Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 62 : Kekacauan


__ADS_3

Di atas bangunan tinggi Yumi tengah duduk di bagian pinggirnya selagi menggambar kota di dalam buku bergambarnya.


Roy, Yugo dan Tiffany mengawasi di belakangnya dengan seksama bagaimana tangan kecilnya begitu cekatan melakukannya.


Setelah dia selesai awan hitam berkumpul di tengah langit sama seperti yang digambarkan Yumi sebelumnya.


"Sekarang seluruh ibukota ini adalah buku bergambarku, kalian bisa melakukan apapun yang kalian suka sekarang."


"Bukannya perkataan Yumi-chan terdengar sangat jahat dan juga ini sihir tingkat tinggi loh... apa tak masalah menggunakannya di ibukota?"


"Aku harus mengeluarkan segala kemampuanku untuk membantu juniorku bukan, kakak yang imut ini akan melakukan apapun untuk mereka."


Ketiganya memucat tapi tidak ada yang berani menyanggahnya, ketika Yumi menggambar seekor naga di atas langit. Naga itu benar-benar muncul seperti apa yang dibuatnya.


Mata berwarna terang dengan sisik berwarna perak dan juga ukuran yang sangat besar.


"Lakukan dengan baik, atau naga itu akan langsung meratakan seluruh kota ini."


"Tiffany-chan, Yugo-chan, apa kalian tahu maksud dari ini?"


Roy menegaskan hal demikian.


"Kita harus bekerja keras atau orang-orang di kota ini akan mati."

__ADS_1


"Apa boleh buat lagipula bayaran untuk membantu kelompok Ardhi juga cukup besar."


Mereka bertiga langsung bergegas pergi, semua penjaga ibukota mengetahui apa yang sedang terjadi hingga mereka hanya menelan ludah mereka tertegun.


Sementara itu Ardhi dan Latifa sedang berlari menuju istana. Ratu telah diselamatkan jadi mereka tidak perlu mengkhawatirkan hal lain kecuali menyelamatkan Nisa dan juga Mery yang akan dihukum gantung di depan khalayak banyak.


"Ardhi, lihat di langit itu."


Menanggapi permintaan Latifa, Ardhi mengalihkan pandangannya seperti apa yang dimintanya, tidak hanya langit yang berubah menjadi mendung, sosok ular naga raksasa tampak terbang mondar-mandir selagi menatap pemandangan di bawahnya.


"Bukannya Yumi terlalu berlebihan," ucap Latifa.


"Benar sekali, pantas saja Yumi sangat diinginkan oleh guild saingan kita."


"Benar."


Keduanya jatuh selagi terbatuk-batuk.


"Aku selamat nyan."


"Dari awal aku yakin kalian pasti berhasil."


Awalnya semua orang terkejut namun saat mereka melihat Latifa keterkejutan itu berubah menjadi rasa penasaran dan bingung.

__ADS_1


"Namaku Latifa, Arch Priest agung yang selama ini mengabdikan diri pada kerajaan, kalian semua telah dibohongi.. Ratu masih hidup dan sekarang sedang bersama tuan putri, orang yang kalian anggap tuan putri sekarang hanyalah tuan putri palsu," katanya selagi menunjuk sosok putri palsu yang duduk di kursi kebesarannya yang diletakkan di balkon istana.


Orang-orang mulai berbisik satu-sama lain.


"Apa itu benar?"


"Dia Arch Priest agung, perkataannya tidak mungkin berbohong."


"Benar, beliau sudah sangat sering menyelamatkan kita."


"Jika itu tuan putri palsu lalu siapa yang duduk di singgasana itu?"


Putri palsu menyeringai dengan gigi berjeruji, bersamaan itu ledakan mulai terjadi di setiap sudut kota. Sebelumnya Ardhi meminta kelompok Yumi untuk membasmi orang-orang dari sekte serigala hitam yang bersembunyi di ibukota dan rencanannya jelas telah dimulai.


Para penduduk yang menonton mulai berlarian untuk menjauhi tempat ini.


"Aku memuji kalian manusia, tak kusangka ada yang akan menghentikanku sejauh ini," ucap putri.


Enam pedang Ardhi terbang ke udara kemudian melesat mengincar sosok putri palsu sayangnya semua pedang itu tertahan di udara sesaat sebelum kembali ke sisi Ardhi sendiri.


Putri palsu melompat hingga tubuhnya melayang dan mendarat di depan mereka.


"Ini hanya dugaanku saja, kau raja iblis?"

__ADS_1


Nisa, Latifa dan juga Mery jelas terkejut, di sisi lain orang yang dituduh Ardhi sebagai raja iblis tersenyum lebar hingga merobek ke telinga.


"Tepat sekali, akulah Raja Iblis Agarta, sang raja iblis agung yang akan membawa ketakutan pada dunia ini sekali lagi, salam kenal."


__ADS_2