Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 58 : Pengguna Sihir


__ADS_3

Ardhi menarik dua pedang di tangannya dan berkata.


"Biar aku saja yang menghadapinya kalian tetap berlindung."


"Bukannya lebih baik kita menyerangnya bersama-sama," atas pernyataan Latifa, Ardhi menggelengkan kepalanya.


Nisa adalah orang yang paling kuat di kelompok ini, jika mereka menyerang itu akan berbahaya bagi mereka. Berbeda saat melawan Yumi, musuh mereka tidak akan pernah berbaik hati. Saat mereka memiliki kesempatan mereka tidak akan segan membunuh.


Dalam kasus terburuk, Latifa akan lebih dulu diincar kemudian Mery dan pada akhirnya Ardhi sendiri, jika hasilnya akan membawa mereka ke sana, Ardhi memilih untuk melawannya sendirian dari awal.


Dia keluar dari pelindung lalu berhadapan satu lawan satu. Ketika pandangan mereka bertemu. Keduanya melesat maju.


Gerakan mereka sangat cepat hingga tanah pijakan mereka terangkat ke atas, seorang mage melawan sword master. Siapa diantara mereka yang akan menang?


Ardhi mengayunkan pedangnya secara diagonal, pria itu menunjukkan seringai sebelum melompat mundur dan menghilang.


"Untuk seorang penyihir kau bisa menggunakan sihir bersembunyi layaknya pencuri."


Sebuah pukulan menghantam wajah Ardhi kemudian perut hingga selanjutnya dia dikirim terbang sejajar dengan tanah.


Walau Ardhi menebaskan pedangnya, itu tidak mengenai apapun. Suara terdengar padanya.


"Tidak ada yang melarang untuk seseorang menggunakan kemampuan di luar jobnya bukan, dan kurasa kemampuanmu juga terlihat unik."


Tidak ada waktu untuk menyembunyikannya, empat pedang milik Ardhi melayang di udara kemudian meluncur terarah di suatu tempat.


Pria yang tidak terlihat mulai terkena goresan hingga dia muncul kembali.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau mengetahui keberadaanku?"


"Mana, aku mengetahuinya hanya dengan merasakannya."


"Jadi begitu, teknik seperti ini hanya bisa digunakan melawan monster, Inferno."


Api menyembur ke arah Ardhi, empat pedang Ardhi menciptakan membentuk pola lingkaran mirip jam dan bergerak untuk melindunginya.


"Kau benar-benar cukup merepotkan."


"Katakan padaku, apa tujuan kalian mencoba mengambil alih kerajaan ini?"


"Dengan mengambil alih kerajaan maka pergerakan kami lebih leluasa, bukannya kau juga tahu."


Ardhi merasa ada yang janggal meski demikian dia memilih untuk mengabaikannya, dia hanya harus mengalahkan orang ini dan pergi membawa putri asli ke kota.


"Ardhi."


"Senang mengenalmu, tapi inilah akhirnya. Jangan khawatir teman-temanmu akan menyusul setelah ini.. Guakh."


Darah menyembur dari Argus, dia tampak kebingungan dengan apa yang terjadi hingga akhirnya menyadari bahwa dia terluka.


"Apa yang?"


"Hehe, ini pembalasanku yang tadi nyan."


Dari belakangnya sebuah pisau telah menembus jantungnya dan yang melakukannya adalah Nisa.

__ADS_1


"Bukannya kau ingin melawanku satu lawan satu?" tanyanya pada Ardhi.


"Jangan bodoh, aku tidak sekuat itu... sejak kelompokku terbentuk, kami memutuskan untuk bertarung bersama, jika aku mengatakan akan melawanmu sendiri itu berarti aku hanya mencoba membuatmu lengah."


"Dasar licik."


Argus roboh ke depan dengan wajah menghantam tanah.


"Kerja bagus Nisa."


"Hehe, berkat Latifa dan Mery aku bisa melakukannya."


Latifa mengembalikan keadaannya dan Mery melindunginya, kami kelompok yang cukup solid.


Aku menggendong putri di punggungku, kemudian membawanya pergi bersama kami. Agar tidak ketahuan kami menutupi wajahnya dengan tudung mantel.


"Ini benar-benar gawat, kita terlibat dengan hal merepotkan. Apa sebaiknya kita laporkan pada guild?" tanya Latifa.


"Itu bisa saja tapi kita hanya akan mengatakannya pada Eve, jika putri yang kita bawa malah difitnah sebagai putri palsu oleh penduduk, semuanya akan menganggap kita sebagai pengkhianat.. mari sembunyikan dia sementara waktu di mansion."


"Aku mengerti."


Sesampainya di rumah Ardhi membaringkannya di tempat tidur. Ketiga pelayannya juga tampak terkejut.


"Ia tuan putri."


"Mari rahasiakan keberadaannya."

__ADS_1


"Baik," jawab singkat mereka.


__ADS_2