
Pagi hari pun tiba, Al pagi ini bangun lebih awal dari biasanya. Ia berencana menjemput Anita sebelum ke kantor.
Kurasa aroma minyak wangi ini jauh lebih baik dari sebelumnya.
Al menyemprotkan minyak wangi yang baru di belinya. Sekarang Al sangat mementingkan penampilannya setelah mengenal Anita. Jatuh cinta membuatnya semakin menata diri dari hal terkecil pun ia ingin selalu terlihat perfect di hadapan Anita.
Dari dalam kontrakannya Al mengeluarkan sepeda motor kesayangannya yang biasa ia gunakan untuk pergi ke kantor. Ia menyalakan starter dan melajukan motornya dengan santai, menikmati perjalanan dari kontrakannya ke kosan Anita.
Di tengah jalan ia membeli beberapa makanan untuk sarapan bersama Anita. Al tahu betul kesukaan Anita. Ia membeli beberapa kue basah. Cinta memang butuh perjuangan, mudah-mudahan suatu saat Anita membuka hatinya untuk Al. Karena sampai sekarang Anita belum tahu kalau Al menyukainya, Al juga belum mengungkapkannya.
Akhirnya sampailah Al di depan kosan Anita. Ia turun dari motornya, melepaskan helm dari kepalanya dan menaruhnya di atas motor. Langkahnya masih ragu, melihat sekitar kosan Anita yang masih terlihat sepi. Hanya ada satu, dua orang yang melintas. Ia berfikir sejenak dan menghela nafas panjang.
Semoga Anita sudah bangun, dan semoga ia mau di ajak sarapan bareng.
Al menelepon Anita, beberapa x melakukan panggilan namun tidak di jawab oleh Anita. Mungkin saja Anita belum bangun atau lagi mandi. Al mematikan hp nya dan duduk menunggu sebentar di counter hp dekat kosan Anita yang masih tutup. Mungkin ia akan mencoba menelepon lagi beberapa menit kemudian. Al memperhatikan kue basahnya yang mulai mengembun karena ia membelinya dalam keadaan masih hangat. Mengirimkan pesan lewat wa pada Anita pun sudah ia lakukan namun masih belum di buka oleh wanita yang di sukainya itu.
Ada perasaan mau menyerah tapi sayang sudah sampai di sini. Setelah setengh jam menunggu, akhirnya Anita membalas wa Al. Senyum dari bibir Al nongol sambil membaca wa dari layar hp nya. Seperti ada harapan untuk tujuannya, setidaknya tidak sia-sia ia menunggu lumayan lama. Anita menyuruh Al menunggunya, karena sebentar lagi ia keluar.
Tak berapa lama, Anita keluar dari pintu kosan dan langsung menghampiri Al yang masih setia menunggunya.
"Maaf Al, membuatmu lama menunggu."
"Tidak apa-apa Nit, oiya aku membawakanmu sarapan. Nih... " Al menyodorkan kantong plastik yang berisi beberapa kue basah yang ia bawa.
"Wah terima kasih Al, kamu tahu saja aku suka kue basah. Ehh ko kamu tidak bilang dulu si kalau mau ke kosan. Lagian ini terlalu pagi Al."
__ADS_1
"Aku sengaja tidak memberitahukanmu. Tapi kamu tidak marah kan Nit?"
"Ahh tentu saja tidak. Ya sudah kita nikmati kue ini bareng ya, terus habis itu baru berangkat ke kantor."
Aku pikir Anita akan kesal melihat kedatanganku secara mendadak.
"Hey, kenapa kamu melamun. Ayo kita makan kuenya," seru Anita mengagetkan Al.
Melihat Anita yang sangat antusias memakan kue yang di bawanya, Al tersenyum senang. Ia pun ikut makan bersama Anita.
"Tuh di sudut bibirmu ada sisa kue," ucap Al.
"Ahh masa," Anita menelusuri bibirnya dengan jari. Dan benar saja ia menemukan sisa kue yang barusan di makannya. "Duuhh jadi malu, pasti belepotan ya."
"Hah, apa! tadi kamu bilang apa Al"
"Ehh tidak apa-apa, oiya sudah jam 7. Ayo kita berangkat sekarang takut telat," ucap Al mencoba menghindar dari pertanyaan Anita.
Aduhh kenapa aku bisa keceplosan begitu, kira-kira Anita dengar perkataanku tidak ya.
"Baiklah kita berangkat sekarang," jawab Anita.
Walaupun kamu tidak mengulanginya aku sudah dengar ko Al. Aku pura-pura saja tidak mendengar, hehe....
Mereka berangkat ke kantor yang letaknya tak jauh dari kosan Anita. Al mengantarkan Anita ke kantornya, setelah itu baru ke Wijaya grup.
__ADS_1
***
Sesampainya di kantor
"Cie.... ada yang habis boncengan tadi," seru Alena. Al salting dengan ucapan Alena.
"Kamu selalu saja begitu Len, membuatku malu. Tuh lihat orang-orang jadi memperhatikanku kan?" ucap Al lirih.
"Biasanya kamu juga tidak pernah malu Al."
"Ehh, ini persoalan lain. Sudahlah aku mau pesan kopi dulu," Al beranjak pergi meninggalkan Alena.
"Hey, jangan lupa pesenin buatku juga," seru Alena. Al hanya mengangguk tanpa menoleh.
Sofi muncul dari balik pintu. Ia menyapa Al yang sudah berjalan mendekatinya.
"Pagi Al, mau kemana?"
"Hey Sof, kebetulan ketemu kamu. Mau sekalian aku pesanin minuman tidak?"
"Boleh, seperti biasa ya."
"Ok deh."
Bersambung ❤️❤️❤️
__ADS_1