
Apa yang harus aku lakukan? Apa sebaiknya kami lari saja? Atau minta seorang untuk melawannya? Lalu siapa yang bisa melakukannya? Semua orang sudah kelelahan bahkan hanya untuk berdiri sangat tidak mungkin.
Pria bertato serigala menyeringai senang.
Dia berjalan ke arah Grey kemudian melemparkan sebuah tendangan yang menghantam wajahnya hingga terbang satu meter ke udara.
"Haha kau sudah kelelahan bukan, kalian memang menang dalam peperangan namun sayangnya kalian kalah dalam pertempuran akhir, setelah membunuhmu, aku akan membunuh kalian termasuk kotanya... kemudian raja iblis akan bangkit kembali dan kalian hanya akan menjadi budak."
"Omong kosong, aku tidak akan membiarkannya begitu saja."
Ardhi menangkap pergelangan pria itu.
"Hah! Kau masih bisa bergerak, sialan."
Latifa yang melihatnya hanya mengalihkan pandangannya tanpa bisa berbuat apapun.
"Ardhi," dia terus berharap agar tidak terjadi hal yang menakutkan.
Tanpa ampun pria itu menginjak-injaknya maupun menendangnya, sampai akhirnya seekor harimau putih menerkam tubuhnya dari belakang.
Harimau itu dihancurkan dengan sebuah pukulan sebelum pria itu melirik ke arah dimana sihir itu berasal.
Di sana seorang gadis tampak menatapnya dengan penuh kemarahan. Ia memakai topi bundar yang terkesan imut namun saat itu keimutannya telah berubah secara drastis.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan terhadap juniorku?"
"Cuma anak kecil toh."
Dia mengabaikan perkataan tersebut untuk melirik ke arah Ardhi yang babak belur.
Untunglah masih sempat, saat kemunculan pria ini, Ardhi memberikan kode tertentu pada seekor elang miliknya hingga gadis kecil itu datang kemari.
Tentu saja dia bukan hanya sekedar gadis, dia adalah Yumi peringkat gold.
"Namamu? Siapa namamu?"
"Namaku, untuk apa kau ingin mengetahuinya?" balas si pria itu, acuh.
Yumi menunjukan buku gambar yang sering di bawanya, di sana terdapat lukisan seekor naga dari pensil, dan bersamaan itu naga itu keluar dengan mudahnya di hadapan semua orang.
"Apa itu sihir ilusi, sayang sekali bahkan..."
Sebelum musuhnya menyelesaikan perkataannya, tubuhnya diinjak oleh naga tersebut tanpa ampun menciptakan ledakan tanah yang menyembur beberapa meter ke udara.
Jika orang normal itu akan mengakhiri hidupnya dengan mudah namun pria tersebut mampu bertahan kemudian menghempaskan naga tersebut melalui kekuatan fisiknya.
Yumi tidak tinggal diam, dia menggambar dua naga lagi dan ketiganya mulai menyerangnya tanpa ampun, tubuhnya dibanting ke sana kemari seperti seekor mainan.
__ADS_1
"Mustahil, apa-apaan ini? Mereka dibuat dari pensil dan kertas, tapi rasanya seperti melawan naga sesungguhnya."
"Jangan macam-macam dengan kekuatanku."
Ketiga naga itu menembakan api secara bersamaan, tidak ada yang mampu berkata apapun saat melihat pertarungan itu.
Gadis ini memang kuat.
Tubuh pria itu dibakar hidup-hidup hingga tubuhnya berwarna merah karena kepanasan, tak ingin terus disudutkan dia mengirim pukulan pada setiap naga, pukulan kuat yang menghancurkan tubuh mereka menjadi serpihan hitam.
"Kuakui kau sangat kuat aku mengakuinya sebagai lawan setara, namaku Garfield ingat itu saat kau mati... kau memiliki sihir yang membuat setiap imajinasimu menjadi kenyataan tapi selanjutnya tidak akan terjadi."
Yumi memandang dengan tatap dingin.
"Apa yang kau katakan kau sudah kalah?" Garfield tidak bisa mencerna apa yang di katakan oleh Yumi, dia kalah? Ini baru saja dimulai? Bukan begitu.
Yumi menunjukan sebuah gambar kubangan air es hingga dalam sekejap Garfield terjerumus ke dalamnya.
"Apa?"
Tubuhnya sebelumnya telah dipanaskan dengan suhu tinggi kemudian diturunkan dengan suhu rendah, dan ketika dia berusaha naik ke permukaan seluruh besi ditubuhnya retak dan hancur.
Tepat saat itu Ardhi telah muncul, memberikan tebasan lewat pedangnya yang mana membelah tubuhnya menjadi dua bagian.
__ADS_1