Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 01 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 65 : Bertemu Dengan Dewi


__ADS_3

Sudut pandang Ardhi.


Itu adalah sebuah ruangan putih di mana tanpa terduga aku tengah berada di pangkuan seorang gadis cantik.


Jika ada yang dinamakan bantal surga, kurasa ini bisa disebut demikian.


"Kamu sudah bangun?"


Entah kenapa suaranya begitu lembut, ia memiliki rambut biru panjang dimana bagian depan di potong segaris wajah sementara belakang terurai panjang dengan satu kepangan rapih terikat pita. Mata lapis biru menatapku yang masih kebingungan.


"Apa ini surga?"


"Jawabannya salah, tempat ini hanyalah alam bawah sadarmu Ardhi."


"Dengan kata lain aku belum meninggal."


"Bisa dibilang begitu."


Saat aku hendak bangun, gadis cantik yang entah siapa namanya ini malah menahan kepalaku.


"Aku pikir aku tidak keberatan jika kamu sedikit lebih lama berbaring."


"Aku tidak mau merepotkan."


"Aku tidak kerepotan koq, barusan kamu mengalami hal sulit jadi anggap ini hadiah untuk menghiburmu."


Jika dia bilang begitu maka aku tidak keberatan, ngomong-ngomong dia sangat harum dan terasa lembut.


"Aku memang lembut loh."


Dia diberkahi dada besar juga.


"Fufu terima kasih sudah banyak memujiku."

__ADS_1


Ugh... Apa barusan Anda membaca pikiranku?


"Benar."


Sepertinya aku harus berhati-hati dengannya.


"Kenapa kamu harus berhati-hati denganku, aku tidak masalah untuk membaca pikiranmu," katanya dengan sedikit panik.


"Yang jadi masalah adalah aku, aku tidak memiliki privasi di sini."


Dia menekankan dadanya dengan tangan selagi tersenyum bangga.


"Aku adalah dewi, apapun yang kamu coba sembunyikan akan dengan mudah aku bongkar."


"Dewi?" aku mengulang perkataan tersebut dan ia sedikit tersenyum.


"Benar, namaku Naya sang dewi kehidupan, tidak banyak orang yang bisa melihatku secara langsung loh.... atau mungkin mereka akan langsung gila jika melihatku seperti ini."


Aku tidak berpikir demikian.


"Tentu saja kamu baik-baik saja, karena aku memberikan beberapa skill padamu, saat kamu dikirim ke dunia sana."


Dia membaca pikiranku lagi.


"Ah jadi begitu, jadi dewi Naya yang mengirim aku ke sana."


Sang dewi cantik mengangguk mengiyakan lalu menambahkan.


"Saat itu kamu sudah meninggal dan mendapatkan pilihan mau dipindahkan ke dunia lain atau pergi ke surga dan kamu memilih pilihan pertama, kamu juga bilang akan lebih baik jika aku kehilangan ingatan beberapa tahun sebelumnya termasuk soal kamu bertemu denganku."


"Kenapa? Kenapa aku menginginkan hal itu?"


Aku tanpa sadar segera bangun dari pangkuannya, seberapa bodoh diriku untuk menghilangkan ingatan terpenting.

__ADS_1


"Itu karena Ardhi bilang, Dewi Naya sangat cantik menikahlah denganku, dan aku jelas menolaknya hingga kamu menangis sepanjang waktu."


Apa aku orang seperti itu.


Aku jelas mabuk.


"Saat bertemu dewi kamu pasti akan kesulitan untuk menahan pesonanya, tapi baru pertama kali seseorang melamarku seperti itu," dia mengatakannya dengan jahil sementara aku ingin mati.


"Demi bisa melupakanku, kamu bilang tolong hilangkan ingatanku dan beri aku beberapa skill yang cukup berguna nantinya... pertama skill untuk menahan pesona dewi, dua skill yang paling kuat yang ada di dunia itu dan juga skill terakhir skill untuk mempelajari segala hal dengan cepat."


"Skill kedua, meminta skill terkuat yang ada di dunia itu dengan kata lain."


"Benar, skill yang sama dengan raja iblis... bukannya menganggumkan bukan?"


Aku lebih terkejut dengan diriku, bagaimana aku memutuskan secara sembarangan. Aku memegangi kepalaku karena pusing.


Aku bahkan berfikir keras kenapa aku berada di dunia sana tanpa ingatan, jadi seperti ini.


"Dengan skill pertama kamu bisa menahan pesonaku karena itulah kamu bisa mengobrol normal denganku, pasti banyak hal yang ingin kau tanyakan, tapi sayangnya waktu kita sudah habis."


"Habis?"


"Kamu sebentar lagi siuman."


"Tunggu sebentar, bagaimana aku tahu apa yang terjadi? Aku masih bingung."


"Jangan khawatir, ikuti saja apa yang tertulis di ponselmu nanti kamu akan menemukan jawaban yang kamu inginkan."


"Apa aku bisa bertemu denganmu lagi dewi?"


"Mungkin saja, jika itu terjadi mari cari tempat yang lain yang lebih indah, dan juga..."


Dewi berhenti sejenak lalu melanjutkan.

__ADS_1


"Tolong bertambah kuatlah, aku akan marah jika kamu mati begitu saja."


Dewi Naya melambaikan tangan ke arahku dengan senyuman dan dalam sekejap pandanganku kabur begitu saja.


__ADS_2