
"Alhamdulillah kenyang juga perutku," ucap Sofi sambil tersenyum melihat Rama.
Rama kemudian memanggil pelayan untuk meminta tagihan makanan yang dia pesan.
Seorang pelayan menghampiri Sofi, dan memberikan catatan tagihan.
Melihat angka yang ada di situ, sontak Sofi pun kaget dan bingung harus bayar dengan apa, sedangkan uang yang di dompetnya tidak cukup untuk membayarnya. Sofi membuka dompetnya untuk kedua kalinya tetap saja tidak berubah isi uangnya masih sama.
Rama mengambil catatan tagihan dari meja Sofi dan membayar sejumlah uang kepada pelayan, sesuai nominal yang ada di catatan. Rama juga memberikan tips pada pelayanan itu. Setelah itu Rama mengantarkan Sofi pulang ke rumah.
Di perjalanan pulang, sesekali Sofi melihat Rama yang sedang menyetir dari kaca spion dalam mobil.
Hemm, aku tidak mengerti apa yang akan mereka lakukan padaku. Apa maksud dari semua ini. Ya Allah, kenapa aku sampai terjebak begini. Jangan-jangan ada maksud terselubung. Arka memberiku makanan enak di restoran mewah dan ujung-ujungnya nanti aku di....?? Ahhh ...tidak!! teriakkan Sofi membuat Rama kaget dan menghentikan mobilnya.
"Ada apa nona," tanya Rama.
"Aku turun di sini saja," ucap Sofi sambil membuka pintu mobil dan keluar.
Rama pun keluar dari mobil dan menyuruh Sofi masuk lagi ke dalam mobil. Namun Sofi menolak.
Sofi mengambil Hp di dalam tasnya tapi ternyata Hp nya tidak ada. Sofi mengingat- ingat di mana dia terakhir memegang Hp. Ingatan Sofi cukup baik. Sofi pun ingat Hp nya tertinggal di meja kerjanya.
"Rama, antarkan aku ke kantor lagi ya,"
terpaksa Sofi meminta Rama mengantarnya ke kantor.
Baik nona," jawab Rama.
Aduh...Sofi malu-maluin banget si, udah turun dari mobil masa masuk lagi minta di anterin ke kantor.
Rama membawa mobil cukup cepat, hanya butuh waktu beberapa menit sudah sampai di kantor. Sofi keluar dari mobil.
"Rama, terima kasih ya."
Rama hanya mengangguk, dan meninggalkan Sofi.
__ADS_1
"Sofi..," seseorang menarik tangan Sofi.
"Kaisan!!" ngapain kamu di sini. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.
"Aku tahu dulu aku salah Sof, tapi aku sadar hanya kamu yang perhatiannya tulus padaku. Beri aku satu kesempatan lagi Sof, aku janji aku akan berubah lebih baik lagi."
Tak terasa Sofi meneteskan air mata.
"Kamu tahu Kai, bagaimana perasaanku dulu melihatmu bersama wanita lain. Kamu memegang tangannya, kamu mesra dengannya dan aku melihat semua itu Kai!! kamu melakukan itu semua di saat masih menjalin hubungan denganku. Dan sekarang kamu minta kesempatan lagi padaku. Maaf Kai, aku sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi untukmu."
"Sof...Sofi!!" tunggu penjelasanku dulu.
"Lepasin Kai...lepasin."
Arka melihat Sofi, dan menghampirinya.
"Lepasin dia!!"
"Ini tidak ada hubungannya denganmu," jawab Kaisan.
"Beraninya kamu mengataiku begitu, emangnya kamu siapa bisa mengaturku seperti itu. Sekalipun kamu bosnya, kamu tidak berhak ikut campur urusan kami."
"Ini kantorku dan kamu sudah mengganggu karyawan di sini."
"Emang kenapa!!"
Arka sudah tidak bisa menahan emosinya.
Bug..bug..bug..
Tiga pukulan pun mendarat mulus di muka Kaisan, Arka sungguh sudah tidak bisa menahan lagi hingga terjadi pertengkaran yang sangat sengit.
Bug..bug..
Kaisan yang tak mau kalah akhirnya membalas memukul Arka.
__ADS_1
Sofi pun teriak histeris melihat mereka.
Rama datang dan menolong bosnya. Sedangkan Kaisan di bawa security keluar.
Rama membawa Arka ke klinik. Muka Arka berdarah setelah di pukul Kaisan.
Sofi langsung lari ke klinik melihat keadaan Arka.
Sofi berhenti di depan pintu klinik, melihat Rama yang sepertinya tidak suka dengan kedatangannya.
"Maaf nona, lebih baik nona pulang saja," ucap Rama yang sedikit kesal pada Sofi.
"Biarkan dia masuk Ram," suruh Arka.
Mendengar suara Arka akhirnya Sofi masuk ke dalam klinik.
Arka berbaring di tempat tidur dan ada dua suster yang sedang mengobati lukanya.
"Maafin aku tuan Arka, semua karena kesalahanku. Gara-gara aku, tuan Arka jadi seperti ini.
"Kalau saja nona Sofi langsung pulang setelah makan, tidak akan terjadi seperti ini," seru Rama.
Suster pun selesai mengobati Arka. Dan Sofi mendekat ke Arka melihat kondisi bosnya dari dekat.
"Kenapa nangis, aku tidak apa-apa. Lagian ini hanya luka kecil," ucap Arka sedikit tersenyum. Sofi pun membalasnya dengan senyuman.
Rama keluar dari ruangan dengan perasaan yang masih kesal. Namun langkahnya di cegah oleh Arka.
"Ram...," panggil Arka.
"Antarkan Sofi pulang ya, pastikan dia aman sampai rumah," lanjutnya.
"Baik," hanya itu yang keluar dari mulut Rama.
Sofi merasa tidak enak dengan Rama.
__ADS_1
🍁 Dukung Author terus ya readers.. Jangan lupa vote ❤️❤️❤️