
Setelah pulang dari kantor, Alena dan Aldi menyempatkan ke rumah sakit untuk menjenguk ayah Sofi. Mereka langsung menuju kamar di mana ayah Sofi di rawat, karena Alena sudah menanyakan ke Sofi lewat Wa.
Di perjalanan mereka melihat Sofi sedang berjalan menuju lift.
"Sofi...," panggil Alena.
"Hai Len, Al... akhirnya kalian nyampe juga." jawab Sofi.
"Kamu dari mana Sof?"
"Aku habis ke depan beli makanan. Ya sudah ayo kita ke atas," ajak Sofi.
"Ohh ya Sof, kemarin tuan Arka datang ke sini ya,"
"Iya Len, dia datang bersama Rama asistennya."
"Baru kali ini ada keluarga staffnya yang sakit di tengokin langsung sama tuan Arka. Biasanya dia menyuruh staff yang lain untuk mewakilinya," ucap Alena.
"Iya Sof, tuan Arka perhatian sekali sama kamu," ucap Aldi menambahkan.
"Ngomong apa si kalian, mungkin kebetulan saja tuan Arka sedang tidak sibuk jadi langsung bisa menjenguk ke sini. Ga usah yang aneh-aneh fikiran kalian.
"Kamu masih belum peka juga Sof," lanjut Aldi.
Lagian mana mungkin bos angkuh seperti dia perhatian sama aku. Dia bersikap begitu kan wajar. Sekarang dia baik, ntar kalau aku masuk kerja lagi juga di tindas lagi sama dia.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di kamar ayah Sofi di rawat. Mereka masuk ke dalam dan menghampiri bu Tiyas yang sedang duduk di sebelah ayah Sofi.
"Om, tante...," mereka menjabat tangan ayah dan bu Tiyas.
Sofi memperkenalkan Alena dan Aldi pada ayahnya yang berbaring di tempat tidurnya.
"Yah, ini Alena dan Aldi teman Sofi di kantor."
Ayah Sofi pun tersenyum.
"Bagaimana keadaan om sekarang?" tanya Alena.
"Alhamdulillah om sudah sehat. Paling besok sudah boleh pulang. Orang om cuma kecapaian, tidak ada yang perlu di khawatirkan."
"Syukur kalau begitu om," lanjut Al.
"Sudah...sudah ayah tidak kenapa-napa, ayah masih sanggup bekerja," jawab ayahnya.
"Iya yah bener kata ibu, ayah mending berhenti kerja saja. Lagian aku kan sudah bekerja yah, InsyaAllah gaji Sofi cukup buat keperluan kita.
"Sofi, kamu kan baru bekerja pasti kamu perlu uang untuk keperluan kamu sendiri."
"Tidak yah, Sofi tidak perlu apa-apa lagi. Buat Sofi yang penting ayah sehat.
Tok tok..."Permisi..." Seorang dokter datang untuk memeriksa kondisi ayah Sofi.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan tuan Agung sekarang?" tanya dokter.
"Alhamdulillah sudah enakan dok," jawab ayah Sofi.
"Bagus kalo begitu, saya periksa dulu ya?"
Dokter pun memeriksa detak jantung ayah Sofi dan meriksa matanya.
"Ok baik tuan, besok tuan Agung sudah boleh pulang. Kondisinya sudah normal kembali, tapi jangan lupa di minum obatnya yang rutin dan banyakin istirahat," ucap dokter
"Terima kasih dok," ucap Sofi.
"Sama-sama, ya sudah saya permisi dulu ya." ucapnya sambil keluar meninggalkan kamar.
Alena dan Aldi pun pamit pulang.
"Sof, aku dan Al pamit dulu ya."
"Ya Len, terima kasih ya. kalian hati-hati di jalan."
"Ya Sof, sama-sama."
"Om, Tante...kami pulang dulu ya, permisi." Ucap mereka sambil meninggalkan kamar.
Suara adzan magrib berkumandang, Sofi langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat maghrib. Selesai sholat Sofi berdoa kepada Allah semoga ayahnya lekas sembuh, semoga cita-cita yang ia inginkan tercapai. Dan semoga keluarganya bahagia dunia dan akhirat.
__ADS_1
Setelah itu Sofi melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Ayat demi ayat ia lantunkan dengan suaranya yang merdu, membuat hati orang yang mendengarkannya tenang dan tentram.
🍁 Bersambung ❤️