
Wijaya grup
Bagaimana keadaan ayah Zen sekarang?
Arka berdiri di dekat jendela di ruangan kerjanya, memandang ke luar dari balik jendela.
"Permisi tuan, saya mau menyampaikan kabar. Ada salah satu perusahaan besar yang menawarkan kerja sama untuk proyek baru kita," ucap Al.
"Kenapa kamu yang ke sini, Monica mana?"
"Non Monica sakit tuan, sekarang sedang di rawat di rumah sakit."
"Sakit apa Al?"
"Maghnya kambuh cukup kronis membuatnya harus di rawat di rumah sakit, tuan. Mungkin karena kemaren Non Monica kelelahan mengurus semuanya dan sampai tidak keluar ruangan untuk makan siang. Tapi sepertinya ada hal yang lain juga yang sedang ia pikirkan."
Mendengar berita Monica sakit Arka langsung ke luar ruangan meninggalkan Al yang masih berdiri di situ. Mengambil hp nya dan menghubungi Rama.
"Ram, segera siapkan mobil dan beli parcel buah terbaik. Aku turun sepuluh menit lagi.
"Baik, tuan.
Arka pergi ke ruangan Monica, membuka laci mejanya melihat botol obat maghnya habis tak tersisa satu pun.
Monica pasti lupa membelinya. Tidak biasanya kamu ceroboh seperti itu.
Monica memiliki riwayat magh yang cukup kronis membuatnya tidak boleh telat makan. Apalagi sampai tidak makan di jam makan. Arka tahu persis keadaan Monica.
Ting, lift terbuka Arka turun ke lantai dasar menghampiri Rama yang sudah menunggunya di depan mobil.
Melihat bosnya keluar dari pintu, Rama langsung bergegas membuka pintu mobil dan mempersilahkan bosnya masuk sembari menundukkan kepala.
"Kita ke rumah sakit, Ram?"
"Baik, tuan. Rama tidak akan bertanya apapun pada bosnya sekalipun ia penasaran. Semua perintah bosnya akan selalu ia turuti tanpa mengetahui maksud atau pun tujuan dari perintah bosnya.
__ADS_1
Dua puluh menit perjalanan, mereka sampai di rumah sakit. Rama menanyakan pada receptionis kamar Monica di rawat. Setelah tahu mereka langsung menuju kamar Monica.
Tok.. tok.. Rama membuka pintu pelan dan mempersilahkan bosnya masuk duluan ke dalam. Arka melihat Monica sedang duduk di atas ranjang. Sambil memegang sebuah majalah yang menutupi sebagian wajahnya. Monica yang melihat kedatangan Arka langsung meletakkan majalahnya di atas meja sebelah ranjangnya.
"Bagaimana keadaanmu Monica?" tanya Arka yang berjalan mendekati Monica. Arka menarik kursi yang ada di sebelah ranjang dan mendudukinya.
"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja" jawab Monica.
"Ada apa denganmu? kenapa sampai melewatkan waktu makan siang?"
Rama meletakkan parcel buah yang di bawahnya di atas meja.
"Sudahlah aku tidak apa-apa, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Lagi pula aku cepat di tangani dokter jadi tidak masalah." Monica mengalihkan pandangannya dari Arka.
"Kamu sudah makan dan minum obatnya?"
"Di sini rumah sakit banyak perawat yang mengurusi pasien, jadi pastinya aku punya jadwal makan dan minum obat."
"Apa kedatanganku mengganggumu?"
"Tidak ka, kamu tidak menggangguku. Terima kasih sudah datang menjenguk. Maaf merepotkan."
"Kamu bukan Monica yang aku kenal. Kenapa kamu bersikap canggung padaku saat ini."
Harusnya aku yang menanyakan itu padamu. Kamu yang berubah, Arka. Perhatianmu untukku hampir tidak ada lagi.
"Aku senang melihatmu sudah sehat. Aku janji keluar dari rumah sakit aku traktir kamu makan siang."
Monica tersenyum sembari mengacungkan jari kelingkingnya dan mengaitkannya ke jari kelingking Arka sebagai tanda kesepakatan yang tidak boleh di langgar.
"Sepertinya sudah lama kita tidak melakukannya," ucap Arka.
Arka mengambil buah apel dan memotongnya untuk Monica.
"Sejak kapan kamu pandai memotong buah ka?"
__ADS_1
"Ini spesial untukmu." Arka menyuapkan potongan apel ke dalam mulut Monica.
Monica sangat senang. Arka selalu bisa membuatnya tersenyum. Monica berpikir kenapa ia mengabaikan Arka sejauh ini. Kenapa tidak dari dulu merasakan perasaan ini.
"Ohh ya, kemaren kamu kemana?" tanya Monica.
"Aku ada urusan yang harus di selesaikan."
Hanya itu jawabanmu. Sepenting apa urusanmu sampai menginap dan meninggalkan urusan perusahaan. Bukannya bagimu tidak ada yang lebih penting dari perusahaan. Dan bagaimana dengan Sofi, apa yang kalian lakukan?
Apel yang ada di piring sudah tinggal satu potong. Monica sangat menikmati apel potongan Arka, walaupun hatinya sedang galau.
"Ahh, sudah habis, apa mau aku potongkan lagi untukmu, atau mau aku kupaskan buah yang lain."
"Sudah cukup, tidak usah. Kamu mau membuatku kekenyangan."
"Makan buah tidak akan membuatmu gendut. Lupakan diet, perbanyak makan biar cepat pulih. Perusahaan sangat membutuhkanmu."
"Baiklah, kamu cerewet sekali." Monica tersenyum lepas. Mukanya masih pucat namun kedatangan Arka membuatnya bersemangat.
"Paman dan bibi sudah menjengukmu?"
"Mereka tidak ada di sini. Mereka sedang di luar negeri. Kami hanya komunikasi lewat telepon."
"Ahh kalau begitu, aku suruh Sofi menjagamu di sini besok."
Kenapa hatiku merasa sedikit, **a**da yang berbeda ketika Arka menyebut nama Sofi. Tidak seperti biasanya.
"Kamu kan bosnya, aku akan menurutimu."
"Ya sudah kalau begitu, aku permisi dulu. Banyak pekerjaan di kantor yang harus di urus."
Monica mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada Arka karena sudah menjenguknya. Arka keluar kamar di susul Rama di belakangnya. Mereka meninggalkan rumah sakit dan kembali ke kantor.
Bersambung ❤️❤️❤️
__ADS_1
"