Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Rose putih untuknya


__ADS_3

❤️❤️❤️


Wijaya grup


"Tuan Arka, aku sudah merevisi laporannya. Bagaimana? Apakah kali ini sudah betul?" Arka menerima laporan dari Sofi dan mengeceknya.


"Baik, tidak masalah," jawab Arka sambil memberikan lagi laporan tadi pada Sofi.


"Nanti berikan kepadaku sebuah laporan mengenai jangka waktu pengerjaan proyek yang sama besarnya dengan perusahaan klien kita, dan harga tanah dalam tiga tahun ini. Aku berikan waktu tiga hari untukmu, kerjakan untukku.


"Apa maksud tuan termasuk yang bukan di terima oleh perusahaan kita?


"Ya semuanya," jawab Arka.


Sofi menghela nafas, menundukkan kepala memikirkan semuanya.


"Kenapa, apa ada masalah?"


"Tidak ada, kalau begitu aku lanjutkan kerja dulu," ucap Sofi.


"Tunggu!! aku mau keluar setelah sepuluh menit kemudian, kamu ikut denganku."


"Baik," ucap Sofi dan pergi meninggalkan ruangan bosnya.

__ADS_1


Apakah kamu begitu pelupa, baru saja mengatur pekerjaan untukku, sekarang menyuruhku pergi bersamamu. Aku hanya punya waktu 24 jam dalam sehari. Kamu benar-benar menyulitkanku.


🍁🍁🍁


Toko bunga Aneke florist


Mobil Arka berhenti tepat di depan toko bunga. Arka menyuruh Sofi memilihkan beberapa tangkai bunga untuk di rangkai. 10 tangkai Rose putih pun menjadi pilihannya. Senyum manis terlihat di bibir Sofi ketika melihat buket bunga yang ia pilihkan untuk bosnya sudah selesai di rangkai. Arka menyuruh Sofi untuk membawanya. Sesekali Sofi mencium wanginya Rose putih pilihannya itu. Mobil Arka meninggalkan toko bunga dan melanjutkan perjalanannya.


Apa yang pak Arka lakukan. Mau memberi bunga ke pacarnya. Tetapi membawa aku yang sebagai asisten ini menjadi pengusik. Bagaimana mungkin? dia bisa punya pacar, bukannya hanya pekerjaan yang dia pikirkan. Ahh, bagaimanapun juga dia seorang lelaki normal, wajar sekali kalau punya pacar. Dia pasti ingin mengejar pacarnya dengan memberikan bunga ini. Tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan sehingga membawaku," Sofi tersenyum membayangkan begitu lugu bosnya di depan pacarnya. Ahh menyedihkan sekali menjadi seorang asisten, bahkan harus mengurus hal seperti ini.


Tiba-tiba lampu merah, Arka mengerem mobilnya secara mendadak membuat Sofi kaget dan terpental ke depan kepalanya mengenai buket bunga yang di pegangnya.


"Hati-hati," ucap Arka.


"Maksudku hati-hati dengan bunganya. Kalau jatuh sehelai daun saja, aku akan memotong gaji kamu."


"Sepertinya terlalu kejam kalau harus potong gajiku,"


"Kalau tidak mau di potong gaji, bantu aku lakukan satu urusan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan."


Jangan-jangan urusan dengan pacarnya, tebakanku benarkan?? gumam Sofi.


Akhirnya mereka sampai di suatu tempat. Sofi melihat sekeliling tempat itu dan berjalan mengikuti bosnya.

__ADS_1


Gadis yang di sukainya ternyata bekerja di panti jompo. Pasti gadis yang baik hati. Tidak heran dia sanggup bersamanya.


"Kenapa kamu lama sekali jalannya."


"Ahh, Tidak." jawab Sofi


Arka menoleh menatap wajah Sofi yang tidak merasa bersalah.


"Aku mengikutimu bos," lanjut Sofi.


Mereka berjalan menuju salah satu kamar yang ada di panti jompo itu. Tiba-tiba langkah mereka berhenti di lorong jalan menuju kamar. Arka menyuruh Sofi masuk ke dalam kamar 403 yang ada di depannya. Menyuruhnya untuk memberikan bunga ke seorang paman yang ada di dalam yang bernama tuan Anggara.


"Tuan Anggara?" ucap Sofi pada bosnya.


"Apa yang kamu pikirkan, kamu tidak mau menurutiku?"


"Siapa dia?" tanya Sofi.


"Kamu tidak perlu tahu. Antarkan saja bunga itu ke dalam. Ucapkan semoga sehat selalu padanya. Aku akan menunggumu di sini. Cepatlah pergi!!"


"Ya, baiklah." Sofi meninggalkan bosnya dan masuk ke dalam kamar.


Bersambung ❤️❤❤️

__ADS_1


dukung Author dengan vote ya readers


__ADS_2