bisa menyediakannya?"


"Ya ampun, aku benar-benar jatuh cinta pada tuan. Anda benar-benar membantu bisnis keluarga kami."


"Hentikan kau membuatku takut."


Doris tertawa lalu balik bertanya.


"Berapa banyak yang Anda inginkan?"


"Sekitar 100 kurasa."


"Itu terlalu banyak, tapi aku bisa menyediakannya dalam beberapa hari, aku punya kenalan penjual budak dari kota lainnya."


"Aku tidak akan terima jika mereka diperlukan tidak manusia."

__ADS_1


"Tentu saja tidak tuan muda, mana mungkin kami para penjual budak berani melakukan itu.. penjual budak mirip sebuah agen pekerjaan, kami membantu mereka untuk hidup, meski mereka tidak terjual kami masih mempekerjakan mereka dengan upah layak. Aku yakin tuan muda tipe orang yang akan membunuh orang-orang jahat."


Ardhi pikir dia tidak bisa menyangkalnya, dia bukan pembela kebenaran namun ia juga tidak bisa mengabaikan seseorang jika mereka membutuhkan bantuan.


Sebagian orang menyebutnya sebagai hal naif ataupun keegoisan diri sendiri. Apapun itu, baginya tidak masalah.


"Lalu apa ada kriteria khusus untuk para budak ini? Umur ataupun hal lainnya, terkadang beberapa menaruh klarifikasi tentang budak yang mereka beli... terkadang mereka menyukai budak yang sudah tidak perawan ataupun sebaliknya, wajah cantik atau sebagainya."


"Jika aku membeli dengan seperti itu aku mungkin termasuk orang busuk."


Doris tertawa lagi.


"Tidak banyak orang yang berani mengatakan itu pada penjual budak, aku menyukai tuan muda."


"Tolong hentikan hal itu juga, menakutkan... aku ingin beli para budak yang tidak mungkin terbeli oleh siapapun, paling tidak prioritaskan mereka lebih dulu."


"Aku mengerti, terkadang yang tidak terjual adalah para budak yang sakit dan di atas 30 tahunan?"


"Aku akan melakukan apapun yang Anda inginkan."


"Satu hal lagi apa para budak bisa bebas suatu hari nanti."


"Menurut aturan kerajaan para budak bisa bebas asal mampu memberi uang dua kali lipat pada majikannya sesuai jumlah uang yang dikeluarkan untuk membelinya, tapi aku tidak pernah melihat kasus seperti itu... biasanya mereka lebih senang melayani tuan mereka apalagi jika tuan mereka adalah orang yang baik, pelayan juga bisa memberikan kebutuhan malam tuannya, jika mereka melakukan itu, itu sama sekali tidak dianggap kejahatan dan juga apabila mereka hamil mereka biasanya dibebaskan untuk pergi dan majikannya akan memberikan rumah dan menunjang kebutuhan sehari-hari, tentu saja majikannya juga bisa menikahinya."


Nona Wang yang berdiri di belakang melanjutkan.


"Pelayan yang baik adalah pelayan yang bisa melakukan banyak hal dengan tuannya tanpa hamil."


"Bukannya harusnya majikannya yang disalahkan."

__ADS_1


"Haha kurasa Anda benar."


Ardhi sudah tidak berfikir bagaimana dunia ini bekerja, pantas saja pelayannya tidak ragu meski dia dengan senang melakukan asusila.


Ini membuat Ardhi semakin waspada agar tidak terjerumus lembah setan.


"Mari kesampingkan hal itu, ini dana awalnya."


Ketika Ardhi menaruh kantung uang berisi koin emas, keduanya terkejut.


"Bukannya ini?"


"Apa kurang, ini hanya pembayaran awal sisanya akan kubayar nanti."


"Ya ampun, tuan muda membuatku gemetaran.. aku tidak akan mengecewakan Anda, tapi ngomong-ngomong kenapa Anda membutuhkan banyak budak?"


"Aku ingin membuat sebuah area perdagangan besar di kota ini, mungkin ke depannya aku masih membutuhkan bantuanmu."


"Haha Anda memang luar biasa, kalau Anda tidak sibuk mari luangkan waktu untuk makan malam bersama."


"Tentu, kalau begitu aku pergi sekarang."


"Aku antar ke depan."


Setelah kepergian Ardhi, Doris tampak menghela nafas panjang.


"Aku tak bisa berhenti gemetar, nona Wang apa kau menyadarinya?"


"Sekilas juga saya sudah tahu tuan, anak muda itu bukan anak biasa."

__ADS_1


"Benar, di masa depan nanti mari buat hubungan baik dengannya."


"Iya."


__ADS_2