
Arka dan Sofi keluar dari restoran. Rama sudah menunggu mereka di depan restoran, namun Arka menyuruhnya pulang duluan menggunakan taxi. Rama pun menuruti perintah bosnya.
"Ehh, itu kenapa Rama pergi," tanya Sofi.
"Sudah tidak usah banyak nanya, sekarang masuk mobil," jawab Arka.
Kenapa kamu tega menyuruh asisten pribadimu yang begitu setia pulang sendirian naik taxi.
"Hey," teriak Arka"
Sofi kaget dengan teriakkan Arka.
Kenapa lagi orang ini, kenapa teriak begitu kencang membuatku kaget saja, gumam Sofi kesal.
"Kamu pikir aku sopirmu apa!!" pindah ke depan.
Apa maksudnya berkata seperti itu, Sofi masih tidak mengerti.
"Apa aku perlu ulangi kata-kataku."
"Ya, baiklah," jawab Sofi menuruti perintah bosnya. Sofi masuk ke dalam mobil bagian depan, duduk di samping Arka.
"Aku akan mengantarmu pulang," ucapnya.
Arka membawa mobil dengan cepat.
Sofi heran dengan sikap bosnya itu. Sikap yang menurutnya tidak masuk akal, kenapa Rama harus naik taxi padahal sekalian bareng juga tidak masalah.
__ADS_1
Hari sudah mulai gelap. Di perjalanan Sofi meminta berhenti di persimpangan jalan. Arka pun menghentikan mobilnya.
"Aku mau makan mie ayam dulu. Tadi di jamuan makan siang, aku sudah makan sampai kenyang tapi aku laper lagi." ucap Sofi dengan nada lirih.
"Sebenarnya sekarang sudah waktunya jam makan," jawab Arka.
"Ya sudah aku turun dulu, terima kasih." Sofi turun dari mobil dengan perasaan senang.
Tiba-tiba Arka muncul dari belakang, mengejutkannya.
"Ehh...kenapa masih di sini. Setelah makan aku akan naik ojek online dan pulang sendiri, lagian rumahku tidak jauh dari sini." ucap Sofi.
"Tidak mungkin kan bos mau ikut makan mie ayam bersamaku," lanjutnya.
"Emang tidak boleh, makananku semuanya sudah di cerna. Apakah menurutmu pencernaan ku tidak sebaik pencernaanmu?" jawab Arka.
Arka berjalan menuju kios mie ayam baso pinggir jalan, Sofi pun membuntutinya. Seorang penjual mie ayam menanyakan pada mereka.
"Tuan, nona... kalian mau pesan apa?"
"Pak Arka mau pesan apa?" Sofi menanyakan pada Arka.
"Sama sepertimu."
"Ohh baiklah, aku pesan 2 porsi mie ayam."
"Porsi kecil apa besar?" tanya penjual mie ayam.
__ADS_1
"Porsi kecil saja," jawab Sofi.
"Ohh, tidak seperti biasanya nona memesan porsi kecil, biasanya nona memesan porsi besar."
Sofi menundukkan kepalanya malu, bosnya pasti mentertawakannya. Arka sedikit tersenyum melihat Sofi tersipu malu.
"Baiklah, aku buatkan dulu."
Tidak begitu lama menunggu, 2 porsi mie ayam pun tersaji di atas meja. Sofi melirik Arka sambil mengambil satu porsi mie ayam di depannya.
Kesunyian pun tercipta, semua fokus pada semangkok mie di hadapan mereka. Sofi bergegas mengunyah dengan cepat saat melirik mangkok Arka sudah hampir habis.
Dia harus menghabiskan mienya, sebelum Arka menghabiskan mienya. Arka sudah meletakkan sendok dan mengambil tissue untuk mengelap mulutnya. Dia sudah selesai makan.
Saat Arka bangun dari tempat duduknya, Sofi spontan ikut bangun juga walaupun mie dalam mangkoknya belum habis.
"Habiskan mie ayammu," Arka melihat Sofi yang sudah berdiri dari duduknya.
"Ehh iya, baiklah" Ahh syukurlah aku bisa melanjutkan makan dan menghabiskan mie ini. Tahu begitu kenapa aku harus terburu-buru tadi."
Arka menghampiri penjual mie ayam dan membayarnya. Setelah itu, Arka menunggu Sofi dalam mobil sambil sesekali memperhatikan Sofi yang sedang lahap menyantap mienya.
Sofi pun selesai makan, Sofi langsung menghampiri bosnya di mobil. Diketuknya kaca pintu mobil. Arka segera membuka kaca pintu mobil dan menyuruh Sofi masuk ke dalam mobil. Sofi menuruti perkataan Arka dan masuk ke dalam mobil.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Sofi. Sofi tertidur pulas di dalam mobil.
Arka membangunkan Sofi, setelah sampai di depan gang jalan menuju rumahnya.
__ADS_1
🍁 Dukung Author terus ya readers ❤️❤️❤️