
Hari ini kelompok Ardhi dan kelompok Yumi telah dipanggil ke ruangan guild master, Eve duduk di atas meja selagi menyilangkan kakinya.
Ia menghisap cerutu dari pipa besinya sebelum menghembuskan asap ke udara.
"Sebelumnya selamat bagi kelompok Ardhi yang menjadi peringkat C, dan ucapan terima kasihku untuk kelompok Yumi yang telah ikut terlibat dalam ujian meskipun salah satu dari kalian mengacaukannya."
Yumi menggembungkan pipinya selagi membuang wajahnya ke samping sementara Roy melanjutkan
"Apa ada yang terjadi hingga kami dibawa kemari Eve-chan?"
"Ini soal pemukiman goblin, seperti yang kita tahu pemukiman itu terus saja bertambah besar dengan cara menyerang desa-desa manusia di sekelilingnya, aku ingin kalian pergi ke sana untuk mengatasinya, di guild ini hanya kalian yang memiliki peringkat cukup tinggi untuk melakukannya."
"Dengan kata lain Eve-chan menyuruh kami membantai mereka semua."
Dia membalas dengan anggukan kecil.
"Pada dasarnya tempat itu adalah desa manusia, karena saat itu petualang kita malah banyak berkhianat maka akhirnya desa itu menjadi korbannya, singkatnya kita hanya mengambil tanah kita."
"Ini baru quest yang hebat, aku selalu menunggu hal-hal seperti ini," ucap Tiffany bersemangat sementara Yugo tampak menjatuhkan bahunya lemas.
"Sepertinya merepotkan tapi mengingat uang yang yang aman kami terima pastilah besar bukan."
"Tentu saja kelompok kalian tidak keberatan bukan, lalu bagaimana dengan kelompokmu Ardhi? Kupikir kau tidak akan menolaknya karena berhutang padaku."
Ardhi tersenyum masam.
__ADS_1
Wanita di depannya benar-benar memiliki sikap yang licik, ketika dia berbuat baik dia akan menempatkan balas budi di belakangnya.
"Kami ikut, lagipula ini juga demi wilayah kita."
"Perkataanmu seperti seorang kesatria."
"Benar kan, aku juga berfikiran sama," timpal Latifa senang dan semua orang mengangguk mengiyakan.
"Memangnya aku harus mengatakan apa?" tanya Ardhi lemas yang mana dijawab Mery.
"Petualang hanya akan bilang, aku mengerti, akan kuhabisi semua goblin sialan itu."
"Kau juga Mery."
"Kalau begitu semoga beruntung."
"Berjalan-jalan seperti ini membuat tubuh berkeringat."
"Sejak dari kota kau sudah berada di bahuku."
Roy berbisik pada Nisa.
"Entah kenapa mereka terlihat begitu sangat akrab, apa mereka punya hubungan khusus?"
"Yang kutahu nyan, dulu Ardhi memberikan permen pada Yumi dan saat itu Yumi terus mengikutinya seperti hewan peliharaan."
__ADS_1
"Dia melakukan itu."
"Ia tidak tahu bahwa Yumi seorang petualang nyan."
"Ah benar, wajah polosnya hanya tipuan.. wajar jika semua orang mudah terpedaya."
"Roy aku bisa mendengarmu."
"Hehe aku cuma bercanda."
Ketika mereka sampai, Ardhi menurunkan Yumi yang siap membuat rencana. Dibilang rencana itu malah lebih seperti membuat seseorang untuk bunuh diri.
"Tiffany kau serang dari depan dan semua orang mengikuti dari belakang, kita habisi semuanya dan pulang."
"Apa dia seperti itu nyan?"
"Memang begitu, aku ingat saat kami melawan Great Titan, kami hampir dibantai olehnya dengan taktik yang sembarangan, namun syukurlah bahwa kami bisa meloloskan diri."
Jelas mempertaruhkan nyawa adalah apa yang senang dilakukan kelompok Yumi, mereka benar-benar tidak normal sebagai petualang.
Great Titan adalah salah satu dari lima monster bencana yang belum ditaklukan siapapun termasuk yang lainnya, keberadaanya menjadikannya sebagai quest tingkat atas.
Roy mengangkat tangannya.
"Yumi-chan, bagaimana kalau untuk kali ini, biarkan Ardhi yang memimpin. Ini juga cukup bagus untuk pertumbuhan mereka."
__ADS_1
"Memang benar tapi apa kalian semua tidak keberatan?" Yumi balik bertanya dan semua orang mengangkat tangannya setuju.
"Jika semua orang setuju aku tidak keberatan."