
Kota Georginia adalah sebuah kota indah yang seluruhnya di keliling tembok tinggi. Walau begitu, bukan berarti bahwa tembok ini bisa melindungi banyak orang. Mereka hanya tersusun dari batu-batuan yang bisa roboh kapanpun jika diserang habis-habisan, karenanya sebelumnya kelompok Ardhi telah membuat pelindung berlapis untuk menahan serangan dari monster dengan bola kristal yang telah berubah menjadi pohon.
Dan hari inilah semuanya akan dipertaruhkan.
Bersamaan suara dentingan lonceng yang terdengar ke segala kota, para petualang telah berlari untuk pergi ke luar kota, semua orang ini tergabung dari guild bernama Crimson Opera, mereka adalah orang-orang yang terlihat aneh yang senang membuat keributan, hampir hari-hari di guild hanya diisi dengan perkelahian meski begitu mereka adalah orang-orang yang menempatkan keluarga di atasnya.
Ketika Ardhi dan rekannya berlari, seorang gadis bertubuh kecil berlari di sampingnya, gadis itu mengenakan pakaian seperti anak sekolah SD dengan topi bulat di atas kepalanya.
Matanya berwarna almond dengan rambut berwarna pirang. Walau terlihat seperti itu dia wanita dewasa pada umumnya, hanya saja faktor menggemaskan darinya tidak pernah hilang.
Dia membawa pensil dan buku gambar di tangannya. Dia sebenarnya tidak berlari melainkan duduk di atas seekor harimau yang dibuat dari gambarnya.
"Siapa gadis kecil ini?" tanya Latifa.
"Aku ini bukan gadis kecil, aku gadis dewasa dengan pesonaku dan tubuhku aku bisa membuat pria klepek-klepek."
Beginilah sikapnya, penampilannya polos tapi tidak dengan yang ada di dalamnya.
"Bagaimana dengan tawaranku?"
"Aku akan menerimanya kalau begitu," balas Ardhi.
Dia membuka bukunya menggambar dengan pensilnya dan dalam sekejap harimau untuk masing-masing orang telah dibuat, dan mereka berlari bersama menerobos lautan manusia yang hanya diam menunggu nasib mereka.
__ADS_1
"Maaf tubuhku terlalu berat," kata Mery.
"Tak usah dipikirkan gambarku sangat kuat beratmu tidak akan menghancurkannya."
Dia beralih pada Ardhi.
"Berkatmu kita akan bisa fokus untuk menghabisi monster tanpa perlu melindungi semua orang, kau adalah orang yang berjasa."
"Aku hanya melakukan hal biasa."
"Haha seperti yang dikatakan banyak orang kau terlalu merendah, kita adalah keluarga jika kau kesulitan dan butuh sesuatu jangan ragu untuk bertanya padaku."
"Tentu."
"Kelompokku sudah berada di Utara, aku akan pergi ke sana... jangan mati kalian."
"Kami tidak akan mati nyan."
"Biasanya ras kucing hanya pandai di ranjang, semoga beruntung."
"Siapa yang kau panggil begitu?"
Mereka melihat kepergian Yumi dari kejauhan.
__ADS_1
"Tidak semuanya gadis kucing selalu bekerja di distrik lampu merah, dia membuatku marah nyan."
"Tenanglah Nisa, kita harus fokus dengan ini."
"Aku tahu."
Ardhi mengambil ranting untuk menggambarkan situasi kota, perlu 3 menit lagi untuk para monster datang.
Mereka tidak datang dari satu arah melainkan empat arah, Selatan, Utara, Barat dan Timur. Berhubung gerbang satu-satunya kota berada di selatan maka di sinilah lokasi Ardhi sekarang.
Sebelum hal ini terjadi, semua orang telah mendapatkan posisinya, para petualang mulai berdatangan dan dari mereka mulai berpencar sesuai arah mata angin. Ada penjaga tapi tidak banyak.
Seluruh petualang yang berada di selatan mulai membentuk lingkaran kecil selagi mendengarkan penjelasan Ardhi.
"Kita akan mulai dengan sihir, aku tidak meminta kalian menggunakan sihir berskala besar aku hanya ingin sihir yang bisa melumpuhkan dan menggangu pergerakan monster, bagaimana pun sihir ledakan terlalu menguras tenaga, saat itu mempengaruhi mereka, maka pasukan di garis depan akan menghabisinya, dan kita jangan lupa bahwa kita melawan 50.000 monster, pertarungan tidak akan selesai dalam waktu dekat sebaliknya kita harus bisa menghemat tenaga kita."
Salah satu penyihir mengangkat tangannya.
"Bagaimana dengan penyembuhan untuk orang-orang yang terluka?"
"Fufu biar aku saja yang melakukannya, aku lupa memberitahukan siapa aku sebenarnya... aku seorang Arch Priest dari ibukota, bahkan jika seorang diri aku bisa melakukannya."
"Whoaaa! Ini benar-benar nyata, seorang Arch Priest bertarung bersama kita."
__ADS_1
Ardhi menjatuhkan bahunya lemas, dia seorang pendeta terkenal tapi baru sekarang mereka semua tahu identitasnya, padahal beberapa kali keluar pergi guild.