Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 24 : Empat Sekte


__ADS_3

"Kita bisa tau saat kita mencobanya nanti, tapi sebelum itu aku ingin tahu siapakah yang menggerakkan monster sebanyak itu untuk menghancurkan sebuah kota?"


Eve menutup matanya sesaat sebelum membalas pertanyaan Ardhi.


"Kemungkinan sekte-lah yang melakukan ini semua."


Latifa menimpali untuk menjelaskan.


"Menurut laporan yang masuk ke kerajaan, ada 4 sekte yang berniat untuk membangkitkan raja iblis, pertama sekte serigala hitam, sekte ular berbisa, sekte burung gagak dan juga sekte kelinci. Semuanya dinamai dengan nama hewan.. walau terdengar imut mereka benar-benar orang yang kejam."


"Benar, orang-orang yang mengincar Latifa kemungkinan mereka berasal dari salah satunya... dari sudut mereka Latifa merupakan ancaman berbahaya baginya dan kemungkinan terburuk beberapa anggota seperti mereka telah menyusup ke kerajaan."


Situasi menjadi sedikit lebih hening namun itu hanya sesaat sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk menguji efektivitas dari pelindung yang mereka dapatkan.


Menurut Gloria mereka hanya harus menguburnya di tanah, Ardhi memilih alun-alun kota, menggali dengan pedangnya kemudian memasukannya sebelum menguburnya dengan tanah kembali.


Tak lama kemudian sebuah tunas dari pohon muncul, tumbuh dengan kecepatan tinggi hingga kemudian berubah menjadi pohon cukup tinggi.


Orang-orang disekitar alun-alun turut memperhatikan. Mereka bertanya-tanya dan Eve menjelaskan seadanya membuat mereka menjadi terlihat senang.


Ini hanya sebuah langkah untuk melindungi kota, manusia masih bisa pergi keluar dari kota akan tetapi monster tak akan bisa melakukannya, begitukah yang dikatakan oleh Gloria.


Ardhi meregangkan tangannya. Ia sudah selesai melakukan pekerjaannya sekarang, waktunya untuk pergi sarapan yang sejujurnya itu sedikit telat.

__ADS_1


Ia memilih tempat bernamakan "Sanguan"


Pemiliknya terkejut.


"Sayang, Ardhi membawa istri kedua dan ketiganya."


"Nani? Padahal aku juga hanya punya satu istri."


"Apa kau berniat mau poligami, akan kugantung."


"Aku cuma bercanda."


"Kalian masih heboh seperti biasanya," kata Ardhi mendesah pelan dan kemudian memilih meja yang bisa mereka gunakan bersama.


"Aku ingin mie baso dengan kuah kaldu ayam."


"Aku nasi putih dengan rendang."


"Aku hanya sate, telur dan nasi putih."


"Minumannya air putih saja."


"Kalau begitu mohon ditunggu."

__ADS_1


Latifa membaca menu lainnya dengan tatapan mengamati.


"Semua makanan ini sangat asing bagiku."


"Begitu aku juga, tapi di sini makanannya enak nyan, jadi itu juga sudah cukup."


"Aku mungkin harus menambah porsiku lagi."


"Kau bisa memesan sebanyak yang kau mau Mery, anggap ini sebuah penyambutan untuk kita semua nyan... tentu saja Ardhi yang bayar."


"Kurasa tak apa, aku yang traktir."


Semua orang berbisik-bisik ke arah Ardhi, sebagian cowok memang merasa iri padanya karena memiliki anggota party yang terdiri dari wanita cantik dan sisanya para wanita tampak menaruh kewaspadaan padanya.


"Dia mungkin penjahat kelamin."


Mau bagaimana lagi, dia adalah satu-satunya orang dengan kelompok Harem di kota ini wajar jika menerima tanggapan seperti itu.


Makanan ditaruh di atas meja dan mereka mulai menikmati makanan tanpa menghiraukan tatapan yang ditunjukkan pada mereka.


Saat ini kota ini telah damai namun sebentar lagi serangan monster akan tiba dalam waktu dekat, saat itu, semua orang khususnya petualang akan berada di garis depan untuk menghalau serangan mereka.


Sementara itu di tempat lain, 50.000 monster telah berjalan melewati celah pegunungan berbatu, di atasnya seorang dengan pria bertato serigala di bahunya tampak mengawasi.

__ADS_1


"Sebentar lagi kehancuran kota Georginia telah ditentukan," katanya menyeringai senang.


__ADS_2