
"Kenan, apa semuanya sudah siap. Aku sangat berharap semuanya berjalan lancar. Aku akan muncul di saat yang tepat," ucap Zen.
"Semuanya sudah aku urus tuan, tuan Niko memberi tahu pertemuan akan di lakukan di restoran x, salah satu restoran mewah di kota ini."
"Bagus kalau begitu, aku sudah tidak sabar menunggu hasilnya. Ken kamu beri tahu Niko untuk merubah tempat pertemuan."
"Baik, tuan."
***
Al datang memberi tahu semua staff untuk rapat mendadak. Mereka langsung beranjak meninggalkan meja kerja dan berkumpul di ruang rapat.
"Kita sangat berharap dari perusahaan Nicolas grup. Mereka perusahaan besar, kalau sampai proyek ini bisa kerjasama dengan mereka itu akan menjadi hal yang sangat menguntungkan untuk perusahaan kita," ucap Aldi.
"Aku akan membantu mengurusnya," seru Monica yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Monica, kamu sudah keluar rumah sakit. Apa keadaanmu sudah membaik? Kenapa tidak memberi tahuku. Kamu sebaiknya istirahat dulu di rumah," ucap Arka yang langsung menghampiri Monica.
"Aku tidak apa-apa, aku sudah pulih Ka. Kamu tidak perlu khawatir. Aku siap membantu proyek ini."
"Baiklah kalau itu keinginanmu," ucap Arka.
Al menyerahkan surat kontrak yang akan di tandatangani oleh Arka sebagai persetujuan kontrak kerjasama. Arka pun menandatanganinya.
Mereka optimis kali ini. Semua staff kerjasama dalam proyek ini membuat desain bangunan yang baru. Perusahaan Nikolas grup tidak lah mudah menerima kerja sama dengan perusahaan lain. Entah apa yang membuat mereka langsung menerima kerja sama dengan perusahaan Wijaya grup. Walaupun Arka tahu hal itu, tapi ia tetap ingin mencobanya. Perusahaan Wijaya grup dan Nikolas grup sama-sama perusahaan besar, hanya saja mereka beda latar belakang dan karakter desainnya.
"Siang ini Monica dan Sofi yang akan menemaniku bertemu langsung dengan klien," ucap Arka.
"Maaf bos, barusan pihak klien menghubungi saya bahwa meeting akan di lakukan di perusahaan Nikolas dan tidak jadi di restoran x," ucap Aldi.
"Baiklah tidak masalah."
Rapat di tutup dan para staff kembali ke meja kerjanya masing-masing. Mereka berjalan sambil membicarakan proyek.
"Aku tidak begitu yakin dengan kontrak kerja sama proyek kita dengan Nikolas grup," ucap salah satu staff.
__ADS_1
"Apa salahnya mencoba," jawab staff yang lain.
***
Nikolas grup
Arka, Monica dan Sofi menunggu tuan Niko di ruang rapat perusahaan Nikolas grup. Sudah hampir satu jam lebih mereka menunggu tapi tidak ada yang datang ke ruang rapat. Arka duduk di kursi rapat masih terlihat santai. Sofi berdiri di dekat jendela sambil sesekali melihat keluar apa ada orang yang datang atau tidak. Sedangkan Monica dari tadi mondar mandir terlihat paling cemas menunggu klien.
Tak lama kemudian Kenan masuk keruangan dan memberi tahu bahwa kontrak proyek dengan Wijaya grup di batalkan. Dan tuan Niko sudah pindah tidak memegang Nikolas grup lagi. Tapi kami akan tetap mengganti rugi untuk kegagalan ini.
Ucapan Kenan sontak membuat semua yang ada di ruangan kaget. Namun Arka masih duduk dan diam di kursinya.
"Maaf tuan, nona, perusahaan Nikolas grup sudah pindah tangan menjadi milik tuan Zen."
"Apakah kami bisa bertemu langsung dengan tuan Zen pemilik baru perusahaan ini," ucap Monica.
Tiba-tiba Zen masuk ke dalam ruangan. Arka terkejut melihat kemunculan Zen. Dia tidak menyangka Zen sudah kembali dan akan melakukan semua ini padanya.
Arka menghampiri Zen, menatap Zen dengan sorotan matanya yang tajam. Zen membalasnya dengan senyuman sinis. Arka pergi meninggalkan ruangan itu. Disusul Monica dan Sofi yang pergi meninggalkan Zen dan Kenan dari ruangan itu. Sofi tidak habis pikir Zen tiba-tiba muncul sebagai pemilik baru perusahaan.
"Arka...!" Monica memanggil Arka namun Arka mengabaikannya. Ia masih berjalan dengan raut muka yang kesal dan kecewa. Arka menghampiri Rama yang sudah menunggunya di depan. Ia membukakan pintu mobil untuk bosnya dan menutupnya kembali.
"Maaf nona Monica mungkin lebih baik biarkan tuan Arka tenang dulu. Non Sofi silahkan masuk." Sofi masuk ke dalam mobil bersama Arka sedangkan Monica membawa mobil sendiri. Rama membawa mobil dengan kecepatan sedang menuju tempat yang di perintahkan Arka.
Rama menghentikan mobilnya di taman. Arka turun sebelum Rama membukakan pintu. Sofi menyusul turun dari mobil dan mengikuti langkah bosnya. Ia berhenti di salah satu ayunan yang berada di tengah taman. Arka menatap ayunan itu dengan mata sayu. Perlahan ia memegang kursi ayunan dan mendudukinya. Ia mengayunkan badannya membuat ayunan bergerak ke depan dan ke belakang. Sofi bingung dengan sikap bosnya yang tiba-tiba berubah.
Orang sepertimu bisa main ayunan juga. Aku hanya khawatir saja ayunannya roboh.
"Bos, apakah anda mau minum sesuatu?"
Mata Arka melihat kios penjual es kelapa muda. Tapi ia tidak memintanya. Ia masih fokus dengan ayunan. Sofi mengetahui bosnya tadi melihat ke arah kios es kelapa muda ia segera menghampiri kios itu. Ia memesan 3 kelapa muda murni dan meminta penjual untuk mengantarkannya ke arena ayunan.
Sofi kembali dari kios. Ia duduk di kursi dekat ayunan, merenggangkan tangannya ke sisi kanan kiri kursi. Sesekali ia memperhatikan bosnya. Ia melirik seseorang yang dari tadi berdiri mematung di samping ayunan. Asisten pribadi yang begitu setia.
Kasian lihat Rama dari tadi berdiri di situ. Dan herannya tidak bergerak sama sekali. Kalau ia berdiri di mall mungkin orang berfikirnya itu manekin, hehe...
__ADS_1
3 kelapa muda diantarkan penjual pada Sofi. Sofi segera membayar dan memberikannya pada bosnya.
"Tuan, ini kelapa muda murni di petik langsung dari pohonnya," canda Sofi.
"Hei mana ada pohon kelapa di sini," jawab Arka.
"Hehe... akhirnya keluar suara juga."
"Apa tadi kamu bilang!"
"Ahh tidak apa-apa bos," jawab Sofi. Sofi bangun dari tempat duduknya dan mempersilahkan bosnya duduk.
"Rama, ayo kita minum kelapa muda dulu. Sayangkan sudah di beli kalau tidak di nikmati," seru Arka.
Rama mengangguk dan mengambil satu kelapa muda, ia duduk di samping bosnya.
Hei kalau kalian duduk di situ, aku duduk di mana dong.
Arka melirik Sofi yang masih berdiri di tempatnya sambil sesekali memanyunkan bibirnya.
Kasian juga dia, berdiri di situ, gumam Arka.
"Hai kemarilah, kamu pasti lelah kan berdiri di situ." Sofi menghampiri Arka.
Menurutmu!!
"Tidak juga," jawab Sofi.
"Ohh ya sudah sana lanjutkan."
Apa-apaan itu!! aku sudah berbaik hati membelikan kelapa muda. Setidaknya mengalah ke' sama perempuan.
Rama berdiri dam mempersilahkan Sofi duduk. Sofi mengucapkan terima kasih pada Rama. Sofi tidak tahu kalau yang menyuruh Rama bangun tentunya Arka bosnya.
Bersambung ❤️❤️❤️
__ADS_1