
Hari ini Sofi harus lembur karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan saat ini juga. Tidak hanya Sofi, big bos wijaya grup pun lembur hari ini.
"Sof, aku pulang dulu ya?" ucap Anita pamit.
"Aku juga ya Sof," lanjut Al.
"Ya sana pada pulang dulu," jawab Sofi.
Kenapa dia menyuruhku lembur mendadak begini. Padahal hari ini lelah sekali. Pekerjaan kan bisa di kerjakan besok lagi. Hemm, emang tidak ada waktu lagi apa.
Arka menyuruh Sofi lembur untuk membuat proposal proyek baru Wijaya grup. Monica tidak bisa lembur karena dia ada urusan penting. Jadi hanya ada Sofi dan Arka saja yang lembur.
"Permisi tuan, secangkir teh hangat untuk menemani lembur bosque."
"Ini tidak ada racunnya kan," tanya Arka.
"Ya kali ada racunnya, hehe... tidak ada bosque," jawab Sofi.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu."
"Tidak apa-apa," jawab Sofi.
"Sekarang kamu buat proposal untuk pengajuan proyek baru. Buat sebaik mungkin,
besok kita ketemu klien untuk mengajak kerja sama. Jadi proposal pengajuan proyek baru jangan sampai ada yang salah." Perintah Arka.
Proyek baru yang akan di buat Wijaya grup kali ini proyek yang fantastis. Arka tidak mau sampai ada kesalahan. Apalagi kliennya kali ini bukan orang sembarangan.
"Aku akan berusaha semaksimal mungkin," seru Sofi bersemangat.
Kenapa dia sikapnya aneh sekali, gumam Arka.
Setelah itu Sofi kembali ke meja kerjanya, untuk membuat proposal proyek baru perusahaan.
__ADS_1
πππ
Tidak lama kemudian, Arka keluar ruangan untuk mengecek Sofi yang ditelepon dari tadi tidak di angkat. Dan benar saja Sofi tertidur pulas di mejanya.
Arka pun kesal melihat Sofi tertidur pulas, hampir saja Arka mencekek lehernya. Tapi dia melihat sebuah proposal yang sudah dikerjakan Sofi. Di ambilnya proposal itu dan di bawa ke ruang kerja nya. Tapi langkah Arka terhenti melihat ekspresi muka Sofi saat tidur. Mulutnya sedikit mangap. Mungkin karena Sofi kecapean. Arka sedikit senyum melihatnya. Dan melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.
"Tidak ada yang istimewa di proposal ini. Tapi cukup rapi dan bagus."
Sofi yang terbangun karena sebuah pulpen yang jatuh kaget karena proposalnya sudah tidak ada di meja kerjanya.
"Gawat," seru Sofi.
"Bagaimana ini, di mana proposalku? kenapa tiba-tiba hilang. Perasaan tadi aku taruh di sini." Sofi pun mencari proposalnya dikolong-kolong meja. Tiba-tiba terdengar suara.
"Sedang apa kamu di situ!!"
Suara itu tidak asing bagi Sofi. Itu suara bosnya. Segera Sofi beranjak dari kolong mejanya.
Duggh... kepala Sofi kebentur meja.
Kenapa kamu datang tiba-tiba, mengagetkanku saja.
"Tuan Arka, ini aku sedang mencari pulpen yang tadi jatuh entah kemana,hehe..." ucap Sofi mencari alasan. Sofi masih memegangi kepalanya yang masih terasa sakit kebentur meja.
"Tuan Arka butuh apa nanti saya ambilkan. Atau minumannya mau nambah lagi. Bentar ya aku ambilin dulu," lanjut Sofi.
"Tunggu...! kamu biasanya pulang kerja naik apa?"
"Hah....!" Sofi kaget dengan pertanyaan Arka.
"Aku biasa naik ojek online tuan," jawabnya.
"Ya sudah bereskan meja kerjamu dan ikut aku," perintah Arka.
__ADS_1
Kenapa tuan Arka tidak menanyakan proposalnya ya, malah menanyakan aku pulang pakai apa.
Sofi pun langsung membereskan meja kerjanya dan mengambil tasnya mengikuti Arka turun ke bawah. Rama asisten pribadinya sudah menunggu bosnya di depan. Rama pun membukakan pintu mobil untuk Arka.
Setia sekali dia, menunggu bosnya sampai malam begini, emang dia tidak ada kerjaan lain apa. Kira-kira gajinya berapa ya asisten pribadinya tuan Arka.
"Masuk!" perintah Arka yang sudah duduk di dalam mobil.
"Aku naik ojek aja tuan," jawab Sofi.
"Masuk, cepat!" perintah Arka untuk ke dua kalinya.
"Ya, baiklah.
Sofi tahu pasti bosnya bakalan marah kalau perintahnya di tolak. Akhirnya Sofi pun menurutinya dan masuk ke dalam mobil Arka.
Arka menyuruh Rama untuk mengantarkan Sofi terlebih dahulu. Baru mengantarkannya.
Dalam perjalanan, Sofi memberanikan diri menanyakan tentang proposal. Sofi tidak mau ada masalah besok.
"Aku tadi sudah menyelesaikan proposalnya tuan, tapi...?" Sofi tidak melanjutkan ucapannya karena takut bosnya marah.
"Kamu tadi tidur di meja kerjamu jadi aku ambil saja proposalnya. Tidak profesional di jam kerja malah tidur."
"Maaf tuan Arka, aku tidak sengaja ketiduran."
Rama yang dari tadi mendengarkan mereka hanya diam tanpa komentar. Tidak ada pembicaraan lagi sepanjang jalan. Sofi memilih mendengarkan musik lewat head setnya. Akhirnya mereka sampai juga di gang masuk rumah Sofi.
"Apa rumahmu masih jauh," tanya Arka.
"Tidak tuan, rumahku tidak jauh dari gang itu," Sofi turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih pada bosnya karena telah mengantarkannya pulang.
Arka pun memberi kode pada Rama. Rama turun dari mobil dan mengantarkan Sofi sampai ke depan rumahnya. Memastikan Sofi aman sampai rumah.
__ADS_1
Dukung author terus ya readerπβ€