Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Bilangnya traktir malah di traktir


__ADS_3

Sofi membuka pintu kamar 403 setelah mengetuknya beberapa kali namun tidak ada Jawaban. Membuka pintu dengan pandangan yang masih tertuju ke arah bosnya ya berdiri menunggu di sisi luar kamar. Terlihat tuan Anggara yang sedang duduk di kursi rodanya, melihat ke arah luar dari kaca jendela. Ia memegang sebuah roti di tangannya.


"Tuan, aku mewakili bosku untuk datang melihat anda."


"Tuan..tuan," di panggil beberapa kali namun tidak ada jawaban. Sofi berjalan mendekati tuan Anggara yang masih terdiam.


"Tuan, bisakah anda mendengar aku berbicara? aku datang ke sini untuk mengantar bunga untuk anda," ucap Sofi tersenyum padanya.


Tuan Anggara mengalihkan pandangannya ke arah Sofi. "Apakah kamu adalah bibi Zen? apakah Zen nakal lagi dan merepotkanmu?"


"Tidak," jawab Sofi. Sofi tidak mengerti dengan perkataan yang di ucapkan tuan Anggara.


Zen? siapa dia? kenapa menganggapku bibi Zen


"Aku bukan bibinya Zen, tuan?"


Tuan Anggara memberikan roti yang di pegangnya kepada Sofi dan meminta maaf atas nama Zen. Dan menyuruh Sofi untuk memakan roti itu. Sofi mengambil roti dari tangannya dan mengucapkan terima kasih. Tapi dengan cepat ia mengambilnya lagi dari tangan Sofi dan mengatakan pada Sofi untuk tidak mengambil rotinya karena itu milik Zen.


Tiba-tiba ia berteriak memanggil- manggil nama Zen hingga membuat nafasnya sesak dan pingsan. Sofi yang panik langsung memanggil perawat dengan menekan bel yang ada di kamar itu. Arka yang menunggu di luar bingung melihat dua perawat lari dan masuk ke dalam kamar 403. Salah satu perawat mengecek keadaan tuan Anggara dan menyuruh perawat satunya untuk segera memberi tahu dokter. Karena penasaran, Arka langsung lari masuk ke kamar mengecek apa yang terjadi.


"Ada apa?" tanya Arka.


"Aku juga tidak tahu," jawab Sofi.


"Aku tidak melakukan apapun," lanjutnya.

__ADS_1


Salah satu perawat menelpon dokter untuk memeriksa keadaan tuan Anggara.


"Sudah tidak sempat, cepat antarkan ke rumah sakit." Seru Arka yang segera menggendong tuan Anggara dan membawanya ke rumah sakit.


🍁🍁🍁


Restoran


"Sop di restoran ini benar-benar enak," ucap Al pada Anita. Al mengenal Anita dari Sofi. Beberapa kali Sofi menceritakan sahabatnya itu membuat Al tertarik ingin mengenalnya lebih dekat. Jam makan siang tiba, Al mengajak Anita makan siang di salah satu restoran di dekat kantor.


"Sangat segar sop ini. Coba kamu cicipi sesuap, ini benar-benar lezat." ucap Anita


"Apa pekerjaanmu?" tanya Al.


"Coba aja kamu tebak."


Anita masih belum menjawab pertanyaan Al, ia sibuk menikmati sop dan beberapa makanan lain yang telah di pesan. Sambil sesekali melihat Al yang dari tadi terus bicara.


"Apakah kamu mengerti tentang pekerjaanku. Dari tadi kamu bicara terus, sudah makan dulu. Lihat itu sop kamu sudah dingin."


"Ahh iya aku sampai melupakan sop yang enak ini." ucap Al sambil menyendok sopnya yang sudah mulai dingin.


"Aku bekerja di bagian staff administrasi. Kamu teman kerja Sofi kan?"


"Ya, aku seorang desain grafis di Wijaya grup tempat kami bekerja. Kamu tahu, kami menggunakan tangan untuk menciptakan keindahan. Meskipun kita di dunia yang berbeda. Tetapi aku merasa, cinta dapat menerobos semua perbedaan." ucap Al sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Pelayan..pelayan," Anita memanggil pelayan untuk membayar.


"Kamu baru makan sedikit. Kenapa kamu tidak makan lagi?"


"Permisi, mau bayar dengan apa?" tanya pelayan yang sudah berdiri di dekat meja mereka dan memegang mesin EDC.


Al menyerahkan kartu atmnya untuk membayar makanan. Pelayan itu menggesek kartu ke mesin EDC.


"Maaf kartu ini tidak bisa di gunakan."


"Bagaimana mungkin? kamu coba lagi." Pelayan itu mencoba sekali lagi.


"Maaf benar-benar tidak bisa."


"Tidak masalah gunakan punyaku," ucap Anita.


"Apa yang kamu lakukan? aku sudah bilang mau traktir."


"Sudahlah tidak apa-apa, aku tidak sekejam itu membiarkanmu dalam masalah kalau sampai tidak bisa membayar."


"Aku beri tahu, aku tidak pernah berhutang pada orang lain. Bagaimana kalau kamu berikan Wa kamu padaku. Aku traktir kamu lain kali dan aku yang membayar kali ini. Kita bersenang-senang makan di tempat makan terkenal yang kamu inginkan. Bagaimana, sepakat?


"Sudahlah tidak usah di pikirkan," ucap Anita yang dari tadi memainkan hpnya. Tiba-tiba Al merebut hp Anita dan melihat Wa.


"Kita bicarakan lagi lain kali," Anita mengambil hpnya dari tangan Al dan pergi meninggalkan Al.

__ADS_1


"Kenapa tidak berfungsi disaat moment penting, tunggu aku!!" seru Al.


Bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2