Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Merasa bersalah


__ADS_3

Sofi menangis di depan Alena dan Al.


Padahal baru beberapa hari Sofi kerja tapi sudah di pecat.


Sofi menceritakan pada Al dan Alena kejadian di ruangan Arka tadi. File yang diberikan pada Arka isinya cerita horror bukan dokumen proyek barunya. Arka marah besar pada Sofi. Kesalahan Sofi sudah tidak bisa di maafkan.


Alena jadi teringat sesuatu. Dia ingat telah menjatuhkan filenya dan file yang dititipkan Sofi padanya sebelum file itu di berikan ke bosnya.


"Apa mungkin file itu tertukar?" tanya Alen pada dirinya sendiri.


"Tapi file yang di ceritakan Sofi sama seperti fileku yang isinya cerita horror."


Alena merasa bersalah pada Sofi. Gara-gara salah memberikan file pada Arka, akhirnya Sofi yang kena imbasnya di pecat dari perusahaan Wijaya grup.


Alena pun langsung mengecek file yang ada di dalam tasnya. Dan benar saja file itu berisi proyek baru perusahaan.


Alena merasa ketakutan dan bingung apa yang harus dilakukannya. Kalau dia jujur kemungkinan dia akan di pecat. Tapi kalo tidak jujur kasian Sofi.


Dari tadi Arka tidak keluar dari ruangannya. Bahkan waktu istirahat makan pun Arka tidak keluar. Arka sangat kecewa pada Sofi. Gara-gara kesalahan Sofi kerjasama dengan tuan Leo di batalkan. Proyek besarnya pun terbengkalai. Semua usahanya sia-sia.


Akhirnya Alena memberanikan diri menemui bosnya itu, apapun yang terjadi.


"Permisi tuan," ucap Alena.


ternyata di dalam sedang ada Monica yang menemani Arka.


"tuan Arka sedang tidak mau di ganggu Len," jawab Monica.

__ADS_1


"Maaf nona Monica, aku mau menjelaskan kejadian sebenarnya tentang file itu," ucap Alena.


"Sudah lah semuanya sudah terlanjur apapun yang akan kamu jelaskan tidak akan merubah apa-apa," seru Arka.


"Tapi tuan, Sofi tidak bersalah. Aku yang salah, aku yang teledor menjatuhkan fileku dan file tuan Arka yang Sofi titipkan padaku. Ternyata file yang aku berikan ke tuan Arka tertukar dengan fileku."


Arka terkejut dan beranjak dari tempat duduknya setelah mendengarkan penjelasan Alena.


"Jadi file yang berisi cerita horror itu file punya kamu," tegas Arka.


"Iya tuan," jawab Alena.


"Aku minta maaf tuan Arka, aku tidak sengaja. Aku mohon jangan pecat Sofi. Aku siap menerima semua konsekuensinya.


Kasian Sofi tuan. Dia baru beberapa hari kerja di sini tapi sudah di pecat. Dia sangat sedih," Alena memohon pada bosnya.


"Dia juga sudah membohongi Arka. Dia bilang izin tidak bisa ikut ketemu klien karena ada saudaranya sakit. Tapi ternyata dia menemui mantan pacarnya," lanjut Monica.


"Sofi tidak tahu kalau mantan pacarnya membohonginya nona. Kai bilang keadaannya parah tetapi ternyata pas Sofi sampai ke rumah sakit keadaannya tidak apa-apa, hanya luka ringan saja," ucap Alena menjelaskan.


"Walaupun Kai cinta pertama Sofi tapi Sofi sudah tidak ada perasaan lagi sama kai. Mungkin karena Sofi merasa kasian pada Kai," lanjut Alen.


"Cukup!! itu bukan urusanku Alena," tegas Arka.


"Itu sudah menjadi keputusanku," lanjut Arka.


"Sekarang kamu kembali ke meja kerja kamu dan lanjutkan bekerja," perintah Arka.

__ADS_1


Alena meletakkan file yang berisi dokumen proyek baru perusahaan di meja Arka. Kemudian Alena keluar dari ruangan Arka. Alena tidak bisa berbuat apa-apa untuk Sofi. Usaha yang dilakukannya tidak membuat bosnya berubah fikiran.


Alena menanyakan pada Al dimana Sofi.


"Dimana Sofi Al."


"Dia sudah keluar barusan Len setelah membereskan barang-barangnya."


Alena pun pergi ke luar ruangan untuk mengejar Sofi. Untungnya Sofi masih di Lobi. Alena memanggilnya.


"Sofi....," panggil Alena.


Sofi pun menoleh dan melihat Alena lari dan memeluk dirinya.


"Kamu kenapa menangis Len," tanya Sofi.


"Ini semua kesalahanku Sof. Aku tidak sengaja menjatuhkan fileku dan file tuan Arka. Dan aku memberikan file yang salah. Maafin aku Sofi," Alena menangis dan memeluk Sofi.


"Sudah Len, tidak apa-apa. Semua bukan kesalahan kamu. Justru aku merasa bersalah pada tuan Arka. Proyeknya gagal gara-gara aku membohonginya," ucap Sofi menenangkan Alena.


Sofi pun pulang ke rumah membawa barang-barangnya.


***Pepatah mengatakan***


"Mendung tak berarti hujan. Kegagalan bukan akhir dari perjuangan."


🍁 Semangat terus Sofi....❤️

__ADS_1


__ADS_2