
Ardhi menghabisi monster yang terakhir saat semua orang terkulai jatuh ke bawah karena kelelahan. Pertarungan ini telah menguras tenaga semua orang dan kini hanya menyisakan satu orang yang berjalan ke arahnya.
Dia bukanlah seorang yang ingin membantu ataupun orang yang telat datang, dia adalah dalang dari semua ini.
Seorang dengan tato serigala.
"Bravo! Bravo! Ini sangat mengejutkan bahwa kota seperti kalian sanggup bertahan... ah, kurasa kau pemimpinnya."
Empat pedang Ardhi tercabut ke udara sebelum melesat, meluncur pada pria berkepala plontos tersebut. Pria itu mengubah tangannya menjadi besi melalui sihir unik, kemudian mementalkannya ke setiap sisi berlawanan.
Nisa terlihat terkejut meski demikian dia telah berdiri bersama Mery dan juga Latifa.
"Apa barusan itu bisa disebut sihir?"
"Entahlah tapi yang jelas, kita harus menghadapinya, dia salah satu anggota sekte."
Perkataan Ardhi akhirnya membuat ketiga rekannya menyadari sebuah tato di bahunya.
"Sekte serigala hitam." X3
"Haha itulah aku, aku menerima perintah untuk menghancurkan tempat ini, sekarang aku tahu kenapa semua ini telah gagal, ada Arch Priest ternama di tempat ini yang mampu mengetahui masa depan... sepertinya mereka telah gagal membunuhmu."
"Siapa yang kau maksud nyan?"
__ADS_1
"Aku tidak mungkin mengatakannya begitu saja, kalian harus mengalahkanku lebih dulu."
Adhi tersenyum masam, sudah jelas itu satu-satunya hal yang harus dilakukan.
Mereka saling menatap satu sama lain, mengangguk kemudian melangkah maju. Nisa melompat dengan dua belati terayun darinya.
Trang... Trang...
Gerakannya cepat dan kuat, dia bahkan menggunakan kedua kakinya dan membungkuk layaknya seekor kucing meski demikian pria itu menangkap belatinya kemudian membantingnya ke tanah bersama tubuhnya, ketika Nisa berhasil dijatuhkan, Mery menerobos berniat menghantamkan perisainya.
"Sungguh hal bodoh, jika melawan monster hal seperti ini memang bisa digunakan sayangnya jika melawanku itu sia-sia saja."
Tiba-tiba saja tangan yang menahan perisai itu menyatu dengannya, kemudian dia mengangkat bersama tubuh Mery ke udara lalu dilemparkannya jatuh hingga tubuh Mery berguling-guling di tanah.
Itu jelas tidak masuk akal, perisai ditambah Mery sulit mempercayai keduanya terlempar.
Ardhi muncul di depannya, Nisa tidak tinggal diam untuk menyerang kakinya.
Pria itu kini merubah seluruh tubuhnya menjadi besi hingga serangan itu tidak berdampak apapun. Sebagai gantinya ia mengirimkan pukulan di masing-masing perut keduanya hingga terlempar.
Latifa mengirimkan sihir Heal yang bisa menyembuhkan luka dan stamina, sayangnya kini pria itu mengincar ke arahnya. Sebelum pukulan terarah padanya enam pedang terbang ke atas langit yang mana menghujaninya secara bergantian membuatnya menjauh sedikit demi sedikit.
"Latifa kau baik-baik saja?" tanya Ardhi.
__ADS_1
"Aku tak apa."
"Ini bukan waktunya untuk menghawatirkan orang lain, khawatirkan dirimu sendiri."
Kini pria itu mengirimkan pukulan ke arah Ardhi, salah satu pedangnya telah meluncur padanya dan saat dia tebasankan bilah tajam itu tepat menghantam kepalanya hingga tanah pijakannya merebas beberapa sentimeter ke bawah tanah bersamaan retakan yang tercipta akibat benturan tersebut.
"Sayang sekali tebasan pedang seperti itu tidak akan bisa melukaiku ataupun membunuhku."
Tepat saat pedang Ardhi hancur, dia dihujani pukulan di perut, wajah kemudian mendapatkan tendangan hingga darah menyembur dari mulutnya sebelum terbang menjauh.
Mery berlari untuk menikamkan pisau padanya, begitu juga Nisa. Senjata mereka tidak bisa melukainya sedikit pun meskipun dari setiap serangan mengeluarkan percikan ke udara.
Mery dipukul di wajah sementara Nisa dipukul di perut hingga mereka terbang sejajar dengan tanah.
"Dia sangat kuat nyan."
"Haha kalian benar-benar lemah, dari kalian semua tidak terbiasa melawan manusia bukan."
Latifa hendak maju namun Ardhi memberikan gelengan kepala agar dia mengurungkannya.
Orang ini mungkin berada di peringkat gold, mereka yang diperingkat rank F, mana mungkin bisa mengalahkannya.
Pedang Ardhi memang bagus tapi tidak dibuat untuk memotong besi yang sekeras baja terlebih sihir seperti itu.
__ADS_1