Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Kembalinya Sofi ke Wijaya grup


__ADS_3

Sofi memasuki pintu kantornya, dia melihat Arka sudah duduk di atas meja kerjanya, Sofi pun menghampirinya.


"Selamat bergabung kembali di Wijaya grup," ucap Arka.


Semua staff di situ juga memberi ucapan selamat bergabung pada Sofi. Sofi sangat senang di sambut dengan baik oleh bos dan teman-temannya.


"Terima kasih tuan Arka, dan terima kasih semua," ucap Sofi.


"Waahhh beruntung sekali kamu Sofi, kamu di terima kembali di perusahaan ini," ucap teman-temannya.


Arka memberi tahu bahwa minggu depan adalah cuti bersama. Semua karyawan harus semangat, supaya pekerjaan cepat selesai dengan baik.


"Sofi...ini ada laporan dari tuan Arka yang harus kamu cek."


"Sofi...ini semua harus di selesaikan, ini laporan admin pembangunan. Minta bantuannya untuk di periksa. Maaf Sofi merepotkan, nona Monica sedang ada tugas lain."


Ini semua tugas yang harus aku kerjakan. Ini terlalu berlebihan, Kalian semua sama seperti big bos memerintah seenaknya, gumam Sofi.


Mereka bilang aku beruntung!! beruntung apanya bahkan semua pekerjaan diserahkan padaku. Ahh..ini neraka bagiku!! sepertinya aku di terima kembali bekerja hanya untuk ini.


Aku kan hanya seorang asisten di divisi ini, yang bertanggung jawab atas semua keuangan perusahaan kan nona Monica. Tapi kenapa aku harus mengerjakan tugasnya.

__ADS_1


J**elek sekali nasibku, di rumah aku di tindas sama ibu tiriku dan di sini aku harus bekerja keras, ahh...tidak!!


"Sofi...!!" Al menyadarkan Sofi yang tiba-tiba teriak tidak jelas.


"hehehe...." Sofi tidak sadar apa yang telah dilakukannya. Semua staff memperhatikannya.


Apa yang aku lakukan tadi, memalukan.


Sofi mulai mengecek laporan pembangunan. Biasanya Sofi meminta bantuan pada Alena. Tapi hari ini Alena tidak masuk kerja karena sakit. Aldi pun tidak bisa membantunya karena dia masih sibuk dengan pekerjaannya.


Monica sedang keluar ruangannya untuk mengecek kinerja karyawan, jadi semua laporan di serahkan pada Sofi.


Salah satu orang yang harus di temui untuk menanyakan kesulitannya adalah Arka. Tapi tidak mungkin Sofi bertanya pada Arka. Jelas Arka akan mengejeknya, bahkan bukannya membantu malah semakin mempersulitnya.


Arka keluar dari ruangannya. Arka melihat Sofi masih duduk di meja kerjanya. Arka menghampiri Sofi.


"Kenapa masih di dalam, kamu tidak keluar makan siang," tanya Arka pada Sofi.


Sofi yang tertunduk menggelengkan kepalanya.


"Hey..aku bertanya padamu," seru Arka.

__ADS_1


Sofi pun mengangkat kepalanya melihat muka Arka yang sedikit kesal padanya.


Ingin rasanya aku memakimu tuan Arka, dalam benak Sofi sambil membayangkannya.


Hai, Arka putra wijaya!! kamu bersikap seenaknya, mentang-mentang bos. Kamu masih menanyakan kenapa?? bukannya ini semua karena ulahmu yang sengaja menyuruh nona Monica mengecek di lapangan, supaya memberikan tugas ini semua padaku. Dasar menyebalkan!! Sofi mengepalkan tangannya diatas meja sambil tertawa sendiri membayangkan semua itu.


Arka menepuk keras pundak Sofi menyadarkan lamunannya. Sofi pun kaget dan tersadar.


"Aww, sakit."


"Kenapa kamu tertawa seperti itu. Kamu sudah gila ya, kamu mau memukul aku dengan tanganmu itu!! sepertinya ada yang tidak beres denganmu. Setelah istirahat makan siang selesai, kamu ke ruanganku," ucap Arka.


"Baik tuan. Maaf, tentu saya tidak berani memukul pak Arka. Aku tidak sengaja ingat berita di sosmed, seorang bos menganiaya bawahannya." Ucap Sofi mencari alasan.


"Aku pikir otak kamu sudah tidak beres," lanjut Arka berjalan meninggalkan Sofi.


Sofi sangat senang walaupun hanya dalam lamunannya tapi dia puas melampiaskan kekesalannya pada Arka. Tapi sayang belum sempet memukul bosnya sudah tersadar.


❤❤❤


Setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda dalam mengungkapkan rasa sayangnya pada orang yang di cintainya.

__ADS_1


kalo reader sendiri gimana nih ngungkapin rasa sayang....❤️❤️❤️


jangan lupa vote


__ADS_2