
Setelah lembur menyelesaikan tugas kantor.Arka meninggalkan kantor dan pulang ke rumah.
Arka mempunyai asisten pribadi yang sangat setia padanya. Dia adalah Rama. Kemana pun tuannya pergi Rama selalu menemaninya. Arka sangat percaya padanya. Hampir semua tentang Arka, Rama tahu termasuk masalah pribadinya.
Sesampainya di rumah seperti biasa satpam rumah membukakan pintu. Terlihatlah rumah mewah nan megah milik keluarga wijaya. Arka pun turun dari mobil dan di sambut para pelayan yang dari tadi menunggunya.
"Selamat malam tuan," tanya seorang pelayan sembari mengambil tas dan jas milik bosnya.
"Malam," jawabnya singkat. Arka pun berjalan menuju pintu rumah.
Seorang kepala pelayan menanyakan padanya menu apa yang ingin ia makan untuk makan malam.
"Tuan ingin makan apa malam ini?"
"Seperti biasa saja," jawab Arka.
Arka langsung menuju kamarnya di lantai dua.
Rumah keluarga wijaya memiliki tiga lantai. Tapi sayang rumah segede itu hanya di huni Arka dan adiknya saja. Kedua orang tuanya sibuk dan jarang pulang ke rumah. Mereka sering ke luar kota atau luar negeri untuk bertemu dengan kliennya perihal bisnis untuk mengembangkan usahanya. Namun sesekali mereka pulang ke rumah.
__ADS_1
Sedangkan para pelayannya sudah diberikan tempat tinggal sendiri disamping rumah. Jadi hanya pelayan yang bekerja saat itu saja yang ada di rumah Arka. Karena Arka memperkerjakan banyak pelayan. Dan setiap pelayan sudah ada tugasnya masing-masing.
Pak Minto adalah seorang kepala pelayan dirumahnya. Ia sudah bekerja lebih dari 15 tahun di keluarga wijaya. Arka dan adiknya lebih dekat dengan pak Minto dari pada orangtuanya sendiri. Pak Minto sudah dianggap seperti keluarga karena sudah merawat mereka sejak kecil. Bahkan pak Minto menjadi tempat curhat Arka di kala ada masalah di kantor.
"Tok...tok!! tuan, makan malam sudah siap." Seru pak Minto.
"Baik pak saya segera turun," jawab Arka.
Tak lama menunggu, Arka pun keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk makan malam. Dan diikuti pak Minto di belakangnya. Mereka menuju ruang makan.
"Selamat malam semuanya...?" terdengar suara perempuan cukup melengking dari lantai dua.
Sania memiliki kepribadian yang jauh berbeda dengan Arka. Dia ceria, humoris, dan apa adanya. Bisa di bilang kebalikan dari Arka.
Sania pun turun ke bawah menyapa kakanya yang sudah menunggu di meja makan.
"Selamat malam ka Arka?" sapa Sania pada Arka.
__ADS_1
"Duduk dan makanlah," jawab Arka.
"Ok ka."
Suasana makan malam pun sunyi tanpa suara karena Arka melarang adiknya bicara saat makan. Mereka hanya makan malam berdua. Walau pun sebenarnya di sebelah mereka ada Rama yang selalu mengawasi majikannya. Rama akan pulang ke rumahnya setelah majikannya tidur. Dan ia kembali lagi keesokan harinya. Jangan tanya jam berapa. Yang pasti setiap majikannya butuh dia selalu ada. Itulah hebatnya Rama, profesional tapi sedikit horror.
Setelah selesai makan malam mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing. Arka sibuk dengan pekerjaan kantornya. Sedangkan Sania memilih karaokean di kamarnya.
Seorang pelayan datang membawa secangkir kopi.
"Permisi tuan?" Saya buatkan secangkir kopi latte kesukaan tuan. Silahkan di minum tuan."
"Terima kasih," jawab Arka.
Di kamar lain Sania yang dari tadi karaokean sudah tidak terdengar lagi suaranya. Pak Minto menyuruh pelayan wanita untuk mengecek kamarnya. Benar saja tuan putri sudah tertidur lelap di sofa kamarnya.
Setelah menyelesaikan tugas kantor, Arka pun minta di pijit pak Minto hingga tertidur. Pak Minto meninggalkan kamar majikannya yang sudah tertidur lelap.
🍁 Banyak yang lebih memikirkan harta dari pada keluarga. Tanpa kita sadari bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga. Waktu tidak bisa di putar kembali. Maka gunakan waktumu sebaik-baiknya untuk keluargamu dan orang-orang di sekitarmu yang kamu sayangi. Indahnya kebersamaan.
__ADS_1