
Al lebih dulu sampai di depan mall. Dari tadi berjalan mondar-mandir di tempat ia berdiri. Matanya fokus melihat ke sekeliling menunggu seseorang. Perasaannya tidak tenang, ia memegang dadanya sebelah kiri merasakan jantungnya berdebar tidak beraturan.
Ini aku kenapa ya?
Anita muncul dari arah belakang. Tangannya memegang pundak Al, membuat Al kaget dan spontan menyingkirkan tangan Anita. Al berbalik badan dan menatap wajah perempuan yang ada di depannya ternyata orang yang sedari tadi di tunggunya. Entah kenapa jantungnya berdetak lebih kencang tidak seperti biasanya.
"Ma... maaf, aku tidak tahu itu kamu Nit," ucap Al.
"Ahh tidak apa-apa Al, santai saja. Aku tahu kamu tidak sengaja." jawab Anita
Al mengeluarkan keringat dingin, badannya terasa kaku dan bibirnya bergetar. Setiap ucapannya terdengar terbata-bata dan gugup.
"Hey Al, kamu kenapa? sikapmu aneh sekali hari ini. Biasanya kamu banyak bicara, kenapa tiba-tiba canggung begitu di depanku."
"Ahh tidak, aku... anu...mungkin.... karena?"
"Kamu mau ngomong apa si Al, dari tadi ucapanmu tidak jelas membuatku bingung."
Melihat Anita bete dan cemberut, Al merasa bersalah. Ini semua di luar dugaannya. Karena perasaannya muncul secara tiba-tiba. Ia pun tidak bisa mengendalikannya. Bicara soal hati memang susah di tebak. Al berusaha menenangkan diri, berbalik badan dan mengambil nafas dalam-dalam menutup matanya dan perlahan mengeluarkannya dari mulut. Setelah merasa enakkan, ia berbalik badan lagi. Namun Anita sudah menghilang dari pandangannya, tak tahu pergi kemana.
Al mencari Anita ke dalam mall. Mencoba menghubunginya lewat hp namun tidak ada jawaban, hp nya pun tidak aktif. Al cemas dan khawatir Anita akan marah pada dirinya dan tidak mau mengenalnya lagi.
Al naik ke lantai tiga mall. Memasuki sebuah area game, melihat banyak pengunjung di area itu ada yang sedang maen game ada juga yang hanya sekedar jalan-jalan mengitari area game. Ia tidak begitu tertarik dengan game. Karena tidak menemukan Anita, Al keluar dari area game. Namun belum saja keluar dari pintu masuk area game, seseorang menarik tangannya dari samping. Al pun teriak dan orang itu menutup mulut Al dengan tangannya.
"Al ini aku, Anita." Anita membuka tangannya dari mulut Al. Al mengatur nafasnya yang terengah-engah.
"Nit, kamu tadi kemana? aku mencarimu ke sana ke mari, hp mu juga tidak aktif. Kamu marah padaku tadi, kamu menghilang begitu saja."
"Maaf Al, hp ku lowbet. Aku lupa membawa charger. Kenapa aku harus marah Al? kamu tidak melakukan apapun yang membuatku marah. Aku sengaja ke sini, aku tahu kamu pasti mencariku."
"Syukurlah kalau kamu tidak marah padaku."
__ADS_1
"Sepertinya kamu jauh lebih baik dari tadi. Apa kamu sudah minum obat, hehehe..." ledek Anita.
Anita, kalau saja kamu tahu perasaanku padamu. Tapi sepertinya bukan sekarang waktu yang tepat untuk mengungkapkannya.
"Ahh, aku hanya sedikit tidak enak badan saja. Mungkin tadi aku terlalu lelah di kantor," ucap Aldi ngeles.
"Ehh kalau tidak enak badan kenapa mengajak nonton. Sudah mending kita pulang saja Al, istirahat saja di rumah."
"Bukan itu maksudnya, aku sudah tidak apa-apa."
Anita terdiam memperhatikan ekspresi Al yang sedikit aneh.
Dasar aneh, emang ada ya orang yang bisa sakit mendadak dan sembuh mendadak dalam waktu yang bersamaan.
"Ya sudahlah kita maen game saja dulu, lagi pula masih ada waktu setengah jam lagi sebelum filmnya di putar."
Tangan Anita menarik tangan Al dan memasuki area game, memilih game yang bisa di mainkan dua orang. Al tidak terbiasa main game, membuatnya kalah terus dari Anita.
"Maaf Nit, aku tidak terbiasa main game di mall."
"Padahal kan menyenangkan main di sini. Kita cari permainan yang lain yuk."
"Ehh waktunya sudah tinggal 10 menit lagi Nit, film nya akan segera di putar." Akhirnya ada alasan untuk Al menolak bermain game lagi.
"Yahh padahal belum puas main gamenya. Ya sudahlah kita langsung ke bioskop."
Kebetulan bioskopnya masih satu lantai, tidak jauh dari area game. Mereka berjalan menuju bioskop. Sesampainya di sana Al melihat banyak pasangan yang bergandengan tangan, ada yang duduk sambil berpegangan tangan, ada juga yang merangkul pundak pasangannya. Semua itu godaan untuk Al, hanya bisa membayangkan saja tanpa mempraktekkannya.
"Al, aku mau beli popcorn dan minuman dulu ya."
Al tidak mendengar ucapan Anita, kali ini tatapannya melihat ke arah pasangan yang sedang duduk, melihat perempuannya sedang hamil dan di suapi makanan oleh lelaki di depannya. Pikiran Al semakin jauh berandai-andai bisa menikah dengan Anita dan melakukan hal yang sama seperti pasangan yang sedang di lihatnya sekarang.
__ADS_1
"Al!!" Anita menyadarkan Al.
"Kamu melamun Al, lima menit lagi filmnya akan di putar."
"Maaf Nit, aku tadi sedang tidak fokus. Aku akan membeli cemilan dan minuman untuk teman nonton kita."
Tadi juga aku sudah bilang seperti itu Al.
Al berjalan menuju counter food yang ada di bioskop. Al membeli popcorn dan minuman. Setelah itu mengajak Anita menuju bioskop 3 di mana film yang akan di tonton diputar. Mereka mengantri masuk ke dalam ruangan bioskop 3. Setelah mengantri lima menit, giliran Al mengeluarkan 2 tiket bioskop yang di belinya lewat online dan di berikan pada petugas untuk di cek. Setelah di cek mereka di persilahkan masuk ke dalam bioskop oleh petugas.
Anita memilih tempat duduk di barisan tengah, Al pun menurutinya. Ada pemberitahuan bahwa film segera di putar dan lampu bioskop langsung di matikan.
Mereka menonton sebuah film action romance sambil menikmati popcorn yang di pegang masing-masing. Sesekali Al melirik Anita yang sangat fokus menonton karena ini genre film kesukaannya. Al tidak terlalu fokus menonton, ia lebih banyak melihat ekspresi Anita yang ternyata memiliki sisi yang berbeda saat menonton. Sepanjang film di putar, Anita mengikuti gerakan-gerakan laga yang ada di film itu, kadang teriak histeris melihat adegan seru dan terdiam serius melihat adegan romantis. Membuat Al tersenyum melihat tingkahnya.
Film selesai di putar, lampu di nyalakan kembali. Mereka turun dari kursi menuju pintu ke luar bioskop.
"Filmnya seru Al, ternyata kita punya selera yang sama ya. Aku suka dengan film-film seperti itu."
Apa yang kamu suka, aku berusaha untuk menyukainya.
"Aku antarkan pulang ya?" ucap Al.
"Ahh, tidak perlu Al. Oiya terima kasih ya sudah mentraktirku nonton."
"Sama-sama Nit, kamu juga sudah pernah mentraktirku makan. Kapan-kapan aku traktir makan ya, sesuai janjiku padamu waktu itu. Tidak apa-apa kita bareng saja pulangnya."
"Kamu masih ingat saja Al. Ya baiklah, rezeki tidak boleh di tolak. Ya sudah kita pulang bareng."
Mereka sampai di lantai dasar dan keluar mall. Al memesan taxi online untuk mengantarkan Anita pulang dulu dan setelah itu mengantarkan dirinya pulang.
Bersambung ❤️❤️❤️
__ADS_1