
Mereka pun menunggu jagung bakar pesanan mereka yang sedang di bakar oleh penjual.
"Hmm... aroma barbequenya sudah mulai tercium," seru Sofi.
Banyak pengunjung berlalu lalang di sekitar pasar malam. Perhatian mereka tertuju pada Arka. Terutama para ABG yang sengaja jalan di dekat Arka, mereka sengaja mengambil foto Arka dari dekat. Arka merasa risih dengan tingkah para ABG itu. Sofi yang melihat bosnya di kerumunin pengunjung langsung mendekati Arka. Spontan ia langsung menggandeng tangan Arka membuat bosnya kaget dan matanya memandang lekat ke arah Sofi.
"Apa yang kamu lakukan?" bisik Arka.
"Sudah bos diam saja, apa bos mau para ABG ini terus mengerumunin bos."
"Ahh, terserah kamu sajalah, yang penting mereka semua pergi dari sini."
Mereka iri melihat Sofi bermanja di dekat Arka. Banyak dari mereka yang berbisik membicarakan Arka dan Sofi.
"Liat gadis yang di sampingnya, beruntung sekali dia memiliki pacar tampan seperti model."
"Andai saja aku yang berada di sampingnya pasti aku perempuan paling beruntung di negeri ini."
Melihat ekspresi para pengunjung yang sinis melihatnya, Sofi merasa tertantang untuk melakukan akting yang lebih dari bergandengan tangan.
Hah, sepertinya mereka belum puas!
Sofi mengangkat tangan Arka dan meletakkannya di pundaknya, seolah olah Arka merangkul dirinya. Dan melingkarkan ke dua tangannya ke pinggang Arka seolah Sofi sedang memeluk Arka.
Sepertinya Sofi sedang mengajakku berakting. Arka sudah mulai mengerti maksud tingkah Sofi seperti itu padanya.
"Hai sayang? lihat itu jagung bakar kita sudah selesai di bakar." Arka mengambil satu jagung bakar yang masih berada di atas perapian.
"Aww, panas!"
"Ehh hati-hati sayang." Sofi memegang tangan Arka, ia sesekali meniup tangan Arka dan mengelusnya dengan lembut.
"Sudah tidak apa-apa," ucap Arka.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit para pengunjung pergi meninggalkan Arka dan Sofi. Mereka merasa kecewa karena lelaki yang di kaguminya sudah memiliki pacar.
"Akhirnya mereka pergi juga. Akting kamu bagus juga, belajar di mana? aktingmu tadi patut di beri penghargaan.
"Aku hanya membantu bos saja mengusir para fans fanatik itu."
"Aku liat kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan tadi."
"Apa maksudmu?"
"Itu tanganmu masih memegang tanganku." Sofi yang sadar dengan ucapan Arka, langsung melempar tangan bosnya dari tangannya.
"Ehh maaf, aku tidak sengaja."
Arka tersenyum melihat Sofi yang tiba-tiba cemberut. Mereka menikmati jagung bakar yang sudah di tangan masing-masing.
"Kita duduk di situ yuuk," seru Sofi sambil menunjuk sebuah kursi panjang yang berada di pinggiran pasar malam.
"Ayo, hei kamu tidak menggandeng tanganku lagi. Nanti kalau ada pengunjung yang tiba-tiba mendekatiku lagi bagaimana?" ledek Arka.
"Setelah ini kita mau kemana?" tanya Arka.
"Kita naik komedi putar ya, udah lama ga naik biang lala.
"Aku malah tidak pernah."
Ahh masa! kasian sekali hidupmu. Pasti masa kecilmu bagai burung dalam sangkar, hanya di rumah saja.
"Baiklah kita coba, aku penasaran."
Sofi sangat senang bosnya setuju naik komedi putar. Mereka berjalan menuju loket bianglala. Sofi mengantri tiket sedangkan Arka menunggunya di dekat pintu masuk. Melihat Sofi yang dari tadi mengantri lama, Arka menggantikan Sofi mengantri tiket dan menyuruh Sofi duduk menunggunya.
Biasanya kamu sangat senang membuatku menderita, tapi kenapa sekarang sikapmu berubah.
__ADS_1
Setelah mengantri lama, akhirnya Arka mendapatkan tiket masuk bianglala.
"Akhirnya dapat tiket juga. Ayo buruan kita naik bianglala. Aku sudah tidak sabar," seru Sofi.
Di dalam komedi putar banyak sekali permainan yang dapat di nikmati. Para pengunjung bebas naik apa saja asal membeli tiket terlebih dahulu. Satu tiket berlaku untuk satu orang dan satu permainan, baik orang dewasa maupun anak-anak.
Tiba giliran Arka dan Sofi masuk ke permainan bianglala yang berbentuk seperti rumah burung. Arka sedikit terkejut dengan bentuk bianglala. Ia masuk dan duduk berhadapan dengan Sofi. Tidak lama menunggu bianglala mulai di jalankan. Semakin lama semakin cepat membuat Sofi teriak histeris. Sedangkan Arka memilih diam sambil sesekali melihat ekspresi Sofi.
"Hei, kenapa bos diam saja. Bukannya ini sangat seru."
Tiba-tiba bianglala berhenti mendadak pas posisi Arka dan Sofi berada di atas.
"Ada apa ini, kenapa tiba-tiba berhenti."
"Mesinnya mendadak mati," jawab Sofi.
"Kenapa buruk sekali komedi putar ini. Terus sampai kapan kita harus menunggu."
"Sabar saja bos, mungkin sedang dalam perbaikan."
"Sofi..."
"Ehh kenapa muka bos seperti itu melihatku."
Arka memegangi perut dan menutupi mulutnya dengan tangan menahan mual. Sofi memegang tangan bosnya yang masih menutupi mulut.
Tangan bos dingin sekali.
"Perutku mual, pengen muntah," ucap Arka lirih.
"Aduh gimana ini, Sofi berpindah duduk di sebelah Arka. Ia memijat punggung Arka dengan tangannya dan mengeriknya dengan jari.
"Sofi, aku tidak kuat angin malam. Udara di sini sangat dingin," ucap Arka lirih. Melihat bosnya kedinginan dan bibirnya bergetar, Sofi tidak tega. Ia memegang lagi ke dua tangan Arka dan menggosoknya supaya terasa hangat. Kebetulan Sofi memakai jaket jadi ia melepaskannya dan memakaikannya menutupi badan Arka.
__ADS_1
Bersambung ❤️❤❤️