Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Monica


__ADS_3

Monica Letisia


Seorang wanita fashionable. Penampilannya selalu menarik perhatian kaum Adam. Cantik, tinggi, putih, langsing bak super model.



Dialah general manager di perusahaan Wijaya grup. Orang kepercayaan Arka. Hubungan Monica dan Arka sangat dekat, karena orang tua mereka merupakan teman bisnis. Banyak yang mengira mereka berpacaran. Namun sampai saat ini kedekatan mereka profesional untuk urusan kerja.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Setelah terjebak macet di jalan. Akhirnya Sofi sampai juga di kantornya. Sofi langsung menuju ruangannya.


"Sof, jam segini kamu baru datang," tanya Alena.


"Aku terjebak macet Len," jawab Sofi.


"Untung saja bos belum datang. Coba kalau sudah datang. Abis kamu Sof kena omel."


"Aku juga berfikir begitu tadi di jalan Len, Tumben hari ini macet," lanjut Sofi. Sofi segera menyiapkan dokumen-dokumen penting yang akan di bawanya saat rapat. Tiba-tiba seseorang muncul dari pintu masuk.


"Selamat pagi, nona Monica?" sapa semua karyawan di situ.


Monica membalasnya dengan senyuman.


Monica berhenti tepat di depan meja Sofi. Sofi terkejut melihat Monica.


Ini manusia apa boneka ya, aku saja sama2 wanita kagum dengan kecantikannya apalagi mata lelaki yang melihatnya. Ahh, apa yang aku pikirkan.


"Kamu asisten yang baru," tanya Monica mengagetkan Sofi.


"Iya nona," jawab Sofi yang masih terpukau melihat kecantikan Monica.


"Nanti keruanganku sekalian bawa laporan keuangan yang sudah kamu siapkan," perintah Monica.

__ADS_1


"Baik nona," jawab Sofi. Sofi bingung dengan kedatangan Monica.


"Bukannya bu Monica masih cuti hari ini Sof," tanya Aldi.


"Iya, aku juga tidak tahu Al. Kata tuan Arka, nona Monica masih cuti hari ini," jawab Sofi.


Sofi segera membereskan dan mengantarkan laporan keuangan ke ruangan Monica.


"Permisi Bu...."


"Masuk," jawab Monica yang sudah menunggunya.


"Siapa namamu?" tanya Monica.


"Namaku Sofia nona," jawab Sofi.


"Kamu sudah siapkan laporan keuangan perusahaan tiga bulan terakhir ini kan. Hari ini ada rapat dan saya mau kamu menyiapkan semua dokumennya," perintah Monica pada Sofi.


Hari ini saya yang akan ikut rapat.


"Baik nona," jawab Sofi.


"Kemana Sofi? jam segini dia belum keliatan."


"Dia di ruangan nona Monica pak. Tadi Bu Monica menyuruh Sofi mengantarkan laporan keuangan ke ruangannya."


"Kamu lanjutkan kerja," perintah Arka.


"Baik tuan," ucap Alena.


Arka langsung menuju ruangan Monica.


"Sofi yang akan tetap ikut rapat," seru Arka membuat kaget Sofi dan Monica.

__ADS_1


"Tapi ka, aku kan sudah kembali masuk kerja. Harusnya aku yang ikut rapat," ucap Monica.


"Aku yang berhak menentukan siapa yang ikut rapat bersamaku," jawab Arka.


"Sofi, kamu kembali ke mejamu dan siapkan apa yang perlu kamu disiapkan." Perintah Arka.


Arka pun langsung pergi meninggalkan ruangan Monica.


"Arka...!"


Arka mengabaikan panggilan Monica dan kembali ke ruangannya.


Di perusahaan Wijaya grup Arka yang berkuasa. Jadi tidak ada yang berani menentang perintahnya. Termasuk Monica, orang kepercayaannya.


"Permisi...tuan? ini kopinya," ucap Sofi.


"Terima kasih," jawab Arka singkat.


Sofi pun langsung pergi meninggalkan ruangan bosnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Jam sepuluh Arka ke luar ruangannya. Mengahampiri Sofi dan mengajak rapat bersamanya. Mereka menuju salah satu ruang rapat di perusahaan Wijaya grup. Karena rapat kali ini hanya rapat staff perusahaan Wijaya grup. Rapat dipimpin langsung oleh Arka. Setiap di visi mempresentasikan laporan perkembangan perusahaan selama tiga bulan terakhir. Termasuk Sofi yang mempresentasikan laporan keuangan.


Sofi sangat baik dalam mempresentasikan laporan keuangan perusahaan tiga bulan terakhir. Sofi pun mendapatkan tepuk tangan dari staff yang lain yang mengikuti rapat. Arka yang sudah memperhatikan Sofi saat presentasi merasa kagum padanya. Sofi karyawan baru tapi bisa dengan baik mempresentasikan laporan keuangan perusahaan. Tapi bukan Arka namanya kalau tidak mampu menyembunyikan rasa kagumnya. Rapat pun selesai. Semuanya kembali ke divisi masing-masing. Arka menyuruh Sofi ikut ke ruangannya.


"Presentasi kamu lumayan bagus, walaupun masih banyak yang harus di perbaiki. Kamu jangan merasa puas dulu, ini baru awal karirmu," ucap Arka.


Sofi lebih memilih diam tidak membalas ucapan Arka. Karena Sofi sadar percuma usaha apapun tidak akan bagus juga di mata bosnya.


"Ya sudah kamu kembali ke tempat kerjamu."


"Baik tuan," jawab Sofi.


Sofi pun meninggalkan ruangan Arka.

__ADS_1


Sudah jelas-jelas staff yang lain tepuk tangan dan memuji presentasiku, tapi tetap saja masih di bilang lumayan. Dasar angkuh, tidak bisa apa memberi pujian sedikit saja.


๐Ÿ Dukung author ya...biar tambah semangat nulisnyaโค


__ADS_2