
Mereka jelas tak bisa bersantai-santai begitu saja. Setelah menyarungkan kembali ke-enam pedangnya Ardhi membantu Mery untuk berdiri sedangkan Todo membawakan perisainya dengan susah payah.
"Ini benar-benar berat," tidak akan ada yang mendengarkannya dalam situasi seperti ini, sementara Ardhi hanya berfikir seperti dada Mery benar-benar besar atau begitu terasa lembut.
Harus digaris bawahi bahwa Ardhi pemuda sehat pada umumnya.
Mereka telah sampai di ujung pulau dimana semua orang mengintip dari bawah air, beruntung bahwa mereka tidak terluka cukup parah karena saat seseorang memasuki air laut yang asin rasa sakit dari luka tersebut bertambah dua kali lipat.
Mereka sedikit menahannya kemudian meninggalkan pulau yang hancur karena gunung merapi, mereka disambut banyak orang di kota yang dengan senang menyapa mereka.
Mungkin ini hanya keberuntungan, dalam pertarungan satu orang saja tidak terbunuh adalah sebuah keajaiban. Latifa dan Jenifer muncul mendekati Ardhi.
"Aku sudah yakin kau akan membawa semua orang kembali dengan selamat."
"Aku pikir kami hanya beruntung."
"Kau benar-benar memiliki sikap pesimis."
Latifa memeluknya erat yang sejujurnya dia tidak perlu melakukan itu.
"Ardhi sedikit terluka, mari aku obati... tapi ngomong-ngomong siapa wanita besar ini yang terus melihat kita?"
Ah, Ardhi baru saja menyadarinya ternyata Mery tidak pergi dari dekatnya.
"Mery?" panggilnya.
"Aku tidak memiliki siapapun di sini, keluarga atau kenalan, bisakah aku ikut denganmu."
Untuk sesaat mereka saling bertatap muka hingga keheningan terasa di antara keduanya.
"Kemampuanmu sangat kuat, aku sama sekali tidak keberatan.. ikutlah denganku."
__ADS_1
Dia memeluk Ardhi sebagai balasan.
"Mery, aku tidak bisa bernafas."
"---Maaf."
Di momen tersebut Latifa juga sedang memikirkan hal sama. Apa aku juga sebaiknya keluar dari ibukota juga? Hal itu belum bisa dia putuskan sebelum masalah ini selesai.
Di hadapan ratu bernama Gloria mereka telah menyelesaikan perkejaan yang diberikannya. Todo juga turut bergabung bersama mereka untuk pemberian hadiah.
Hadiah untuknya sebuah uang sementara untuk kelompok Ardhi yaitu bola kristal yang mereka inginkan, Gloria juga menawari perjalanan yang mudah dimana dia akan mengirim kapal mereka melewati sihir perpindahannya yang mana membuat Ardhi dan Latifa terlihat tersenyum bahagia.
Untuk Jenifer yang menginginkan adrenalin wajahnya sedikit kecewa.
Ardhi mengangkat tangannya.
"Apa aku bisa berbicara denganmu di dalam kamar?"
"Ya ampun, Ardhi mengajakku ke atas tempat tidur."
Latifa menggigit kain di mulutnya.
"Kini Ardhi yang mengundangnya, apa yang mereka lakukan? Aku ingin tahu."
"Tenangkan dirimu."
"Mereka pasti melakukan itu, itu dan itu."
"Aku tidak mengerti apa maksudmu?"
Mengabaikan sikap Latifa, Ardhi meminta Gloria untuk melepaskan pakaiannya kembali, dia ingin memberikan ini lebih awal tapi dia rasa tidak mungkin melakukannya.
__ADS_1
Terlebih luka ini sejak lama dia sembunyikan dari banyak orang... dan akan kesulitan jika dilakukan sendirian, Ardhi sekarang sedang memberikan salep di punggung Gloria.
"Ahn... Ardhi pelan-pelan, lakukan dengan lembut"
"Tolong jangan mengeluarkan suara aneh."
"Wajar bukan."
Salep ini diberikan oleh Nisa, dia bilang obat ini mampu menghilangkan bekas apapun, walau ragu setelah menggunakannya memang bekas cakar di punggungnya telah menghilang.
"Aku pikir obatnya memang ampuh," ucap Ardhi menggunakan cermin untuk memberitahukan bagaimana bekas di punggung Gloria telah hilang seutuhnya.
"Ah benar."
"Dengan ini kami akan segera pulang."
"Kau yakin tidak ingin tinggal di sini?"
Ardhi menggelengkan kepalanya sebagai balasan.
"Masih banyak yang harus kulakukan di sana, tapi jika kau ingin mampir ke kota kami, kami akan menyambutmu di sana."
"Ketika aku memiliki waktu senggang aku pasti akan datang."
Gloria berdiri di atas air saat dia mengarahkan tangannya, kapal yang dinaiki Ardhi, Mery, Latifa dan juga Jenifer langsung menghilang oleh lingkaran sihir.
Sosok Todo yang berada di bawah air berkata.
"Yang mulia, orang itu?"
"Aku tahu, dia orang yang ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia ini.... saat raja iblis bangkit ia adalah harapan kita."
__ADS_1
"Tapi Anda yakin tidak ingin mengikatnya di tempat ini."
"Tidak, aku tidak mungkin bisa melakukannya. Ia akan terus memenuhi takdirnya mulai dari sekarang."