Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
So sweet


__ADS_3

Setelah selesai minum kelapa muda, Arka menyuruh Rama untuk pulang duluan. Ia sendiri yang akan mengantar Sofi pulang. Bukan tanpa alasan Arka menyuruh Rama pulang. Itu dikarenakan Rama sudah minta izin dulu tadi pagi untuk pulang lebih cepat. Entah urusan apa yang membuat Rama pulang lebih cepat, yang pasti urusannya sangat penting. Rama tidak enak kalau harus meninggalkan bosnya dalam keadaan seperti itu. Namun Arka menyuruhnya untuk cepat pulang. Ia pun menuruti bosnya.


Tatapan Sofi ke arah bosnya penuh tanda tanya dalam pikiran. Ia masih menerka-nerka alasan apa yang membuat Zen melakukan itu pada Arka. Ingin rasanya menanyakan langsung pada bosnya namun keberaniannya menciut melihat raut wajah bosnya yang terlihat kesal dan penuh emosi.


"Sofi, ayo kita pulang," ucap Arka.


"Baik bos," jawab Sofi. Sofi mengikuti bosnya dari belakang.


Ihh kenapa aku begitu penasaran ya, padahal itukan bukan urusanku.


Mereka sampai di tempat parkir. Arka masuk ke dalam mobil di susul Sofi yang masuk juga ke dalam mobil. Arka melajukan mobilnya dengan cepat. Di perjalanan Sofi memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.


"Tuan, aku sudah mengenal Zen sebelum ini."


Arka menghentikan mobilnya mendadak. Sofi kaget dan keningnya kebentur dashboard mobil. Ia meringis kesakitan. Ia lupa memakai sabuk pengaman.


"Aww sakit!! Tidak bisakah anda membawa mobil pelan-pelan bos," seru Sofi.


"Tadi kamu bilang apa, ulangi sekali lagi."


"Apa, emang aku bilang apa tadi."


Arka mendekatkan wajahnya ke wajah Sofi.


Sofi mengerutkan keningnya, tangannya tiba-tiba dingin dan bibirnya bergetar terasa berat menjawab pertanyaan bosnya. Ia menghindar dari tatapan bosnya. Ia memejamkan mata begitu wajah bosnya sudah terlalu dekat dengannya. Namun Arka berhenti dan menyentil kening Sofi.

__ADS_1


"Kenapa kamu menutup matamu, kamu pikir aku akan menciummu. Aku hanya ingin memberi pelajaran padamu. Lain kali tidak boleh membantah. Coba ulangi lagi perkataanmu tadi." seru Arka.


Huh dasar, bersikap seenaknya!!


"Aku sudah mengenal tuan Zen beberapa hari yang lalu." ucap Sofi. Arka hanya terdiam mendengar ucapan Sofi.


Hey, kenapa tiba-tiba diam. Bukannya tadi kamu menyuruhku mengulang kembali perkataanku.


"Aku dan Zen teman baik dulu. Karena sesuatu hal hubungan kita jadi renggang dan bahkan Zen membenciku. Keluargaku sudah membuat keluarga Zen menderita. Tapi semua itu hanya salah paham. Zen mengira ayahkulah penyebab semua ini. Padahal ayahku dulu hanya di fitnah. Yang menyebabkan ayah Zen masuk ke penjara itu managernya. Ia menyeret nama ayah Zen di pengadilan, membuatnya masuk penjara. Yang lebih membuat Zen membenciku dan keluargaku, ibu Zen meninggal dunia karena sakit akibat kejadian itu," ucap Arka menceritakan kejadian masa lalu.


"Karena itu kalian bermusuhan, sesuatu hal itu apa?"


""Hey!! aku tidak pernah menganggapnya musuh. Kamu kenal Zen dari mana?" Arka menatap Sofi tajam.


Kenapa sorotan matamu begitu tajam. Membuatku takut saja.


"Perusahaan yang di bangun bersama bangkrut karena kecerobohan manager itu," lanjut Arka.


"Ohh begitu ceritanya?" ucap Sofi.


"Aku peringatkan kamu ya, jangan terlalu dekat dengannya!!" seru Arka.


"Emang kenapa?"


"Jangan membantah, kamu cukup menurutiku saja."

__ADS_1


Apa-apaan dia mengaturku seenaknya!!


"Kamu mengerti tidak!!"


"Ya baiklah, aku mengerti!!" seru Sofi kesal.


Aku hanya tidak mau Zen memanfaatkan mu karena dia tahu kamu asistenku, gumam Arka dalam hati.


"Ehh, itu di sudut mulut tuan ada sisa kelapa muda."


"Mana," Arka menyusuri bibirnya dengan tangannya namun tidak ketemu.


"Ahh sudah sini aku ambilkan." Sofi mengulurkan tangannya ke dekat bibir Arka dan mengambil sisa kelapa muda di sana. Arka spontan memegang tangan Sofi. Mereka saling menatap. Tak lama mereka tersadar, Sofi menarik tangannya dari genggaman Arka begitu juga Arka yang langsung melepaskan tangan Sofi.


"Maaf tuan, aku tidak sopan tadi."


"Sudahlah tidak apa-apa lupakan saja, aku juga tidak sengaja memegang tanganmu."


Kenapa perasaanku jadi begini. Jantungku tidak seperti biasanya berdetak lebih kencang. Ahh sial!! buang jauh-jauh perasaan seperti ini dariku, gumam Arka dalam hati.


Mobil Arka melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan menuju rumah Sofi.


Bersambung ❤️❤️❤️


Dukung Author terus ya readers 😉

__ADS_1


__ADS_2