Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 29 : Setelah Penyerangan


__ADS_3

Grey mengerang kesakitan di tempat tidurnya, bersama embusan angin yang berasal dari seorang yang menyibak tirai jendela dia membuka matanya.


Dia melihat bahwa gadis kecil yang telah membantunya berdiri di sana, dia ingat telah menebas musuh dan pingsan setelahnya.


Sisanya dia sama sekali tidak mengetahuinya.


"Kurasa kau baik-baik saja sekarang," gadis itu mengatakannya dengan senyuman kecil.


"Yumi, aku ada di mana?"


"Di penginapanku, mereka bertiga berebut siapa yang ingin mengurusmu dan akhirnya aku sendiri yang melakukannya, bagaimana kau senang? Apa kau ingin melakukan hal nakal denganku sekarang?"


Ardhi tak bisa bereaksi dengan perkembangan yang terjadi, gadis di depan ini memang seperti itu.


Dia pandai membuat candaan kotor untuknya.


"Berapa lama aku pingsan?"


"Cuma semalaman, jika kau khawatir dengan orang-orang yang turut bertarung... mereka baik-baik saja, yah meskipun mereka dirawat paling tidak nyawanya tidak hilang."


"Aah."


Ardhi sedikit lega mendengarnya dan baru menyadari bahwa Yumi telah naik ke atas ranjangnya dan berkata dengan jahil.


"Kau ini luar biasa Ardhi, kau petualang bawah tapi berkatmu semua orang tidak ada yang mati, kau seorang pahlawan."


"Pahlawan, aku jauh dari kata tersebut."


Ketika Ardhi membalasnya pintu terbuka menampilkan rekannya yang terdiri dari Nisa, Latifa dan juga Mery, ketiganya menunjukkan wajah terkejut.

__ADS_1


"Aku tidak tahu bahwa Ardhi menyukai gadis kecil Nyan."


"Yah, dia hanya seorang yang memiliki kemungkinan tak terduga."


Hanya Mery yang menatapnya dengan tatapan sinis.


"Kalian salah paham, aku."


"Bisakah kalian menunggu di luar, aku masih belum puas."


Wajah Ardhi memucat, dia sama sekali tidak ingin menjadi protagonis dalam komedi harem seperti ini, dan bagaimana caranya dia bisa keluar dari situasi aneh seperti itu.


Ia bersama yang lainnya tiba ke dalam guild dan seperti biasanya di sana sangat berisik dan penuh kehebohan.


"Sialan kau, beraninya kau membuatku menjatuhkan makananku."


"Itu salahmu sendiri."


Dan perkelahian tak bisa dihindari, Ardhi merasa lega mereka baik-baik saja sekaligus khawatir dengan keberlangsungan guild ini.


"Fuah, Cathy tolong minumannya lagi."


Terlebih pada seorang pria tua beruban yang dengan senang meneguk bir pagi buta sekali, Yumi yang melihatnya, melompat kemudian menendang wajahnya dengan dua kaki yang melayang ke udara hingga pria itu terlempar menembus dinding.


"Wajahnya membuatku kesal," katanya selagi mengepalkan tinju.


"Kau memukulnya karena alasan seperti itu," teriak Ardhi.


"Yumi-chan seperti biasa kau tidak ada ampun, Ugh.. apa Yugo-chan baik-baik saja?" seorang yang mengatakan itu adalah pria berambut oranye di kepang ke depan, dengan wajah yang selalu tersenyum dan mata tertutup.

__ADS_1


Dia seperti karakter penjahat jika harus jujur dan selalu menambahkan akhirnya 'Chan' di setiap nama seseorang.


"Berisik, apa-apaan dia sudah minum pagi buta seperti ini? Bagaimana jika mempengaruhi misi kita."


"Benar juga sih."


Pria itu mengalihkan pandangan ke kelompok Ardhi.


"Ah kalian, pasti Yumi-chan merepotkan... aku harap kalian bisa berteman dengannya."


"Siapa orang ini?" tanya Nisa.


"Kau? Paling tidak ingat orang yang berada di guild ini," Ardhi lagi-lagi berteriak.


"Ya ampun, Nisa-chan juga lupa namaku... aku Roy-chan, aku satu party dengan Yumi-chan, dan Yugo-chan juga."


"Ah begitu, aku benar-benar lupa."


Roy duduk dengan wajah suram.


Ardhi pikir orang-orang ini sangat aneh, jika tidak salah satu orang lagi anggota Yumi harusnya berada di sini. Tepat Ardhi memikirkannya sebuah ledakan terjadi di tengah kerumunan banyak orang, semuanya dihempaskan hanya oleh satu orang wanita berambut merah sebahu dengan pedang besar di tangannya, dia memiliki tubuh yang cukup berisi tapi penampilannya sebagai gadis jelas masih sempurna. Mengenakan celana pendek serta bagian atas yang hanya menutupi bagian dadanya yang besar.


"Haha, kalian masih lemah... serang aku kalau berani."


Dia anggota terakhir Yumi.


"Tiffany seperti biasanya masih kuat diantara semua orang," ucap Yugo yang muncul tiba-tiba.


"Kau tak apa?" tanya Ardhi menatap darah yang menetes dari kepalanya.

__ADS_1


"Tak masalah, aku ingin minum lagi, guakh," dan Yumi segera memukul wajahnya.


__ADS_2