
Arka mengadakan pertemuan dengan kliennya di sebuah Restoran mewah dekat kantornya.
"Selamat siang tuan Leo?" senang bertemu dengan anda. Perkenalkan ini Monica general manager di perusahaan kami," ucap Arka.
"Siang tuan Arka? silahkan duduk," jawab tuan Leo.
Tuan Leo adalah klien baru perusahaan Wijaya grup. Dia salah satu pengusaha terkenal di kota ini. Perusahaannya banyak dan semuanya perusahaan besar. Tuan Leo juga banyak menanam saham di beberapa perusahaan. Banyak pengusaha yang ingin bekerja sama dengannya. Namun tidak semua pengusaha memiliki kesempatan bekerja sama dengannya.
Arka beruntung mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan tuan Leo. Semua keperluan meeting sudah di persiapkan dengan baik.
"Baik, tuan Leo kita mulai meetingnya," ucap Arka.
Asisten tuan Leo menjelaskan kesepakatan kerja sama proyek yang akan mereka buat.
Karena di dalam kerja sama akan ada peraturan-peraturan dan perjanjian-perjanjian yang harus di sepakati ke dua belah pihak. Dalam kerja sama pun akan ada keuntungan dan kerugian yang di dapat jika proyek itu berhasil atau malah sebaliknya.
Sekarang giliran Arka memperkenalkan perusahaannya kepada tuan Leo.
Wijaya grup adalah perusahaan yang di miliki oleh keluarga Wijaya. Mereka memiliki beberapa anak perusahaan di berbagai kota. Dan pusatnya di perusahaan yang Arka pegang. Wijaya grup berkecimpung di bisnis konstruksi membuat desain gedung dan merealisasikannya.
Tiba waktunya Arka memperlihatkan file yang berisi proyek barunya itu. Sebuah file sudah di tangan Arka. Tapi ketika file itu dibuka. Mereka semua kaget bukan desain proyek baru yang di lihatnya, malah cerita horror yang muncul.
Tuan Leo sangat kecewa dengan Arka. Karena merasa di permainkan dan waktunya terbuang percuma. Akhirnya tuan Leo memutuskan kerja samanya dengan Wijaya grup. Arka pun meminta maaf kepada tuan Leo atas kejadian itu.
Tuan Leo pergi meninggalkan Arka dengan perasaan kecewa. Monica berusaha menjelaskan kepada tuan Leo namun Arka mencegahnya. Karena percuma tuan Leo tidak akan mendengarkannya. Arka pun marah dan langsung meninggalkan restoran dan kembali ke kantor.
Setelah beberapa menit perjalanan. Arka dan Monica sampai di kantor. Arka turun dari mobil dan langsung mencari Sofi.
__ADS_1
"Kemana Sofi," tanya Arka pada Alena.
"Sofi belum balik tuan," jawab Alena.
"Kalau Sofi sudah balik ke kantor kamu suruh dia keruanganku."
"Baik tuan," jawab Alena.
Alena dan semua karyawan yang ada di situ merasa ketakutan karena kemarahan Arka. Arka memang sering marah kalau karyawannya ada yang melakukan kesalahan. Tapi mereka belum pernah melihat bosnya semarah itu.
Semua karyawan di situ membicarakan Arka.
"Sepertinya proyeknya gagal. Sehingga membuat pak Arka marah besar," ucap Al
"Yah ga jadi dapat bonus dong," celetuk salah satu karyawan.
"Mungkin ada yang salah pada filenya," jawab Al menebak.
Tak lama kemudian Sofi pun datang.
Alena pun langsung menyuruh Sofi ke ruangan Arka.
"Sof, buruan ke ruangan tuan Arka. Kamu sudah di tunggu dari tadi sama tuan Arka."
"Ada apa ya Len ko tuan Arka memanggilku," jawab Sofi.
"Aku juga tidak tahu Sof. tuan Arka pulang dari ketemu kliennya langsung marah-marah dan nyariin kamu."
__ADS_1
Sofi pun langsung keruangan bosnya dengan perasaan takut.
"Permisi tuan," ucap Sofi.
Arka langsung melempar filenya dan mengenai tangan Sofi. Sofi tidak berani menatap bosnya. Sofi hanya terdiam pasrah menunggu bosnya menjelaskan apa yang terjadi.
"Apa yang kamu lakukan pada file itu," tanya Arka.
"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku memberikan file yang berisi proyek baru perusahaan," jawab Sofi.
Arka mendekati Sofi. Menyuruh Sofi membuka file itu untuk melihat isinya.
Sofi pun kaget dan bingung kenapa isi filenya cerita horror.
"Kamu sudah melihatnya. Sekarang kamu jelaskan!!"
"Tapi tuan, aku benar-benar tidak tahu kenapa bisa berubah jadi cerita horror begini," ucap Sofi.
"Kamu tadi izin kemana?" seru Arka pada Sofi.
"Sebegitu pentingnya mantan pacar bagimu. Sampai proyek besar ini kamu abaikan. Dan kamu malah asyik-asyikan bersama mantanmu. Dasar wanita...!" Arka tidak melanjutkan perkataannya.
Arka mencari info kemana Sofi pergi tadi pagi. Sofi izin kepada Arka, bahwa saudaranya ada yang sakit. Tapi setelah di cek, tidak ada saudaranya yang sakit. Dan Arka pun tahu Sofi menemui mantan pacarnya.
"Kamu beresin barang-barangmu sekarang juga. Aku tidak mau melihatmu di kantor ini lagi," tegas Arka pada Sofi
Sofi pun meninggalkan ruangan Arka sambil meneteskan air mata.
__ADS_1
🍁 Lanjut episode berikutnya ❤